warkini.
Viral

BNPB Kerahkan 15 Ribu Personel Tangani Karhutla di Kalbar

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kalimantan Barat. Untuk mencegah meluasnya titik api serta kabut a

BNPB Kerahkan 15 Ribu Personel Tangani Karhutla di Kalbar

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kalimantan Barat. Untuk mencegah meluasnya titik api serta kabut asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menerjunkan ribuan personel gabungan ke berbagai titik rawan.

Langkah taktis ini diambil mengingat sebagian besar wilayah Kalbar didominasi oleh lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau tiba. Ketika api mulai menyusup ke lapisan bawah tanah gambut, pemadaman menjadi berkali-kali lipat lebih sulit dan membutuhkan penanganan intensif.

Pengerahan Kekuatan Penuh Satgas Gabungan

Tak tanggung-tanggung, BNPB memobilisasi sebanyak 15.091 personel satuan tugas (Satgas) gabungan untuk mengendalikan situasi di lapangan. Pasukan ini terdiri dari berbagai elemen terpadu, mulai dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni Kementerian LHK, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga para relawan lokal.

Kolaborasi lintas sektoral ini difokuskan pada pemadaman darat dan patroli pencegahan di area-area yang terdeteksi memiliki anomali suhu atau titik panas (hotspot).

"Operasi penanganan karhutla ini membutuhkan sinergi total. Kami tidak hanya mengandalkan pemadaman dari udara, tetapi kekuatan utama di darat harus memastikan bara api di dalam lahan gambut benar-benar padam total," ujar perwakilan pimpinan satgas dalam keterangannya.

Kombinasi Operasi Darat, Udara, dan Teknologi TMC

Selain mengerahkan belasan ribu personel darat, BNPB juga menyiagakan armada helikopter untuk mendukung operasi pemadaman cepat. Armada tersebut difungsikan untuk dua misi utama:

  • Helikopter Patroli: Memantau sebaran titik api secara real-time dari udara guna memetakan jalur pergerakan asap.
  • Helikopter Water Bombing: Menjatuhkan bom air di lokasi karhutla yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.
  • Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC): Menyemai awan hujan buatan untuk membasahi area gambut yang kering dan memadamkan api secara alami.

Kombinasi strategi darat dan udara ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, topografi Kalimantan Barat memiliki wilayah hutan lebat serta akses jalan yang minim, sehingga intervensi dari udara menjadi penyelamat saat kobaran api membesar dengan cepat.

Edukasi Masyarakat dan Antisipasi Kabut Asap

Selain fokus pada pemadaman api yang sedang berkobar, satgas juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan korporasi pemegang konsesi lahan. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar (slash and burn) terus ditekan melalui pendekatan persuasif maupun penegakan hukum yang tegas.

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan warga lokal—seperti meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)—tetapi juga mengancam transportasi udara dan berisiko memicu isu asap lintas batas negara (transboundary haze). Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh elemen diharapkan mampu menjaga langit Kalimantan Barat tetap bersih dan bebas asap sepanjang puncak kemarau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User