BEI — Budi Djatmiko Pamer Kinerja Keuangan JECX ke Media

Jakarta, Warkini – Lo pasti setuju, denger kata “laporan keuangan” tuh biasanya bikin ngantuk, ya kan? Tapi nggak buat hari Selasa kemarin (7/7/2026). Dire

Jul 08, 2026 - 05:23
0 0
BEI — Budi Djatmiko Pamer Kinerja Keuangan JECX ke Media

Jakarta, Warkini – Lo pasti setuju, denger kata “laporan keuangan” tuh biasanya bikin ngantuk, ya kan? Tapi nggak buat hari Selasa kemarin (7/7/2026). Direktur Keuangan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), Budi Djatmiko, tiba di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan senyum lebar. Bukan cuma buat liatin angka-angka, tapi dia bawa vibe baru soal gimana bisnis tekstil bisa survive di tengah gempuran produk impor murah. Simpelnya? Dia kayak bilang, “capek lo sama doom-scrolling berita resesi, nih kita kasih good news soal recovery industri lokal.”

09:30 WIB – Kedatangan dengan “Aura Good News”

Budi melangkah ke area lobby BEI dengan setelan jas biru yang memberi kesan profesional. Tanpa banyak gimmick, dia langsung disambut beberapa media yang udah standby. Yang bikin kita curiga ada hal menarik adalah map tebal yang dia pegang. Biasanya briefing begini isinya rilis pendek, tapi ini kayaknya laporan sesuatu yang lebih daging. Bener aja, beberapa menit kemudian langsung dimulai paparannya.

Kronologi Paparan: Dari Rasio Utang hingga Order Book

Dalam sesi yang berlangsung singkat namun padat, Budi memaparkan timeline strategi perusahaan pasca-restrukturisasi yang sempat bikin investor deg-degan:

  1. Rilis Rasio Utang per Juli 2026 – Dia membuka dengan data pelunasan kewajiban jatuh tempo. Angka debt-to-equity ratio (DER) berhasil ditekan dari 3,2x menjadi 1,5x dalam 12 bulan terakhir. Ini yang bikin sahamnya sempat auto-reject atas beberapa waktu lalu.
  2. Unlocking Value di Sektor Hulu – Budi menyebut perusahaan gak cuma jualan kain jadi. Mereka resmi mengakuisisi dua pabrik pemintalan benang di Jawa Tengah. “Ini buat securing bahan baku biar gak kena roller-coaster harga kapas global,” jelasnya.
  3. Order Book Q3 Full – Ini inti yang bikin semua orang legit curious. Kapasitas produksi mereka sudah fully booked sampai September 2026, terutama dari permintaan pasar domestik untuk seragam dan mitra ritel besar yang mulai meninggalkan supplier impor.

“Candaan Pasar” yang Jadi Bahan Viral

Saat sesi doorstop, ada momen yang langsung jadi bahan obrolan di grup saham pump-and-dump. Menanggapi pertanyaan soal rumor rights issue baru, Budi dengan santai menjawab, “Aku nggak mau lah kalau harus ngutang lagi, kreditor lama saja baru minggu lalu aku traktir nasi padang karena udah rampung pelunasan.” Candaan ini sontak meredakan spekulasi negatif yang beredar di forum Stockbit bahwa JECX bakal kembali menggelar aksi korporasi yang mendilusi saham retail.

Bukan Cuma Soal Cuan, Tapi Keberpihakan

Budi menekankan bahwa perbaikan yang signifikan ini bukan hasil spekulatif. Mereka mengklaim ada dampak positif dari kebijakan pemerintah soal pembatasan impor tekstil lewat beberapa beleid. Startup fesyen lokal pun kini melirik JECX alih-alih mencari supplier dari luar negeri. Jadi, ada benang merah “mutual benefit” antara regulasi, industri, dan brand lokal. Ini persis kayak tren support local, tapi dalam versi korporasi.

Kode Keras Buat Investor Gen Z

Warkini lihat ini sebagai sinyal bahwa emiten tekstil gak selamanya mati suri. Dengan strategi efisiensi dan hilirisasi, JECX mencoba rebranding image sebagai value stock yang siap cuan. Buat lo yang sering mainan micro-investing atau baru nyemplung di dunia saham, intinya Budi bilang: fundamental perusahaan ini udah jauh lebih sehat daripada dua tahun lalu.

Warkini mau tanya, nih: Di tengah gempuran produk fesyen instan impor, menurut lo brand lokal yang pakai bahan dari pabrik kayak JECX bisa lebih dilirik, gak? Atau lo tetap tim “harga miring” dulu baru cerita? Drop pendapat lo di mention Twitter/X kita dan ikutan polling di bawah, ya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User