Alasan Bib Lepas Usai Viral Ajudan Ngawal Danrem di Jogja Marathon

Insiden yang melibatkan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, dalam ajang Jogja Marathon menjadi perbincangan hangat. Video yang menunjukkan sang je

Jul 08, 2026 - 19:33
0 0
Alasan Bib Lepas Usai Viral Ajudan Ngawal Danrem di Jogja Marathon

Insiden yang melibatkan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, dalam ajang Jogja Marathon menjadi perbincangan hangat. Video yang menunjukkan sang jenderal menarik paksa ajudannya di tengah lomba sempat viral dan memicu beragam reaksi. TNI Angkatan Darat kemudian memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut berawal dari bib atau nomor peserta sang ajudan yang terlepas.

Video Viral dan Kesalahpahaman

Rekaman yang beredar di media sosial, termasuk diunggah oleh akun Instagram @eventlari.id, memperlihatkan momen ketika Brigjen Yuniar tampak menghentikan langkah dan menarik ajudannya yang berlari di sampingnya. Aksi tersebut sontak menjadi sorotan karena terkesan arogan dan tidak pantas dilakukan di ruang publik. Namun, menurut penjelasan resmi TNI AD, situasi itu terjadi akibat kesalahpahaman antara panitia penyelenggara dan sang ajudan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa peristiwa itu bukanlah bentuk kemarahan atau tindakan sewenang-wenang, melainkan respons spontan sang komandan saat melihat ajudannya dihentikan oleh panitia karena masalah administrasi. Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026.

"Peristiwa penghentian ajudan oleh panitia penyelenggara merupakan sebuah kesalahpahaman. Komandan hanya ingin meluruskan situasi agar ajudannya bisa melanjutkan lari," ujar Brigjen Donny dalam keterangan yang diterima media kami.

Kronologi dan Klarifikasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warkini.com, ajudan yang mendampingi Brigjen Yuniar mengalami masalah pada nomor peserta atau bib yang terlepas saat perlombaan berlangsung. Panitia, sesuai prosedur standar keamanan dan ketertiban lomba, menghentikan pelari yang tidak mengenakan identitas resmi. Melihat anak buahnya dihadang panitia, Brigjen Yuniar segera turun tangan dan menarik ajudannya untuk menjelaskan situasi, namun momen itulah yang tertangkap kamera dan dipotong tanpa konteks lengkap.

Pihak TNI AD menyayangkan penyebaran video yang tidak utuh karena menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi. Mereka memastikan bahwa tindakan Danrem bukan bermaksud melanggar aturan lomba, melainkan menjaga agar ajudannya tetap bisa menjalankan tugas pengawalan. Panitia dan pihak TNI disebut telah menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tanpa ada sanksi atau ketegangan lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan konten di media sosial, terutama yang menyangkut figur publik dan institusi negara. TNI AD berkomitmen untuk terus menjaga profesionalisme dalam setiap kegiatan, termasuk saat berpartisipasi di ajang olahraga bersama masyarakat. Informasi selengkapnya mengenai klarifikasi ini dapat diakses melalui kanal resmi TNI AD dan terus dipantau oleh tim redaksi Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User