warkini.
Viral

China Desak AS Hentikan Militerisasi Luar Angkasa

Halo pembaca Warkini.com! Ketegangan antara dua raksasa dunia, Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, kini tidak lagi terbatas di darat, laut, atau wil

China Desak AS Hentikan Militerisasi Luar Angkasa

Halo pembaca Warkini.com! Ketegangan antara dua raksasa dunia, Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, kini tidak lagi terbatas di darat, laut, atau wilayah udara. Gesekan diplomasi kedua negara superpower ini telah membumbung tinggi hingga ke luar angkasa. Pemerintah China secara tegas menyampaikan peringatan keras atau "ultimatum" kepada Amerika Serikat agar segera menghentikan ekspansi militerisasi di ruang angkasa. Beijing menilai bahwa tindakan provokatif Washington dapat memicu perlombaan senjata global yang sangat membahayakan keselamatan bumi dan ekosistem antariksa.

Peringatan ini muncul setelah Kementerian Luar Negeri China menyoroti semakin agresifnya pembentukan armada dan infrastruktur tempur luar angkasa oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Pemerintah China menegaskan bahwa antariksa seharusnya menjadi domain bersama milik seluruh umat manusia yang dimanfaatkan murni untuk tujuan damai, bukan panggung baru persaingan senjata mematikan yang mengancam stabilitas strategis global.

Eskalasi Kekuatan Militer AS di Luar Angkasa

Sejak pembentukan US Space Force (Angkatan Luar Angkasa AS) sebagai cabang militer baru, fokus strategi pertahanan Washington memang bergeser signifikan ke ranah orbital. Ketergantungan dunia modern pada teknologi satelit—mulai dari sistem navigasi GPS, komunikasi sipil, hingga sistem peringatan dini rudal balistik—menjadikan ruang angkasa wilayah yang sangat vital dan rentan.

Berikut adalah kronologi dan alur eskalasi ketegangan antara kedua negara di domain antariksa:

  1. Pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS: Washington secara resmi menjadikan antariksa sebagai medan tempur (war-fighting domain) dan memperkuat pengawasan satelit militer.
  2. Pengembangan Teknologi Senjata: Peningkatan uji coba sistem pertahanan rudal, teknologi pencegat satelit, serta riset pencegatan berbasis antariksa yang memicu respon defensif dari negara lain.
  3. Ultimatum Diplomasi China: Beijing mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk memperketat perjanjian pencegahan senjata di luar angkasa (Prevention of an Arms Race in Outer Space / PAROS).

Menurut pernyataan juru bicara diplomasi antariksa China, "Dunia harus mencegah luar angkasa menjadi medan perang berikutnya. Kepentingan dominasi sepihak dari Amerika Serikat berisiko merusak tata kelola antariksa yang aman, adil, dan terbuka bagi semua bangsa."

Perbandingan Strategi Pertahanan Antariksa AS vs China

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai konstelasi persaingan ini, berikut tabel perbandingan fokus kebijakan dan pendekatan antariksa antara Amerika Serikat dan China saat ini:

Kategori Perbandingan Amerika Serikat (AS) China (RRC)
Doktrin Utama Antariksa Dominasi Antariksa sebagai domain tempur resmi Pemanfaatan Damai & pertahanan aset orbital
Struktur Organisasi Militer US Space Force (Resmi berdiri sejak 2019) Pasukan Pendukung Strategis (PLA SSF)
Fokus Teknologi Pertahanan Satelit komunikasi militer & pertahanan rudal orbital Stasiun luar angkasa Tiangong & navigasi BeiDou
Posisi Hukum Internasional Cenderung menolak pembatasan ketat traktat baru Mendorong Traktat Larangan Senjata Antariksa (PAROS)

Ancaman Perlombaan Senjata dan Dampak Global

Para pengamat keamanan internasional khawatir jika penumpukan militer terus berlangsung tanpa kontrol, dampaknya tidak hanya merugikan negara-negara besar. Konflik atau bahkan sekadar uji coba senjata di luar angkasa berpotensi menghasilkan jutaan keping sampah antariksa (space debris) yang bergerak cepat. Sampah ini bisa menghancurkan satelit komersial, mengganggu navigasi penerbangan sipil, memutus jaringan internet global, hingga melumpuhkan transaksi keuangan berbasis satelit di seluruh dunia.

Pemerintah China menegaskan bahwa jika AS terus melanjutkan proyek militerisasi luar angkasa secara sepihak, perlombaan senjata orbital tidak akan terhindarkan dan dapat meruntuhkan Traktat Ruang Angkasa 1967.

China imbau agar Amerika Serikat segera menghentikan retorika konfrontatif dan kembali ke meja perundingan multinasional. Kebijakan militerisasi ruang angkasa dinilai sangat kontraproduktif terhadap upaya global dalam menjaga keberlanjutan eksplorasi sains dan antariksa bagi generasi mendatang.

China mendesak AS menghentikan militerisasi di ruang angkasa. Langkah militer AS dinilai dapat memicu perlombaan senjata orbital yang mengancam satelit dan infrastruktur teknologi dunia. Simak ulasan beritanya di Warkini.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User