Kawasan wisata dataran tinggi Puncak Ciumbuleuit (Punclut), Kota Bandung, mendadak diselimuti kabut asap pekat menyusul insiden kebakaran lahan kosong yang terjadi sejak awal pekan. Imbas pekatnya kepulan asap tersebut, sedikitnya 19 orang warga setempat dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah menghirup udara yang tercemar partikel debu dan abu sisa pembakaran.
Kondisi geografis Punclut yang berbukit ditambah hembusan angin kencang membuat kabut asap cepat terdorong ke arah pemukiman warga di sekitar lereng bukit. Warga yang sebagian besar terdiri dari kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, mulai mengeluhkan gangguan pernapasan, batuk terus-menerus, hingga mata perih sejak asap mengepung tempat tinggal mereka.
Kronologi Kebakaran Lahan hingga Asap Mengepung Pemukiman
Berdasarkan data dan laporan lapangan, berikut adalah rentetan kronologis kebakaran lahan ilalang yang melanda area Punclut:
- Senin Siang: Titik api pertama kali terpantau menyala di salah satu petak lahan kosong yang dipenuhi semak belukar kering di area Puncak Ciumbuleuit. Cuaca terik dan angin kencang membuat api merembet dengan sangat cepat.
- Senin Sore hingga Malam: Kobaran api kian meluas ke lereng perbukitan, menghasilkan kepulan asap tebal berwarna putih keabuan yang mulai turun dan menyelimuti kawasan pemukiman padat di bagian bawah.
- Selasa Pagi: Petugas pemadam kebakaran berhasil melokalisasi kobaran api utama, namun sisa bara dan material gambut kering masih terus mengepulkan asap tebal ke udara.
- Selasa Siang: Warga mulai berbondong-bondong memeriksakan diri ke pos kesehatan dan puskesmas setempat dengan keluhan sesak napas akut dan iritasi tenggorokan.
Dampak Paparan Asap terhadap Kesehatan Warga
Pemeriksaan medis awal mencatat sebanyak 19 warga terkonfirmasi menderita ISPA dan telah mendapatkan penanganan medis rawat jalan serta bantuan oksigen portabel. Partikel mikro dari abu pembakaran vegetasi kering sangat berbahaya bagi saluran pernapasan manusia jika dihirup dalam durasi lama.
"Asapnya tebal sekali dan baunya sangat menyengat sejak sore hari. Banyak anak-anak yang langsung batuk dan sesak napas. Kami terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat karena di dalam rumah pun asap masih terasa pekat," ungkap salah seorang warga terdampak di lokasi kejadian.
Langkah Cepat Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
Guna meminimalkan dampak buruk polusi udara yang masih tersisa di kawasan Punclut, tim gabungan dari instansi kesehatan dan dinas pemadam kebakaran terus bersiaga. Sejumlah langkah darurat pun telah dijalankan:
- Pembagian Masker Medis: Ribuan masker medis dan masker berstandar filtrasi tinggi dibagikan secara gratis kepada warga sekitar lereng Punclut.
- Pendinginan Area Terbakar: Petugas Diskar PB terus menyemprotkan air ke titik-titik bara tersembunyi (proses cooling down) guna mencegah api menyala kembali.
- Posko Kesehatan Darurat: Membuka layanan pemeriksaan pernapasan gratis di dekat area pemukiman warga terdampak.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada selama musim kemarau panjang. Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering, mengingat vegetasi di kawasan perbukitan Bandung Utara sangat mudah terpicu api dan berisiko membahayakan keselamatan publik.
Comments (0)