Desak Made Berlatih di Parkir Hotel Demi Olimpiade Paris 2024
Bekasi — Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di area parkir Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah. Di antara kendaraan yang terparkir, seorang atlet nasional justru tengah beraksi di dinding p...
Bekasi — Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di area parkir Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah. Di antara kendaraan yang terparkir, seorang atlet nasional justru tengah beraksi di dinding panjat portabel. Dialah Desak Made Rita Kusuma Dewi, andalan Indonesia yang tengah mematangkan persiapan menuju panggung terbesar olahraga dunia, Olimpiade Paris 2024.
Pada Selasa (5/3/2024), Desak Made terlihat serius menjalani serangkaian latihan intensif. Butiran keringat membasahi wajahnya saat ia berulang kali melesat di jalur speed climbing. Sorot matanya penuh determinasi, seolah tak peduli dengan keterbatasan lokasi. Sesi itu merupakan bagian dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang sengaja digelar di ruang terbuka demi menjaga ritme kompetitif menjelang keberangkatan ke Paris.
Siasat Adaptasi di Venue Tak Lazim
Mengapa sebuah pelatihan nasional harus dilakukan di area parkir hotel? Kondisi ini bukan tanpa alasan. Tim pelatih dan manajemen sengaja menciptakan skenario latihan yang dinamis. Dinding panjat portabel yang dibangun di lahan parkir memberikan sensasi berbeda sekaligus menguji kemampuan adaptasi atlet. Di tengah renovasi beberapa fasilitas standar, opsi ini diyakini tetap mampu menjaga kekuatan eksplosif dan reaksi start yang menjadi senjata utama Desak Made.
Pelatih tampak cermat memonitor setiap gerakan. Stopwatch terus berdenting, mencatat setiap sepersekian detik yang bisa menjadi pembeda di final olimpiade nanti. Tekanan mental pun sengaja dibangun. Bisingnya suara sekitar dan tatapan mata para tamu hotel simulasi derasnya sorotan publik yang akan dihadapi atlet 24 tahun itu di Paris.
Harapan Besar di Pundak Sang Peraih Tiket
Lolosnya Desak Made ke Olimpiade bukanlah kebetulan. Ia merupakan salah satu speedster putri terbaik yang dimiliki Indonesia. Kecepatannya di jalur 15 meter menjadi ancaman serius bagi kompetitor dunia. Di Kejuaraan Dunia 2023, ia sukses menyegel medali perunggu sekaligus mengunci tiket menuju Paris. Kini, fokusnya hanya tertuju pada satu misi: membawa pulang medali dari cabang olahraga panjat tebing yang untuk pertama kalinya mempertandingkan nomor speed secara terpisah.
“Ini bukan sekadar latihan fisik. Kita sedang menyusun strategi untuk menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Aleksandra Mirosław yang memegang rekor dunia. Setiap sesi adalah simulasi final,” begitu kira-kira tekanan yang membara di tengah tim pelatnas.
Di sela-sela istirahat, Desak Made sempat berpose di depan kamera. Senyum tipisnya memancarkan ketenangan, namun ada api besar yang menyala di baliknya. Api seorang atlet yang tak gentar meski harus berlatih di parkiran sekalipun. Kini, hitungan mundur menuju Olimpiade semakin dekat, dan Indonesia berharap besar pada aksi puncaknya di Paris nanti.
Baca juga:
Comments (0)