I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta adalah Bupati Badung yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Bersama wakilnya, I Ketut Suiasa, ia memenangi Pilkada Badung 2015 dengan perolehan suara lebih dari 60 persen, kem
I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta adalah Bupati Badung yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Bersama wakilnya, I Ketut Suiasa, ia memenangi Pilkada Badung 2015 dengan perolehan suara lebih dari 60 persen, kemudian terpilih kembali pada Pilkada 2020 dengan dukungan mencapai 82 persen suara. Giri Prasta merupakan kader PDI Perjuangan dan dikenal sebagai pemimpin yang membawa Badung menjadi kabupaten dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Indonesia di luar sektor migas, menembus Rp 7,3 triliun pada tahun 2023.
Profil dan Latar Belakang
I Nyoman Giri Prasta lahir di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada 7 Desember 1967. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Badung sebelum melanjutkan studi ke jenjang sarjana. Giri Prasta meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Ngurah Rai, Denpasar. Jejak politiknya dimulai dari akar rumput: ia pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pelaga sebelum terpilih sebagai anggota DPRD Badung. Karir politiknya terus menanjak — ia kemudian dipercaya sebagai Ketua DPRD Badung periode 2014–2015, posisi yang memberinya pengalaman legislatif sebelum bertarung di eksekutif. Sebelum menjadi bupati, Giri Prasta juga aktif di struktur partai sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, posisi yang masih dipegangnya hingga kini.
Program Unggulan dan Kinerja
Sejak menjabat, Giri Prasta mencanangkan sejumlah program strategis yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Di bidang kesehatan, program Badung Sehat menjadi andalan. Melalui program ini, seluruh warga Badung yang memiliki KTP dan KIS Badung Sehat mendapatkan layanan kesehatan gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit rujukan, termasuk untuk tindakan operasi dan cuci darah. Data Dinas Kesehatan Badung mencatat, pada tahun 2023 lebih dari 420.000 warga terdaftar sebagai peserta aktif, dengan total klaim mencapai Rp 180 miliar per tahun. Program ini diperkuat dengan keberadaan 11 puskesmas rawat inap dan layanan ambulans 24 jam.
Di sektor infrastruktur, Giri Prasta menggenjot pembangunan jalan lingkungan dan fasilitas publik. Selama dua periode kepemimpinannya, Pemkab Badung telah membangun lebih dari 1.200 kilometer jalan beton di tingkat desa dan kelurahan. Salah satu proyek monumental adalah revitalisasi Pasar Seni Sukawati yang menelan anggaran Rp 96 miliar, diresmikan pada tahun 2022 sebagai ikon baru ekonomi kreatif Bali. Di bidang pendidikan, ia meluncurkan beasiswa penuh bagi 5.000 mahasiswa asal Badung per tahun, mencakup biaya kuliah dan tunjangan hidup, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 50 miliar per tahun sejak 2018. Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
Tantangan dan Kontroversi
Masa kepemimpinan Giri Prasta tidak lepas dari tantangan berat, terutama guncangan pandemi COVID-19 yang memukul sektor pariwisata — tulang punggung ekonomi Badung. Pendapatan daerah sempat anjlok hingga 40 persen pada tahun 2020, memaksa rasionalisasi anggaran besar-besaran. Namun, Badung berhasil pulih lebih cepat berkat strategi diversifikasi PAD melalui pajak restoran dan hotel yang kembali menggeliat pada 2022. Di sisi lain, kritik mengemuka terkait proyek revitalisasi Pantai Kedonganan senilai Rp 200 miliar yang dinilai sejumlah kalangan masyarakat belum sepenuhnya menyerap aspirasi nelayan setempat. Selain itu, tingginya ketergantungan fiskal pada sektor pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Giri Prasta merespons dengan mendorong pengembangan desa wisata dan pertanian organik di wilayah Badung utara sebagai upaya pemerataan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Comments (0)