Cedera Paksa Messi Keluar Lapangan, Argentina Taklukkan Austria
AT&T Stadium di Arlington, Texas, yang biasanya menjadi panggung para bintang NFL, pada Senin malam (22/6/2026) berubah menjadi gelanggang emosi bagi jutaan penggemar sepak bola dunia. Di bawah sorota...
AT&T Stadium di Arlington, Texas, yang biasanya menjadi panggung para bintang NFL, pada Senin malam (22/6/2026) berubah menjadi gelanggang emosi bagi jutaan penggemar sepak bola dunia. Di bawah sorotan lampu stadion yang menjulang, tim nasional Argentina memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan laga sengit melawan Austria pada matchday pertama Grup J. Namun, pandangan semua penonton seolah hanya tertuju pada satu sosok: Lionel Messi.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Argentina, yang tampil dengan formasi 4-3-3, langsung mengambil inisiatif serangan yang dibangun dari kaki Messi di lini tengah. Pemain berusia 39 tahun itu masih menunjukkan sentuhan magisnya, mengirimkan umpan-umpan terobosan yang membelah pertahanan Austria. Gol pembuka lahir pada menit ke-23 lewat aksi brilian Julian Alvarez yang menerima umpan terobosan matang dari kapten Albiceleste. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Sorak Sorai Berubah Sunyi
Memasuki babak kedua, Austria meningkatkan intensitas permainan. Tekanan fisik yang tinggi dari para pemain Das Team membuat Argentina harus bekerja lebih keras. Messi, yang beberapa kali terjatuh dan menerima tekel keras, mulai menunjukkan gestur tidak nyaman. Pada menit ke-67, ia terlihat memegang bagian belakang paha kirinya setelah berlari mengejar bola di sisi kanan penyerangan. Tim medis Argentina segera memberikan sinyal ke bangku cadangan.
Tepat di menit ke-71, papan pengganti menunjukkan nomor 10. Messi berjalan keluar lapangan dengan langkah penuh beban, menyeka keringat sekaligus tampak menahan perih. Penonton yang tadinya bergemuruh langsung terdiam, lalu seketika berganti dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghormatan. Sang megabintang melambaikan tangan ke seluruh penjuru tribun sebelum menerima jaket dari staf pelatih dan duduk di sisi cadangan dengan wajah lesu. Ia digantikan oleh gelandang muda, Exequiel Zeballos.
Kemenangan dengan Kekhawatiran
Tanpa Messi, Argentina tetap mampu menambah keunggulan. Pada menit ke-84, Enzo Fernandez mencetak gol spektakuler lewat tendangan jarak jauh yang menghunjam deras ke pojok atas gawang Austria. Skor 2-0 pun menjadi hasil akhir yang memastikan tiga poin pertama bagi tim asuhan Lionel Scaloni. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah kondisi sang kapten.
Dalam konferensi pers usai laga, Scaloni berusaha meredakan kecemasan publik Argentina. "Messi merasakan sedikit ketidaknyamanan di hamstring. Kami memutuskan untuk menariknya sebagai langkah pencegahan. Ini bukan cedera serius, tapi kami harus memastikan dia tetap bugar untuk laga-laga berikutnya," ujar sang pelatih. Sementara itu, Messi sendiri terlihat berjalan dengan bantuan es balutan di paha kirinya saat meninggalkan stadion menuju bus tim.
Mimpi Berlanjut
Kemenangan ini menempatkan Argentina di puncak klasemen sementara Grup J, berdampingan dengan laga Meksiko vs Korea Selatan yang akan digelar sehari setelahnya. Pertandingan melawan Austria memang bukan final, tetapi menjadi pengingat bahwa perjalanan mempertahankan gelar juara dunia tidak akan pernah mudah.
Para penggemar di seluruh dunia, termasuk jutaan pendukung di Indonesia yang menonton dini hari, kini hanya bisa berharap agar Messi pulih tepat waktu untuk menghadapi Meksiko pada 27 Juni mendatang. Karena satu hal yang pasti: mimpi Argentina untuk kembali menapaki jalan kejayaan sangat bergantung pada kaki kiri sang maestro yang telah memberi begitu banyak kebahagiaan.
Baca juga:
Comments (0)