BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Pemerintah semakin serius mendorong hilirisasi mineral strategis. Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) anyar yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, PT Perusahaan

Jul 08, 2026 - 08:36
0 1
BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India
Pemerintah semakin serius mendorong hilirisasi mineral strategis. Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) anyar yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), bersiap mengelola potensi logam tanah jarang atau *rare earth* dengan menggandeng mitra dari India. Kerja sama dengan Midwest Limited ini menjadi salah satu butir kesepakatan yang ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan, jajarannya bersama tim Perminas tengah serius menjajaki transfer teknologi pemisahan dan pemurnian *rare earth* dari Negeri Taj Mahal. Proses penjajakan itu bahkan sudah berlangsung intens melalui serangkaian kunjungan dan diskusi teknis di India.

Penjajakan Teknologi ke India

Brian menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah bertemu beberapa kali untuk membahas detail rencana kolaborasi. Tim dari Perminas dan BIM sudah bertolak ke India guna mempelajari langsung teknologi yang dimiliki Midwest Limited. Menurutnya, India merupakan salah satu negara yang cukup maju dalam penguasaan teknologi pemurnian mineral tanah jarang, sebuah komoditas yang kian krusial di era transisi energi dan digital.
"Jadi, kita sudah beberapa kali tim dari Perminas dan BIM juga sudah ke India, sudah dilakukan pembicaraan-pembicaraan. Jadi, India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth," ungkap Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menjalin kemitraan dagang, tetapi juga membangun fundamental industri pengolahan dari hulu hingga hilir. Pengalaman India dalam memurnikan *rare earth* diharapkan dapat mempercepat langkah Indonesia membangun ekosistem industri logam tanah jarang yang mandiri dan berdaya saing global.

Potensi dan Mandat Perminas

PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sendiri merupakan BUMN baru yang dibentuk BPI Danantara dengan misi khusus untuk mengonsolidasikan pengelolaan dan hilirisasi mineral nasional, termasuk *rare earth*. Indonesia memiliki potensi cadangan mineral tanah jarang yang signifikan, terutama sebagai produk sampingan dari penambangan timah di Bangka Belitung serta kandungan monasit di berbagai wilayah lain. Selama ini, nilai tambah dari komoditas tersebut belum tergarap maksimal lantaran keterbatasan teknologi pemurnian domestik. Kerja sama dengan Midwest Limited dinilai bisa menjadi katalis penting. Dengan menguasai teknologi pemisahan dan pemurnian, Perminas diharapkan mampu menghasilkan *rare earth* dalam bentuk oksida atau logam siap pakai yang bernilai berkali-kali lipat dibandingkan bahan mentah. Tujuannya bukan sekadar substitusi impor, melainkan juga menembus rantai pasok global untuk magnet permanen, baterai, komponen elektronik, hingga peralatan pertahanan yang sangat bergantung pada 17 elemen tanah jarang. Penjajakan ini sekaligus menegaskan arah baru diplomasi ekonomi Indonesia, yang semakin agresif mengajak mitra strategis untuk berinvestasi di sektor mineral kritis. Jika rencana pengelolaan *rare earth* berjalan sesuai jadwal, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan pada pemain dominan di pasar logam tanah jarang, yang selama ini dikuasai oleh segelintir negara. Langkah Perminas dan BIM ini akan terus dipantau publik, mengingat proyek hilirisasi mineral tanah jarang menjadi salah satu penopang peta jalan industrialisasi nasional. Demikian laporan Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User