warkini.
Travel

Bandung — BEM SI Jabar Demo Tuntut Pemerintah Hentikan Sementara Program MBG

Jalanan Kota Bandung kembali memanas pada Jumat (11/9). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)

Bandung — BEM SI Jabar Demo Tuntut Pemerintah Hentikan Sementara Program MBG

Jalanan Kota Bandung kembali memanas pada Jumat (11/9). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Barat tumpah ruah ke jalanan. Mereka memusatkan aksi unjuk rasa di kawasan ikonik Taman Cikapayang, Dago, dengan membawa spanduk besar bertuliskan narasi penuh keprihatinan: "Indonesia Gawat Darurat".

Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk keresahan mendalam dari elemen akademisi terhadap arah kebijakan pemerintah pusat saat ini. Di tengah ramainya arus lalu lintas Kota Kembang, seruan orasi mahasiswa terdengar lantang menuntut pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas: menghentikan sementara dan mengkaji ulang implementasi dua program strategis nasional, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP).

Suara Nyaring dari Taman Cikapayang

Massa aksi yang memadati area Cikapayang bergantian menyampaikan orasi politiknya dari atas mobil komando. Mahasiswa menilai bahwa pelaksanaan kedua program tersebut terkesan terburu-buru, minim transparansi, dan berisiko tinggi menimbulkan pemborosan anggaran negara jika tidak dievaluasi secara menyeluruh sejak awal.

"Kami tidak pernah menolak niat baik untuk memberantas gizi buruk atau memperkuat pangan desa. Namun, kami menolak keras jika program beranggaran raksasa ini dijalankan tanpa transparansi, tanpa pengawasan ketat, dan terkesan dipaksakan. Hentikan sementara, lakukan audit serta evaluasi total!" tegas salah satu perwakilan orator BEM SI Jabar di lokasi aksi.

Suasana aksi berlangsung riuh namun tetap kondusif. Berbagai bendera aliansi kampus di Jawa Barat dikibarkan sebagai simbol soliditas gerakan mahasiswa dalam mengawal uang rakyat dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Catatan Kritis Mahasiswa Terhadap Program MBG dan KDMP

Mengapa MBG dan KDMP mendadak menjadi sasaran kritik tajam mahasiswa? Berdasarkan hasil kajian internal BEM SI Jabar, ada sejumlah persoalan mendasar pada kedua program unggulan tersebut. Kebijakan publik berskala nasional seharusnya bertumpu pada kesiapan tata kelola yang matang, bukan sekadar mengejar target pameran capaian politik.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai poin-poin yang dipersoalkan oleh aliansi mahasiswa, berikut adalah ringkasan perbandingan analisis krisis terhadap kedua program tersebut:

Parameter Analisis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP)
Risiko Utam Potensi kebocoran anggaran & monopoli vendor pengadaan pangan. Kerentanan tata kelola dana di tingkat desa serta masalah transparansi.
Dampak Anggaran Menguras porsi besar APBN yang berisiko menggeser alokasi pendidikan/kesehatan. Risiko tumpang-tindih dengan alokasi Dana Desa yang sudah ada.
Tuntutan BEM SI Moratorium sementara, buka data skema distribusi & audit transparansi supplier. Penghentian sementara hingga juknis pengawasan dan pembinaan SDM desa jelas.

BEM SI Jabar menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan anggaran fantastis berisiko menjadi ladang bancakan baru jika skema penunjukan vendor dan rantai pasok pangannya tidak dibuka secara transparan kepada publik. Di sisi lain, program KDMP dikhawatirkan hanya menjadi beban baru bagi pemerintah desa jika tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dan regulasi pengawasan yang ketat.

Pemerintah Didesak Buka Ruang Dialog Terbuka

Gelombang aksi di Kota Kembang ini menjadi alarm keras bagi para pemangku kebijakan di Jakarta. Mahasiswa mengingatkan agar pemerintah tidak antikritik dan tidak memaksakan program yang masih mentah hanya demi pencitraan jangka pendek. Sebab, kebijakan yang dipaksakan tanpa matangnya perencanaan pada akhirnya hanya akan mengorbankan rakyat kecil sebagai konsumen akhir.

Aksi demonstrasi BEM SI Jabar di Taman Cikapayang ini ditutup dengan pembacaan tuntutan resmi dan pelepasan simbolis pernyataan sikap. Aliansi mahasiswa mengancam akan melipatgandakan gelombang massa dan membawa tuntutan ini langsung ke Istana Negara jika dalam waktu dekat pemerintah tidak menunjukkan iktikad baik untuk menghentikan sementara dan mengevaluasi program MBG maupun KDMP secara terbuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User