12 Dapur MBG Cianjur Belum Penuhi SLHS, Cianjur Fest 2026 Digelar Sabtu
CIANJUR — Kabupaten Cianjur memasuki pekan yang padat di penghujung Agustus 2026. Di satu sisi, Dinas Kesehatan mencatat belasan dapur program Makan Bergiz
CIANJUR — Kabupaten Cianjur memasuki pekan yang padat di penghujung Agustus 2026. Di satu sisi, Dinas Kesehatan mencatat belasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memenuhi seluruh persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meski tenggat dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah lewat. Di sisi lain, warga dan pelaku usaha kecil tengah bersiap menyambut helaran budaya Cianjur Fest 2026, puncak perayaan Hari Jadi Cianjur ke-349 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.
12 Dapur SPPG MBG Belum Penuhi Syarat SLHS
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 12 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG belum memenuhi seluruh persyaratan SLHS. Kondisi ini terjadi meski BGN telah menetapkan tenggat waktu pemenuhan SLHS bagi seluruh unit dapur operasional paling lambat 10 Agustus 2026. SLHS merupakan sertifikat yang menjadi bukti kelayakan higiene dan sanitasi sebuah unit pengolahan makanan, sehingga keterlambatan pemenuhannya berkaitan langsung dengan jaminan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Mataputung, memaparkan data pemutakhiran hingga Kamis (20/8/2026). Sebanyak 379 dapur SPPG terdaftar di wilayah Kabupaten Cianjur. Dari jumlah tersebut, 350 dapur telah mengajukan permohonan sertifikasi, dan 346 di antaranya sudah beroperasi (running).
"Jumlah dapur 379, kemudian yang sudah mengajukan SLHS 350, yang running 346," ujar Javed saat memberikan keterangan, Kamis (20/8/2026).
Javed merinci, dari 346 dapur yang beroperasi secara aktif, sebanyak 338 dapur dinyatakan telah memenuhi standar kualifikasi kelayakan higiene dan sanitasi. Ia menegaskan 12 dapur sisanya belum lengkap persyaratannya.
"Yang sudah mengajukan kan 350, yang sudah running kan 346, kemudian yang sudah memenuhi syarat SLHS itu 338, berarti ada 12 yang belum memenuhi syarat. Jadi 12 itu belum lengkap persyaratannya," terangnya.
Dari total 338 dapur yang telah lolos kualifikasi teknis, Dinkes Cianjur secara resmi telah menerbitkan 335 dokumen SLHS. Sementara tiga dapur sisanya masih dalam tahap penyelesaian administrasi penerbitan.
"Dari 338 itu yang sudah terbit ada 335. Berarti tiga yang belum terbit, tapi sudah memenuhi syarat, tinggal menunggu terbit SLHS," jelas Javed.
Berikut ringkasan data sertifikasi SLHS dapur SPPG di Kabupaten Cianjur per 20 Agustus 2026:
- 379 dapur terdaftar di wilayah Kabupaten Cianjur
- 350 dapur telah mengajukan permohonan sertifikasi SLHS
- 346 dapur sudah beroperasi secara aktif
- 338 dapur memenuhi syarat kelayakan higiene dan sanitasi
- 335 dokumen SLHS telah resmi diterbitkan Dinkes
- 12 dapur masih belum melengkapi seluruh persyaratan
Helaran Budaya Cianjur Fest 2026 Digelar Sabtu
Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Cianjur menyambut gembira agenda helaran budaya Cianjur Fest 2026 yang rencananya digelar pada Sabtu (22/8/2026). Bagi masyarakat, acara bertajuk "Rahayat Raksa Raharja" itu menjadi momen menyaksikan beragam seni dan budaya yang jarang terjadi. Sementara bagi pelaku usaha, momen tersebut diharapkan mampu mendongkrak penghasilan karena dipastikan bakal ditonton warga Cianjur dari berbagai pelosok.
Sebagaimana diketahui, helaran budaya Cianjur Fest 2026 merupakan acara puncak Hari Jadi Cianjur ke-349 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia. Ajang tahunan ini bukan sekadar karnaval, melainkan juga ruang pelestarian tradisi dan identitas budaya Cianjur yang diwariskan lintas generasi. Arak-arakan peserta mengambil start di Jalan Perintis Kemerdekaan (Jebrod).
Selanjutnya peserta karnaval bergerak menuju ruas Jalan Prof Moch Yamin, Jalan KH Hasyim Ashari (Warujajar), Jalan Mangunsarkoro, Jalan A Sucipta, dan berakhir di panggung kehormatan Jalan Siliwangi, tepat di depan kompleks Pemkab Cianjur. Rute yang melintasi pusat kota ini dinilai strategis karena memudahkan warga dari berbagai kecamatan menyaksikan langsung atraksi budaya.
Seluruh rangkaian acara akan diisi Gema Syiar yang menghadirkan Ustaz Dennis Lim serta musisi religi Opick pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Yulia (45), pedagang usaha kecil di Jalan Siliwangi, menyambut baik momen tersebut karena hanya berlangsung sekali dalam setahun. Perempuan itu mengaku akan memperbanyak barang dagangan demi memanfaatkan keramaian pengunjung.
"Pasti bakal banyak warga yang menonton. Kalau ada agenda pawai biasanya warga datang dari mana-mana. Saya nanti mau banyakin barang jualan. Mudah-mudahan laku sehingga bisa menambah penghasilan," kata Yulia.
Pernyataan serupa diungkapkan Ayu dan Oop, warga Gang Kirana, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur. Pasangan suami istri pemilik warung nasi itu juga berharap momen helaran budaya dapat mendatangkan lebih banyak pelanggan ke warung mereka.
Dua agenda besar pekan ini menunjukkan Cianjur tengah bergerak: menata layanan publik melalui jaminan higiene dapur MBG, sekaligus merayakan identitas budaya melalui festival tahunan yang dinanti warganya.
[SOCIAL_TWEET]: 12 dapur MBG di Cianjur belum penuhi syarat SLHS, tenggat BGN sudah lewat. Sementara Cianjur Fest 2026 siap meriah Sabtu (22/8): karnaval budaya + Gema Syiar bareng Opick. #Cianjur #MBG #CianjurFest2026[SOCIAL_TG]: 12 dapur MBG Cianjur belum penuhi SLHS • Cianjur Fest 2026 siap meriah Sabtu, karnaval budaya + Gema Syiar bersama Ustaz Dennis Lim dan Opick. Selengkapnya di Warkini.com.
Comments (0)