Bupati Langkat Kena OTT KPK di Medan, Dibawa ke Jakarta Siang Ini
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin yang akrab disapa Ondim, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Sumatera Utara. Informasi ya
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin yang akrab disapa Ondim, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Sumatera Utara. Informasi yang dihimpun media kami menyebutkan penangkapan berlangsung di kediaman pribadi sang bupati pada Jumat dini hari (3/7/2026). Usai diamankan, Syah Afandin dijadwalkan langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Kronologi Penangkapan di Medan
Penangkapan terhadap orang nomor satu di Kabupaten Langkat itu terjadi tanpa perlawanan berarti. Petugas KPK yang telah melakukan pengintaian selama beberapa waktu bergerak cepat begitu bukti dugaan transaksi korupsi terpenuhi. Syah Afandin diamankan saat berada di rumah pribadinya yang berlokasi di kawasan elite Medan.
"Yang pasti, Bupati diamankan di rumah pribadinya yang berlokasi di wilayah Medan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).
Budiyono tidak merinci detail barang bukti yang disita, namun ia menegaskan penangkapan ini adalah hasil kerja penyelidikan panjang. Dari informasi yang beredar, Syah baru saja menyelesaikan kegiatan pribadi sebelum petugas tiba dan menunjukan surat penangkapan resmi.
Total Tujuh Orang Diamankan
Selain Bupati Langkat, KPK mengamankan enam orang lainnya dalam operasi senyap tersebut. Ketujuh orang yang terdiri dari pihak pemberi dan penerima suap itu tengah menjalani pemeriksaan di Markas Komando Polda Sumatera Utara sebelum dipindahkan ke Jakarta. Laporan dari lokasi menyebutkan para terduga berasal dari kalangan pengusaha dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Operasi ini memperpanjang daftar kepala daerah di Sumatera Utara yang tersandung kasus korupsi. Sebelumnya, pada awal 2022, Bupati Langkat saat itu, Terbit Rencana Perangin-angin, juga ditangkap KPK dalam perkara suap proyek infrastruktur. Langkat kini menjadi sorotan setelah dua bupatinya secara berturut-turut ditindak karena dugaan pelanggaran serius.
Penerbangan ke Jakarta dan Proses Hukum
Syah Afandin dijadwalkan tiba di Jakarta pada siang hari ini menggunakan pesawat komersial dengan pengawalan ketat. Setibanya di ibu kota, ia akan dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai tersangka. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum ketujuh orang yang diamankan.
Kasus yang menjerat Syah diduga berkaitan dengan pengelolaan anggaran daerah atau perizinan proyek senilai puluhan miliar rupiah. Media kami masih melakukan pendalaman terkait pasal yang akan disangkakan. Budi Prasetyo berjanji akan menggelar konferensi pers resmi setelah pemeriksaan awal rampung. "Kami akan menyampaikan konstruksi perkara secara lengkap beserta barang buktinya pada jumpa pers sore nanti," pungkasnya.
Comments (0)