BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India
Pemerintah semakin serius mendorong hilirisasi mineral strategis. Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) anyar yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, PT Perusahaan
Pemerintah semakin serius mendorong hilirisasi mineral strategis. Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) anyar yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), bersiap mengelola potensi logam tanah jarang atau *rare earth* dengan menggandeng mitra dari India. Kerja sama dengan Midwest Limited ini menjadi salah satu butir kesepakatan yang ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan, jajarannya bersama tim Perminas tengah serius menjajaki transfer teknologi pemisahan dan pemurnian *rare earth* dari Negeri Taj Mahal. Proses penjajakan itu bahkan sudah berlangsung intens melalui serangkaian kunjungan dan diskusi teknis di India.
Penjajakan Teknologi ke India
Brian menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah bertemu beberapa kali untuk membahas detail rencana kolaborasi. Tim dari Perminas dan BIM sudah bertolak ke India guna mempelajari langsung teknologi yang dimiliki Midwest Limited. Menurutnya, India merupakan salah satu negara yang cukup maju dalam penguasaan teknologi pemurnian mineral tanah jarang, sebuah komoditas yang kian krusial di era transisi energi dan digital."Jadi, kita sudah beberapa kali tim dari Perminas dan BIM juga sudah ke India, sudah dilakukan pembicaraan-pembicaraan. Jadi, India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth," ungkap Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menjalin kemitraan dagang, tetapi juga membangun fundamental industri pengolahan dari hulu hingga hilir. Pengalaman India dalam memurnikan *rare earth* diharapkan dapat mempercepat langkah Indonesia membangun ekosistem industri logam tanah jarang yang mandiri dan berdaya saing global.
Comments (0)