warkini.
Travel

ARGENTINA — Pengadilan Selidiki Korupsi Gaji Angkatan Laut Senilai 1,6 Miliar Peso

Skandal penyelewengan anggaran berskala besar kembali mengguncang institusi militer Argentina. Pengadilan Federal Argentina kini tengah memproses penyelidi

ARGENTINA — Pengadilan Selidiki Korupsi Gaji Angkatan Laut Senilai 1,6 Miliar Peso

Skandal penyelewengan anggaran berskala besar kembali mengguncang institusi militer Argentina. Pengadilan Federal Argentina kini tengah memproses penyelidikan resmi terkait dugaan manipulasi dan penggelapan dana pembayaran gaji di tubuh Angkatan Laut (Armada Argentina) dengan nilai fantastis mencapai 1.600 juta peso (sekitar 1,6 miliar peso).

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah serangkaian manuver ilegal dan pencairan dana fiktif berhasil dibongkar dari dalam sistem penggajian militer sendiri. Penyelidikan kini diarahkan pada jaringan terorganisir yang memanfaatkan celah birokrasi internal sejak beberapa tahun terakhir.

Kronologi Terbongkarnya Praktik Rekayasa Gaji

Terungkapnya skandal ini bermula dari kecurigaan internal yang kemudian bermuara pada laporan pidana resmi di pengadilan. Berikut urutan kejadian hingga kasus ini ditangani oleh otoritas hukum:

  1. Kecurigaan Perwira Akuntan: Kecurangan pertama kali diidentifikasi oleh seorang Letnan Laut wanita yang bertugas sebagai akuntan publik di divisi likuidasi gaji personel. Saat memeriksa pembukuan berkala, ia menemukan kejanggalan sistematis dalam laporan pencairan tunjangan dinas.
  2. Penyelidikan Internal Markas Besar: Berdasarkan temuan tersebut, audit internal segera dilangsungkan di Edificio Libertad, markas pusat Angkatan Laut Argentina di Buenos Aires. Tim verifikasi mendapati bahwa pola penipuan ini diduga telah beroperasi sejak tahun 2022.
  3. Pelaporan Resmi ke Pengadilan Federal: Menindaklanjuti bukti awal yang solid, Kepala Layanan Akuntansi Angkatan Laut, Kapten Carlos Alberto Castro Maggio, secara resmi melayangkan laporan hukum ke pengadilan federal di Comodoro Py untuk pengusutan tuntas.

Modus Operandi: Rekening Hantu dan Perjalanan Dinas Palsu

Pola kecurangan yang dijalankan para pelaku terbilang rapi dan berlapis. Dari hasil investigasi awal, penyidik mengidentifikasi beberapa modus utama yang digunakan untuk menguras kas negara:

  • Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif: Pelaku menerbitkan klaim tunjangan perjalanan dinas luar negeri palsu yang sebenarnya tidak pernah dilaksanakan oleh personel bersangkutan.
  • Penerima Hantu (Cobros Fantasma): Pencairan gaji dan insentif dilakukan menggunakan identitas palsu atau rekayasa data personel yang tidak berhak menerima.
  • Skema Setoran Balik (Kickback): Tunjangan tambahan dicairkan ke rekening tertentu, di mana penerima diwajibkan mengembalikan sebagian uang tersebut kepada oknum pengendali sindikat.
"Investigasi awal mengindikasikan adanya keterlibatan terstruktur antara 25 hingga 50 orang, mencakup perwira militer aktif hingga pegawai negeri sipil yang bertugas di lingkungan Angkatan Laut."

Muncul di Tengah Kucuran Anggaran Strategis Ushuaia

Skandal penggelapan anggaran ini mencuat pada momentum yang sangat sensitif bagi pertahanan nasional Argentina. Baru beberapa hari sebelumnya, Presiden Javier Milei mengumumkan persetujuan tambahan anggaran jumbo sebesar 218.000 juta peso yang dialokasikan khusus untuk pembangunan Pangkalan Angkatan Laut Terpadu di Ushuaia.

Proyek di kawasan Tierra del Fuego tersebut merupakan ambisi strategis lama Angkatan Laut Argentina guna memperkuat logistik dan kedaulatan maritim, terutama di tengah dinamika geopolitik terkait Kepulauan Malvinas. Terkuaknya kasus korupsi di internal bendahara militer ini tentu menjadi tamparan keras di tengah upaya pemerintah menata ulang efisiensi belanja pertahanan negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User