warkini.
Travel

Buenos Aires — Astrolog Lily Sullos Tewas Tragis Bersama Sang Adik

Sebuah kabar duka dan mengejutkan pernah menggetarkan publik Argentina pada pertengahan September 2013. Rumah asri di kawasan tenang La Lucila, utara Gran

Buenos Aires — Astrolog Lily Sullos Tewas Tragis Bersama Sang Adik

Sebuah kabar duka dan mengejutkan pernah menggetarkan publik Argentina pada pertengahan September 2013. Rumah asri di kawasan tenang La Lucila, utara Gran Buenos Aires, menjadi saksi bisu akhir perjalanan hidup seorang tokoh supranatural paling terkenal di negara tersebut. Lily Süllos, perempuan berusia 85 tahun yang selama puluhan tahun menjadi acuan ramalan bintang jutaan orang, ditemukan tak bernyawa bersama adik kandungnya, Luis Süllos (74).

Siang hari pada Minggu, 15 September 2013, kepolisian setempat mendapati pemandangan yang memilukan. Kedua saudara kandung itu terbaring kaku di dua kamar terpisah, masing-masing dengan luka tembak tepat di bagian kepala. Penyidikan polisi segera mengarah pada skenario kelam: sebuah pembunuhan yang disusul aksi bunuh diri, atau yang hangat diperbincangkan publik sebagai pacto suicida (perjanjian bunuh diri).

Pesan Terakhir Berbahasa Hungaria

Sebelum dentuman senjata rakitan mengakhiri hidup mereka, Luis sempat mengirimkan sebuah surat elektronik terakhir kepada sahabat dekatnya. Pesan yang ditulis dalam bahasa Hungaria—bahasa leluhur mereka—itu menjadi petunjuk kunci atas tragedi yang mengejutkan publik media South America tersebut.

"Solusinya akan sangat cepat dan bising. Saya akan memenuhi keinginannya agar dia tidak menderita dengan otak yang rusak, lumpuh, kesakitan, dan tanpa daya," tulis Luis dalam surel terakhirnya.

Ternyata, beberapa waktu sebelum kejadian, kondisi kesehatan Lily merosot tajam akibat serangan stroke hebat (derrame cerebral). Bagi Luis, melihat kakak tercintanya kehilangan kemampuan berpikir cerdas dan harus hidup dalam penderitaan fisik adalah sebuah kenyataan pahit yang tak sanggup ia saksikan lebih lama.

Sosok Legendaris di Dunia Astrologi

Kepergian Lily Süllos tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga publik luas. Lily bukan sekadar peramal biasa; ia adalah penulis belasan buku best-seller astrologi dan kerap menghiasi layar kaca televisi serta media cetak utama di Argentina. Wajahnya yang hangat dan ramah sangat familiar bagi masyarakat yang mencari petunjuk lewat bintang-bintang.

Kedua ikatan saudara ini dikenal sangat erat sepanjang hidup mereka. Mereka tinggal bersama di rumah La Lucila dan hampir tak pernah berpisah. Keterikatan emosional yang sangat mendalam inilah yang diduga menjadi dorongan kuat bagi Luis untuk mengambil langkah paling ekstrem dalam hidup mereka.

Analisis Kasus dan Kronologi Peristiwa

Untuk memahami gambaran fakta dari tragedi ini, berikut adalah ringkasan kronologi dan garis besar kejadian yang dirangkum tim redaksi:

Parameter Rincian Kejadian
Waktu Kejadian Minggu siang, 15 September 2013
Lokasi La Lucila, Gran Buenos Aires, Argentina
Korban Lily Süllos (85) & Luis Süllos (74)
Alat yang Digunakan Senjata api rakitan (pistol buatan sendiri)
Motif Utama Penyakit stroke parah yang diidap Lily & janji untuk tidak saling meninggalkan

Pihak kepolisian dan tim forensik yang melakukan olah TKP menyimpulkan bahwa Luis lebih dulu mengakhiri hidup sang kakak saat berada di kamarnya, sebelum akhirnya berjalan ke kamarnya sendiri dan menarik pelatuk senjata ke arah dirinya. Keputusan ini menunjukkan betapa frustrasinya Luis melihat penderitaan sang kakak yang tak lagi memiliki harapan untuk sembuh total.

Keputusan Kelam yang Mengguncang Publik

Kisah ini menjadi pengingat pahit tentang batasan rapuh kasih sayang manusia ketika berhadapan dengan penderitaan fisik yang ekstrem. Sepanjang kariernya, Lily Süllos memberikan harapan dan jalan terang lewat analisis perbintangannya kepada banyak orang, namun kisah hidupnya sendiri harus ditutup dengan cara yang sangat dramatis dan memilukan.

Meskipun pihak berwenang secara resmi mengkategorikan kasus ini sebagai homicidio seguido de suicidio (pembunuhan diikuti bunuh diri), di mata masyarakat dan penggemarnya, tragedi ini tetap dikenang sebagai bukti ikatan persaudaraan yang begitu pekat—meski harus berakhir pada bayang-bayang kelam keputusasaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User