warkini.
Travel

Ekspor Florikultura Indonesia Tembus Rp3,51 Triliun ke 96 Negara

Siapa sangka, dedaunan hijau yang menyegarkan mata dan bunga-bunga cantik yang menghiasi sudut rumah kini tak lagi sekadar penghias teras? Di balik keindah

Ekspor Florikultura Indonesia Tembus Rp3,51 Triliun ke 96 Negara

Siapa sangka, dedaunan hijau yang menyegarkan mata dan bunga-bunga cantik yang menghiasi sudut rumah kini tak lagi sekadar penghias teras? Di balik keindahannya, industri florikultura Indonesia menyimpan potensi ekonomi raksasa yang mampu mengguncang pasar internasional. Merawat tanaman hias yang semula dianggap hobi pengisi waktu luang, kini resmi bertransformasi menjadi mesin pencetak devisa negara yang sangat menjanjikan.

Pemandangan serba hijau dan semarak warna-warni flora ini terasa begitu kental saat helatan Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 digelar di ICE BSD, Tangerang. Dalam ajang bergengsi tersebut, Badan Karantina Indonesia (Barantin) membawa kabar gembira bagi dunia pertanian dan perdagangan nasional yang patut diacungi jempol.

Bukan Lagi Sekadar Hobi, Ekspor Florikultura Melonjak Tajam

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa performa perdagangan tanaman hias nasional menunjukkan grafik yang luar biasa tajam. Berdasarkan catatan data sistem layanan karantina sepanjang 1 Januari hingga 14 September 2026, nilai ekspor komoditas florikultura Indonesia telah menembus angka fantastis, yakni Rp3,51 triliun.

Tak main-main, produk-produk florikultura hasil rakitan tangan dingin para petani lokal ini telah menjangkau hingga 96 negara tujuan di berbagai belahan dunia. Angka ini membuktikan bahwa pesona dan keanekaragaman hayati Indonesia diakui secara global serta memiliki nilai tawar yang sangat tinggi.

"Keindahan tanaman harus mampu kita transformasikan menjadi nilai tambah dan daya saing Indonesia. Potensi ini menunjukkan bahwa tanaman hias dan florikultura tidak lagi bisa dipandang sebatas hobi semata," tegas Abdul Kadir Karding usai membuka acara tersebut.

Karding menegaskan bahwa florikultura memiliki peran yang sangat strategis bagi masa depan ekonomi bangsa. Sektor ini merupakan bagian vital dari ekonomi hijau (green economy), industri kreatif, inovasi teknologi pertanian, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga pendorong utama peluang ekspor nasional.

Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Tema "United by Nature"

Pameran skala internasional yang mengusung tema "United by Nature" ini menjadi wadah krusial bagi bertemunya seluruh ekosistem florikultura. Mulai dari petani akar rumput, pemulia tanaman (breeder), pengelola persemaian (nursery), pelaku usaha skala ekspor, hingga para pengambil kebijakan di pemerintahan hadir saling bersinergi.

Berikut adalah ringkasan capaian kinerja ekspor florikultura Indonesia berdasarkan data terkini:

Indikator Capaian Data & Keterangan
Total Nilai Ekspor Rp3,51 Triliun
Jangkauan Pasar Ekspor 96 Negara Tujuan
Periode Pendataan 1 Januari – 14 September 2026
Lokasi Pameran Utama ICE BSD, Tangerang (FLOII Expo 2026)

Menurut Karding, kolaborasi yang solid antarpihak sangat dibutuhkan demi mengolah biodiversitas Indonesia yang sangat kaya. Tanpa adanya dorongan inovasi, peningkatan mutu, dan standardisasi produk yang baik, kekayaan hayati yang melimpah tersebut tidak akan mampu bersaing maksimal di tengah ketatnya kompetisi pasar global.

Peran Barantin Mengawal Mutu Produk di Pasar Global

Tentu saja, tingginya daya saing komoditas florikultura di pasar internasional tak bisa lepas dari jaminan kesehatan dan kualitas mutu tanaman. Di sinilah peran Badan Karantina Indonesia menjadi sangat vital. Barantin bertindak sebagai garda terdepan dalam memastikan seluruh produk ekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), sesuai standar phytosanitary yang ditetapkan negara tujuan.

Dengan pengawalan karantina yang ketat namun efisien, para pelaku usaha lokal dapat menembus hambatan non-tarif internasional dengan lebih mudah. Langkah strategis ini diharapkan mampu mempertahankan pasar yang sudah ada sekaligus membuka pintu ekspansi ke negara-negara baru di masa mendatang. Industri florikultura terbukti bukan sekadar pemanis taman, melainkan pilar ekonomi baru yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat capaian luar biasa industri tanaman hias nasional. Industri florikultura kini resmi jadi pilar ekonomi hijau pencetak devisa negara! Simak artikel selengkapnya di Warkini.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User