Tren konsumsi rokok elektronik atau vape di kalangan generasi muda kian mengkhawatirkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap fakta mengejutkan mengenai strategi pemasaran produk rokok elektronik di tingkat ritel. Sebagian besar produk yang beredar di pasaran sengaja dirancang dengan varian rasa manis dan kemasan menarik yang sangat berpotensi memikat anak-anak serta kelompok usia remaja.
Temuan ini merupakan hasil pengawasan intensif terhadap rantai peredaran produk zat adiktif di masyarakat. BPOM menyoroti bagaimana produsen memanfaatkan perisa makanan untuk mengaburkan bahaya nikotin bagi kesehatan anak di bawah umur.
Kronologi Temuan Pengawasan Ritel BPOM
Dalam forum diskusi bersama awak media di Jakarta, Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, Nova Emelda, membeberkan hasil proyek percontohan (pilot project) pengawasan rokok elektronik di tingkat ritel.
- Pelaksanaan Uji Petik Pasar: Tim pengawas BPOM melakukan penelusuran terhadap varian rokok elektronik cair dan kemasan pod sekali pakai yang beredar luas di berbagai gerai ritel modern dan toko khusus.
- Identifikasi Varian Rasa: Berdasarkan data analitis, tercatat 61,06 persen produk menggunakan profil rasa buah-buahan segar serta sensasi dingin (fruity ice).
- Evaluasi Bentuk dan Kemasan: Pengawas menemukan indikasi desain fisik produk yang makin ringkas, trendi, dan menyerupai benda sehari-hari sehingga mudah disamarkan oleh kelompok pelajar.
"Sebagian besar di atas 50 persen, tepatnya 61 persen itu aroma buah, aroma yang disukai oleh anak-anak, oleh remaja. Jadi kayak model rasa stroberi, rasa mangga," tegas Nova Emelda dalam keterangannya.
Daya Tarik Rasa Manis dan Bahaya Adiksi Dini
Karakteristik cairan rokok elektronik beraroma buah seperti stroberi, mangga, leci, hingga semangka terbukti efektif menurunkan persepsi risiko bahaya rokok pada remaja. Anak-anak kerap menganggap produk tersebut tidak berbahaya karena memiliki wangi manis dan tidak menyengat layaknya asap tembakau konvensional.
Padahal, paparan nikotin cair pada usia muda memiliki dampak jangka panjang yang fatal terhadap perkembangan fungsi kognitif otak:
- Ketergantungan Nikotin Instan: Garam nikotin (nicotine salts) yang sering digunakan diserap lebih cepat oleh tubuh tanpa menimbulkan rasa gatal di tenggorokan.
- Pintu Masuk Zat Adiktif Lain: Penggunaan rokok elektronik sejak usia dini memperbesar peluang remaja mencoba zat adiktif berbahaya lainnya.
- Risiko Kerusakan Paru Akut: Senyawa kimia perisa sintetis yang dipanaskan dapat mengendap dan memicu inflamasi pada jaringan paru-paru.
Langkah Penguatan Regulasi Produk Adiktif
Merespons temuan tersebut, BPOM menegaskan pentingnya langkah harmonisasi regulasi bersama kementerian dan lembaga terkait. Pengendalian ketat tidak hanya difokuskan pada uji laboratorium kandungan cairan, namun juga mencakup pembatasan promosi digital, standarisasi kemasan polos, serta penegakan hukum terhadap toko ritel yang menjual produk tembakau tanpa verifikasi usia konsumen.
Edukasi berbasis keluarga dan lingkungan sekolah dinilai menjadi benteng pertahanan utama guna mencegah anak-anak terjebak dalam gaya hidup adiktif yang terselubung di balik inovasi rasa manis industri rokok modern.
Comments (0)