warkini.
Viral

Demo Pelajar STM di Pejompongan Berakhir Ricuh Diterjang Gas Air Mata

Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak berubah menjadi arena bentrokan yang mencekam pada Rabu sore. Ribuan massa yang didominasi oleh p

Demo Pelajar STM di Pejompongan Berakhir Ricuh Diterjang Gas Air Mata

Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak berubah menjadi arena bentrokan yang mencekam pada Rabu sore. Ribuan massa yang didominasi oleh pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terlibat gesekan sengit dengan aparat kepolisian usai menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Suasana yang awalnya berupa aksi penyampaian aspirasi perlahan memanas ketika barisan massa terdorong mundur dari arah perlintasan rel Palmerah dan bagian belakang kompleks parlemen menuju pemukiman serta jalan raya Pejompongan. Dentuman proyektil gas air mata berkali-kali memecah keheningan sore, menciptakan kepulan asap putih pekat yang memerihkan mata.

Kronologi Ketegangan di Belakang Gedung Parlemen

Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 16.00 WIB ketika massa pelajar mencoba bertahan dari dorongan pasukan antihuru-hara. Aparat kepolisian yang dilengkapi dengan tameng, tongkat pemukul, dan kendaraan taktis terus memecah kerumunan guna mencegah massa kembali mendekati gerbang belakang parlemen.

Massa membalas barikade petugas dengan lemparan batu, petasan, hingga berbagai benda keras yang ditemukan di sekitar jalan. Akibat eskalasi yang kian tak terkendali, polisi mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa yang berkumpul di sepanjang Jalan Pejompongan Raya.

"Asap gas air matanya sangat tebal dan langsung masuk ke gang-gang pemukiman. Kami panik dan langsung menutup rapat pintu warung karena mata terasa sangat perih," tutur Hartono (48), salah seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian.

Dampak Bentrokan terhadap Akses dan Lingkungan Sekitar

Bentrokan yang berlangsung hingga menjelang malam tersebut melumpuhkan aktivitas perekonomian dan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis Jakarta Pusat. Beberapa dampak penting dari kericuhan ini meliputi:

  • Lumpuhnya Arus Lalu Lintas: Akses kendaraan dari arah Slipi menuju Pejompongan, Karet Tengsin, maupun Bendungan Hilir ditutup total demi keselamatan pengendara.
  • Aktivitas Niaga Terhenti: Pertokoan, minimarket, dan pedagang kaki lima di sekitar Pejompongan memilih menghentikan operasional lebih awal untuk menghindari kerusakan.
  • Warga Terdampak Gas Air Mata: Puluhan warga sekitar, termasuk anak-anak dan lansia, terpaksa mengungsi ke area yang lebih aman karena hembusan asap gas air mata yang terbawa angin ke pemukiman.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Pascakericuhan

Aparat keamanan terus mengimbau massa melalui pengeras suara agar segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Di saat yang sama, tim medis dan sukarelawan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) sibuk memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah pelajar dan warga yang mengalami sesak napas serta luka ringan akibat lemparan batu.

Hingga malam hari, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di beberapa titik persimpangan Pejompongan untuk memastikan tidak ada kelompok massa yang berkumpul kembali dan menjaga stabilitas keamanan di sekitar fasilitas publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User