warkini.
Travel

DPR Desak Aparat Tangkap Pelaku Penembakan Petugas Pertanian Papua

Kabar duka kembali menyelimuti tanah Papua setelah insiden kekerasan bersenjata merenggut nyawa pelayan masyarakat. Tiga orang aparatur sipil dari Dinas Pe

DPR Desak Aparat Tangkap Pelaku Penembakan Petugas Pertanian Papua

Kabar duka kembali menyelimuti tanah Papua setelah insiden kekerasan bersenjata merenggut nyawa pelayan masyarakat. Tiga orang aparatur sipil dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dilaporkan gugur setelah menjadi korban penembakan brutal saat menjalankan tugas lapangan di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9). Peristiwa tragis ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk parlemen di Senayan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendesak aparat keamanan bergerak cepat dan tegas untuk mengungkap tuntas motif sekaligus menangkap para pelaku serta jaringan bersenjata yang bertanggung jawab atas penyerangan keji tersebut. Sukamta menegaskan bahwa penyerangan terhadap warga sipil dan petugas layanan publik adalah tindakan biadab yang tidak dapat ditoleransi.

"Aparat penegak hukum bersama jajaran keamanan harus segera mengusut tuntas peristiwa ini. Tangkap pelakunya dan bongkar jaringan di balik aksi keji ini hingga ke dalang-dalangnya. Petugas yang gugur sedang melayani masyarakat dan memajukan pertanian rakyat," tegas Sukamta dalam keterangannya.

Kronologi dan Rentetan Peristiwa di Lokasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan terjadi secara tiba-tiba ketika para petugas dinas pertanian sedang melakukan pendampingan program pertanian di lapangan. Berikut adalah alur kejadian yang dihimpun tim redaksi:

  1. Rabu Pagi: Rombongan petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya berangkat menuju Kampung Muliama untuk meninjau lahan dan memberikan penyuluhan pertanian kepada warga setempat.
  2. Siang Hari: Tanpa peringatan, sekelompok orang tak dikenal bersenjata api melepaskan tembakan ke arah kendaraan dan para petugas yang sedang beraktivitas.
  3. Pasca-Penyerangan: Sebanyak tiga orang petugas dinyatakan gugur di tempat akibat luka tembak, sementara situasi di sekitar lokasi sempat mencekam sebelum aparat gabungan tiba untuk melakukan evakuasi.
  4. Evakuasi dan Penyelidikan: Korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat, sementara aparat TNI-Polri langsung menyisir area sekitar guna mengejar kelompok penyerang.

Tantangan Nyata Pelayanan Publik di Daerah Rawan

Insiden penembakan ini membuktikan betapa rentannya keselamatan para abdi negara yang bertugas membangun kesejahteraan di wilayah pelosok Papua. Menurut Sukamta, pemerintah dan aparat keamanan harus segera mengevaluasi skema pengamanan bagi pegawai sipil yang bertugas di zona rawan konflik.

Beberapa poin penting yang disorot DPR terkait peristiwa ini antara lain:

  • Jaminan Keselamatan ASN: Perlunya pengawalan keamanan terpadu bagi instansi sipil yang menjalankan program pembangunan vital seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan di daerah rawan.
  • Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Aparat diminta tidak ragu mengambil tindakan terukur demi memutus ruang gerak kelompok bersenjata yang terus meneror warga sipil.
  • Kelangsungan Program Pangan: Pembangunan sektor pertanian di Papua Pegunungan tidak boleh terhenti akibat aksi teror, karena menyangkut ketahanan pangan masyarakat lokal.

Kini, publik menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk menyeret para pelaku ke meja pengadilan serta menjamin rasa aman bagi seluruh pelayan publik yang mengabdi di Bumi Cenderawasih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User