Deretan Insiden PHK Massal Tokopedia Usai Dicaplok TikTok
Jakarta – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menerpa Tokopedia, platform e-commerce yang kini berada di bawah kendali TikTok. Kali ini, kabar yang beredar menyebutkan jumlah karyawan
Jakarta – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menerpa Tokopedia, platform e-commerce yang kini berada di bawah kendali TikTok. Kali ini, kabar yang beredar menyebutkan jumlah karyawan yang terkena dampak bisa mencapai 90 persen dari total tenaga kerja perusahaan. Angka ini sontak mengguncang publik dan para pegawai loyal yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di perusahaan rintisan berusia 17 tahun tersebut.
Penyelarasan Organisasi Fokus R&D
Dalam pernyataan resmi yang diterima media kami, manajemen TikTok tidak menampik kabar PHK tersebut, meski enggan merinci secara pasti berapa banyak karyawan yang terdampak. Pihaknya hanya mengonfirmasi bahwa saat ini sedang dilakukan penyelarasan struktur organisasi, terutama pada divisi riset dan pengembangan (R&D). Langkah ini diakui sebagai bagian dari strategi efisiensi dan penajaman fokus bisnis pasca-akuisisi.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangannya kepada Warkini.com, Jumat (3/7/2026).
Manajemen menegaskan bahwa mereka akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan, termasuk pesangon dan dukungan pencarian kerja baru bagi para pegawai yang terdampak. Namun, ketiadaan angka pasti memunculkan spekulasi bahwa skala PHK kali ini memang sangat besar dan berpotensi mengubah wajah Tokopedia seperti yang dikenal selama ini.
Riwayat PHK Pasca-Akusisi TikTok
Ini bukan kali pertama Tokopedia dihantam PHK massal sejak diakuisisi oleh raksasa media sosial asal Tiongkok tersebut. Awal tahun lalu, setelah integrasi TikTok Shop dengan Tokopedia rampung, perusahaan sempat melakukan perampingan dengan memberhentikan sekitar 450 karyawan. Gelombang berikutnya terjadi pada pertengahan 2025, di mana posisi-posisi yang dianggap tumpang tindih antara ekosistem TikTok dan Tokopedia mulai dihapus secara bertahap. Kini, dengan laporan PHK hingga 90 persen, banyak pihak menilai ini adalah fase paling drastis dalam sejarah perusahaan.
Para pengamat menilai, langkah efisiensi ini merupakan konsekuensi dari upaya TikTok menyatukan dua entitas bisnis yang memiliki budaya kerja dan model operasional sangat berbeda. Tokopedia yang semula berdiri sebagai perusahaan teknologi lokal dengan fokus pemberdayaan UMKM, kini perlahan bertransformasi menjadi bagian dari mesin besar ekosistem TikTok. Meski demikian, kenyataan pahit berupa ribuan pekerja yang kehilangan pekerjaan sulit dihindari, terutama bagi mereka yang berada di unit yang kini dianggap tidak lagi menjadi prioritas strategis.
Dampak bagi Ekosistem Digital Lokal
Berkurangnya sumber daya manusia lokal di Tokopedia setelah akuisisi ini juga memicu kekhawatiran soal keberlanjutan inovasi digital dalam negeri. Banyak talenta teknologi yang selama ini mengembangkan fitur-fitur khas Indonesia, seperti sistem logistik antar-kota hingga integrasi warung tradisional. Jika penyelarasan R&D hanya berpusat pada pengembangan platform TikTok secara global, dikhawatirkan sentuhan lokal yang menjadi kekuatan Tokopedia akan meredup.
Di sisi lain, TikTok belum memberikan indikasi apakah akan ada gelombang tambahan setelah pengumuman ini. Yang jelas, suasana di kalangan pekerja Tokopedia saat ini diliputi kecemasan. Sejumlah forum internal mempertanyakan transparansi proses PHK, mengingat besaran pemangkasan yang dikabarkan. Sampai berita ini diturunkan, manajemen masih menolak menyebut berapa persis jumlah akhir karyawan yang akan bertahan setelah proses penyelarasan organisasi ini tuntas.
Comments (0)