Emak-Emak Serbu Pasar Murah, Harga Sembako di Muaro Jambi Justru Naik

Pagi itu, puluhan emak-emak sudah berbaris rapi di sepanjang jalan menuju lokasi pasar murah di kawasan Sengeti, Muaro Jambi. Matahari belum sepenuhnya ter

Jul 11, 2026 - 12:16
0 0
Emak-Emak Serbu Pasar Murah, Harga Sembako di Muaro Jambi Justru Naik

Pagi itu, puluhan emak-emak sudah berbaris rapi di sepanjang jalan menuju lokasi pasar murah di kawasan Sengeti, Muaro Jambi. Matahari belum sepenuhnya terbit, namun semangat berburu sembako murah sudah membuncah. Mereka rela antre sejak pukul lima pagi demi mendapatkan kupon belanja. Sebagian membawa kantong plastik bekas, sebagian lagi menenteng tas anyaman sambil bercengkerama dengan tetangga. Namun, euforia itu perlahan berubah menjadi kekecewaan saat mereka melihat daftar harga yang terpampang di depan stan. Bukannya lebih murah, harga sejumlah kebutuhan pokok justru melambung tinggi dibandingkan pasar tradisional.

Fenomena Pasar Murah dan Ekspektasi Warga

Pasar murah selalu menjadi oase bagi masyarakat kecil di tengah gempuran inflasi. Program yang digagas pemerintah daerah ini biasanya menawarkan harga subsidi untuk beras, minyak goreng, gula, dan telur. Warga berbondong-bondong karena yakin bisa menghemat pengeluaran hingga 20 persen. Namun, yang terjadi di Muaro Jambi justru di luar dugaan. Dari pantauan di lapangan, harga beras premium mencapai Rp14.500 per kilogram, lebih tinggi dari harga normal di pasar terdekat yang hanya Rp13.800. Minyak goreng kemasan dua liter dijual Rp38.000, sedangkan di warung eceran masih bisa didapatkan seharga Rp36.500. Situasi ini membuat para ibu rumah tangga menggerutu.

"Saya datang jauh-jauh dari Desa Pudak berharap dapat beras murah. Ternyata malah lebih mahal. Kalau tahu begini, mending belanja di pasar biasa saja," keluh Masniati (47), salah seorang warga, dengan raut wajah lesu.

Analisis Penyebab Kenaikan Harga di Tengah Operasi Pasar

Fenomena paradoks ini memantik pertanyaan besar: mengapa operasi pasar justru menghadirkan harga yang tidak bersahabat? Pengamat ekonomi lokal, Ilham Fajri, menduga ada rantai distribusi yang tidak efisien. "Operasi pasar sering kali melibatkan banyak pihak ketiga yang mengambil margin keuntungan. Akibatnya, harga yang sampai ke konsumen tidak lagi mencerminkan subsidi pemerintah," jelasnya. Selain itu, faktor musim dan keterbatasan stok dari Bulog juga menjadi pemicu. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muaro Jambi menunjukkan alokasi beras untuk pasar murah mengalami pemangkasan 15 persen akibat keterlambatan pengiriman dari provinsi. Di sisi lain, permainan tengkulak yang memborong stok sebelum acara dimulai juga memperparah situasi.

KomoditasHarga Pasar MurahHarga Pasar Tradisional
Beras Premium (kg)Rp14.500Rp13.800
Minyak Goreng 2LRp38.000Rp36.500
Gula Pasir (kg)Rp16.200Rp15.800
Telur Ayam (kg)Rp28.000Rp27.200

Respons Pemerintah dan Harapan ke Depan

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Muaro Jambi, Masnah Busyro, berjanji akan segera melakukan evaluasi. "Kami akan mengaudit distributor dan memastikan harga benar-benar sesuai dengan ketentuan subsidi. Ini evaluasi serius agar tidak terulang," tegasnya melalui konferensi pers. Pemerintah juga berencana menggandeng kepolisian untuk memantau potensi penimbunan oleh spekulan. Sementara itu, warga berharap operasi pasar selanjutnya dapat menghadirkan harga yang lebih bersahabat. "Kami hanya ingin hidup layak dengan harga yang wajar. Jangan sampai namanya pasar murah tapi isinya bikin kantong jebol," tutup Masniati.

[SOCIAL_TWEET]: Operasi pasar murah di Muaro Jambi justru bikin kecewa. Emak-emak antre sejak subuh, harga sembako malah lebih mahal dari pasar biasa. Beras, minyak, gula—semua melonjak. Ada apa dengan distribusi subsidi? #SembakoMahal #PasarMurah #MuaroJambi[SOCIAL_TG]: 🛑 HARGA PASAR MURAH MALAH NAIK? Emak-emak di Muaro Jambi syok berat! Setelah antre berjam-jam, beras dan minyak goreng justru lebih mahal. Pemerintah janji evaluasi. Baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User