warkini.
Viral

Arab Saudi Diserang Houthi, Harga Minyak Dunia Melonjak US$107

Pasar energi global mendadak bergolak keras di awal pekan ini. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah kelompok

Arab Saudi Diserang Houthi, Harga Minyak Dunia Melonjak US$107

Pasar energi global mendadak bergolak keras di awal pekan ini. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah kelompok Houthi dari Yaman melancarkan serangan udara terukur yang menyasar fasilitas minyak vital di Arab Saudi. Dampaknya tidak main-main—harga minyak mentah dunia langsung meroket tajam, memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar akan potensi krisis pasokan energi global dan lonjakan inflasi yang meluas.

Kepanikan pasar ini terasa begitu cepat. Para pedagang komoditas merespons kabar penyerangan tersebut dengan melakukan aksi beli masif, memicu lonjakan grafik harga minyak secara mendadak hanya dalam hitungan jam setelah pasar dibuka.

Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2 Persek

Pada perdagangan yang berlangsung Senin (14/9), harga minyak mentah dunia tercatat melesat lebih dari 2 persen hingga sukses menembus angka psikologis US$107 per barel. Kenaikan signifikan ini menjadi salah satu pergerakan harian tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, membalikkan tren konsolidasi harga yang terjadi pekan lalu.

Berikut adalah gambaran pergerakan ringkas pasar minyak mentah acuan dunia saat perdagangan bergerak fluktuatif:

Jenis Minyak Mentah Acuan Status Harga Per Barel Persentase Kenaikan
Brent Crude Menembus US$107,15 +2,35%
West Texas Intermediate (WTI) Mendekati US$103,80 +2,10%

Detail Serangan dan Garis Ancaman Pasokan

Serangan yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dikabarkan menggunakan armada drone bermuatan peledak serta rudal jelajah yang diarahkan ke instalasi pemrosesan milik perusahaan minyak raksasa milik negara, Saudi Aramco. Meskipun otoritas keamanan Arab Saudi mengklaim berhasil mengintersepsi sebagian besar ancaman udara tersebut, puing-puing ledakan tetap memicu kebakaran di area terbatas dan memaksa penghentian sementara operasional di beberapa unit pemrosesan.

"Serangan ini bukan sekadar ancaman keamanan bagi Kerajaan Arab Saudi, melainkan serangan langsung terhadap urat nadi pasokan energi dunia. Pasar sangat sensitif terhadap gangguan sekecil apa pun di kawasan Teluk," ungkap Faisal Al-Ghamdi, analis senior pasar komoditas Teluk.

Kepanikan investor kian beralasan mengingat Arab Saudi merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia. Gangguan sekecil apa pun pada infrastruktur pemrosesan mereka berpotensi memotong pasokan jutaan barel minyak per hari dari pasar internasional.

Ancaman Inflasi dan Dampaknya bagi Indonesia

Lonjakan harga minyak hingga US$107 per barel ini membawa efek domino yang cukup mengkhawatirkan bagi perekonomian global yang sedang berjuang menahan laju inflasi. Bagi negara-negara pengimpor bersih minyak mentah (net oil importer) seperti Indonesia, lonjakan harga ini ibarat buah simalakama bagi ketahanan fiskal.

Kenaikan harga minyak mentah dunia secara langsung akan membengkakkan alokasi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika tren ini berlanjut, pemerintah di berbagai negara berkembang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama berat.

"Jika harga minyak mentah bertahan konsisten di atas seratus dolar dalam jangka panjang, pemerintah harus siap menanggung beban subsidi yang membeludak atau mengambil opsi tidak populer dengan menyesuaikan harga BBM domestik," ujar seorang pakar ekonomi energi independen.

Menanti Langkah OPEC+ dan Amerika Serikat

Kini perhatian seluruh dunia tertuju pada bagaimana reaksi aliansi produsen minyak OPEC+ serta langkah balasan geopolitik yang bakal diambil Arab Saudi. Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan akan mempertimbangkan opsi pelepas cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) untuk menstabilkan harga pasokan di pasar domestik mereka.

Selama ketegangan di Yaman dan kawasan Teluk belum menunjukkan sinyal de-eskalasi, volatilitas harga minyak mentah diproyeksikan masih akan terus berlanjut tinggi sepanjang pekan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User