Cak Imin Sambut Prioritas MBG Busui, Bumil dan Balita: Tapi SD-SMP Dapat

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, memberikan pernyataan resmi terkait arah baru program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Jul 08, 2026 - 00:08
0 1
Cak Imin Sambut Prioritas MBG Busui, Bumil dan Balita: Tapi SD-SMP Dapat

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, memberikan pernyataan resmi terkait arah baru program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangannya di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026), ia menegaskan dukungannya terhadap penetapan tiga kelompok prioritas utama dalam distribusi program tersebut, yakni ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil), dan anak balita.

Menurut Cak Imin, langkah memfokuskan sasaran pada tiga kelompok rentan ini merupakan strategi yang paling tepat di tengah berbagai evaluasi dan pembenahan yang tengah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru. Ia menyoroti pentingnya memilih skala prioritas yang jelas agar intervensi gizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Skala Prioritas Paling Tepat

Cak Imin memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan baru BGN yang dinilainya mampu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Ia menekankan bahwa penentuan prioritas harus didasarkan pada dampak paling krusial bagi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

"Saya sangat menyambut baik kepemimpinan BGN yang baru. Tentu dengan evaluasi, cara kerja, skala prioritas. Yang paling penting adalah memilih skala prioritas. Saya melihat skala prioritas, busui, bumil, balita, itu skala prioritas yang paling tepat," ujar Cak Imin di hadapan awak media di Senayan.

Penetapan skala prioritas ini, lanjut Cak Imin, sudah melalui pertimbangan matang. Seribu hari pertama kehidupan, yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode emas yang tidak boleh terlewatkan. Kekurangan gizi pada fase ini bisa menyebabkan dampak permanen yang sulit diperbaiki di masa depan, seperti stunting dan gangguan perkembangan kognitif.

Implikasi bagi Siswa SD-SMP

Pernyataan Cak Imin ini menarik perhatian lantaran menyiratkan adanya pergeseran fokus dari penerima MBG sebelumnya. Di awal peluncurannya, program ini secara masif menyasar siswa-siswi SD dan SMP sebagai penerima utama. Namun, dengan adanya penekanan pada tiga prioritas baru, publik bertanya-tanya bagaimana nasib distribusi MBG untuk para pelajar.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh tim peliput Warkini.com, Cak Imin tidak secara eksplisit menyatakan penghentian program untuk siswa SD dan SMP. Sinyalemen yang ditangkap justru mengarah pada kemungkinan adanya penyesuaian mekanisme distribusi. Program untuk anak-anak sekolah diperkirakan tetap berjalan, namun dengan porsi dan frekuensi yang mungkin berbeda dari kelompok prioritas utama.

"Kita pastikan bahwa generasi muda kita, khususnya yang masih duduk di bangku SD-SMP, tetap menjadi perhatian. Hanya saja, untuk saat ini, penyelamatan pada fase awal kehidupan menjadi lebih mendesak untuk segera dituntaskan," jelas Cak Imin, memberikan sedikit gambaran mengenai keberlanjutan program.

Wacana perubahan prioritas ini muncul di tengah serangkaian pembenahan internal yang dibeberkan oleh jajaran terkait. Media kami sebelumnya telah melaporkan adanya pengakuan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengenai banyaknya masalah yang harus diselesaikan di internal BGN. Zulhas secara terbuka menyatakan bahwa pembenahan internal merupakan langkah fundamental sebelum program bisa dieksekusi secara maksimal ke seluruh segmen penerima manfaat.

Dengan adanya dukungan dari Cak Imin, arah kebijakan MBG kini dipastikan akan lebih terstruktur. Fokus pada ibu menyusui, ibu hamil, dan balita diharapkan bisa memangkas angka tengkes secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sementara cakupan untuk siswa SD-SMP akan terus berproses seiring rampungnya evaluasi teknis di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User