Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar bersama Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan langkah konkret dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini. Lewat agenda studi tiru ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, rombongan asal Pulau Dewata ini berupaya menyerap berbagai praktik baik serta inovasi pengelolaan layanan PAUD yang dinilai berprestasi di tingkat nasional.
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra. Agenda tersebut difokuskan untuk membedah strategi kepemimpinan Ibu PAUD dan Pokja PAUD Bantul yang sukses mengantarkan wilayahnya meraih penghargaan bergengsi.
Latar Belakang: Menilik Prestasi PAUD Kabupaten Bantul
Langkah Gianyar memilih Bantul sebagai lokus studi banding bukan tanpa alasan kuat. Kabupaten Bantul tercatat memiliki rekam jejak mentereng setelah Bunda PAUD Kabupaten Bantul sukses menyabet penghargaan Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025.
Pencapaian tersebut membuktikan adanya ekosistem pembinaan PAUD yang solid, terstruktur, dan berdampak nyata bagi tumbuh kembang anak. Hal inilah yang ingin dipelajari secara mendalam oleh jajaran pengurus PAUD Gianyar guna melengkapi peta jalan pendidikan anak usia dini di daerahnya.
“Ibu PAUD Kabupaten Bantul telah memperoleh Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi kami untuk melihat lebih dekat program dan inovasi yang telah dijalankan,” ujar Dayu Surya saat memaparkan maksud kunjungannya.
Kronologi Agenda Studi Tiru dan Poin Pembelajaran
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, rombongan Disdik dan Bunda PAUD Gianyar melalui sejumlah tahapan observasi dan dialog interaktif:
- Sesi Pemaparan Program: Tim Pokja PAUD Bantul memaparkan struktur kerja, skema pendampingan satuan pendidikan, serta inovasi tata kelola PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
- Diskusi Praktik Baik: Gianyar dan Bantul bertukar gagasan seputar optimalisasi peran bunda PAUD hingga tingkat desa/kelurahan serta pelibatan aktif orang tua murid.
- Perumusan Rencana Adaptasi: Tim Gianyar mencatat poin-poin kunci manajerial untuk kemudian disinkronkan dengan program kerja daerah tahun anggaran berjalan.
Adaptasi Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Bali
Kendati banyak menyerap ilmu baru, Dayu Surya menegaskan bahwa hasil studi tiru ini tidak akan ditelan mentah-mentah. Seluruh program unggulan yang diadopsi wajib diselaraskan dengan identitas budaya, karakteristik sosial, serta kearifan lokal masyarakat Bali.
“Kami ingin menggali inovasi yang dapat diadopsi, diadaptasi, dan dikembangkan di Gianyar sesuai dengan karakteristik daerah serta memperkuat budaya dan kearifan lokal Bali,” tegas Dayu Surya.
Penguatan nilai-nilai budaya sejak dini dinilai selaras dengan visi Gianyar sebagai salah satu pusat seni dan kebudayaan di Bali, sehingga integrasi pendidikan karakter berbasis tradisi tetap menjadi prioritas utama.
Pentingnya Kolaborasi Multipihak
Menutup agenda kunjungan, Bunda PAUD Gianyar menggarisbawahi bahwa kunci sukses transformasi PAUD bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Layanan pendidikan berkualitas tidak bisa dibangun secara parsial oleh dinas terkait semata.
- Pemerintah Daerah: Penyedia regulasi, fasilitasi anggaran, dan infrastruktur pendukung.
- Pokja dan Bunda PAUD: Penggerak advokasi serta jembatan sinergi masyarakat di akar rumput.
- Satuan Pendidikan: Pelaksana teknis kurikulum pembelajaran yang ramah anak.
- Masyarakat & Dunia Usaha: Mitra pendukung pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Dengan sinergi yang solid dan bekal pembelajaran dari Bantul, Gianyar optimistis mampu menghadirkan layanan PAUD bermutu tinggi yang inklusif dan dapat diakses merata oleh seluruh anak di wilayahnya.
Comments (0)