Kawasan pusat perdagangan grosir Pasar Asemka, Roa Malaka, Jakarta Barat, mendadak mencekam setelah si jago merah melalap salah satu bangunan gudang penyimpan barang di area tersebut. Guna mempercepat proses pemadaman dan mengamankan lokasi dari potensi penjarahan maupun kerumunan warga, Tim SAR Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan langsung ke lokasi kejadian untuk membantu petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulparkat) DKI Jakarta.
Kehadiran personel kepolisian bertubuh tegap ini menjadi sangat krusial mengingat karakteristik kawasan Pasar Asemka yang sangat padat oleh peritel, pedagang kaki lima, serta lalu lalang kendaraan. Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan demi mencegah kobaran api merambat ke bangunan ruko lain yang letaknya saling berdempetan.
Kronologi Penanganan Kebakaran di Pasar Asemka
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden kebakaran ini berlangsung cepat dan membutuhkan penanganan sigap dari aparat gabungan. Berikut adalah runtutan kejadian di lokasi:
- Pukul 09.30 WIB — Kemunculan Asap Tebal: Warga dan pedagang di sekitar Roa Malaka dikagetkan oleh kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi dari bagian atas salah satu gudang penyimpanan barang.
- Pukul 09.45 WIB — Respons Cepat Damkar & Brimob: Petugas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta mengerahkan belasan armada pemadam, yang disusul kedatangan Tim SAR Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya untuk sterilisasi jalur evakuasi.
- Pukul 10.15 WIB — Pemblokiran dan Pengamanan Area: Personel Brimob langsung memasang garis polisi, mengurai kemacetan lalu lintas di sekitar Asemka, serta mengimbau warga yang tidak berkepentingan untuk menjauh dari lokasi pemadaman.
- Pukul 11.30 WIB — Api Berhasil Dilokalisir: Berkat kerja keras tim gabungan, kobaran api utama berhasil dijinakkan sehingga tidak menjangkau kompleks ruko dan pemukiman di sekitarnya.
Tantangan Pemadaman di Pusat Grosir Padat Penduduk
Proses penjinakan api di area Pasar Asemka bukanlah perkara mudah. Selain material di dalam gudang yang mendominasi bahan mudah terbakar seperti plastik, kertas, dan bahan sintetis, akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang menonton menjadi hambatan utama bagi armada pemadam kebakaran.
"Kami mengerahkan personel SAR Batalyon A Pelopor untuk memastikan jalur armada pemadam tetap terbuka, sekaligus membantu proses evakuasi barang-barang berharga milik warga serta meminimalkan risiko adanya korban jiwa," ujar perwakilan tim lapangan Brimob Polda Metro Jaya di lokasi kejadian.
Dalam operasi kemanusiaan ini, sebanyak 30 personel Brimob dikerahkan penuh berkolaborasi dengan 15 unit mobil Damkar. Kehadiran aparat Brimob juga difokuskan untuk menjaga keamanan barang-barang milik pedagang yang sempat dievakuasi ke bahu jalan agar tidak menjadi sasaran aksi kejahatan atau penjarahan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Proses Pendinginan dan Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan (cooling down) untuk menyisir titik-titik api tersembunyi yang berpotensi memicu api susulan. Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Pihak kepolisian setempat saat ini tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik di lantai atas gudang, namun kepastian resminya masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh dari tim ahli.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras bagi para pengelola gudang dan pemilik ruko di kawasan padat perdagangan seperti Pasar Asemka untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala serta menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memadai di setiap sudut bangunan.
Comments (0)