Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten
Andra Soni: Profil dan Kinerja Gubernur Banten
Profil Singkat
Siapa sih yang nggak kenal sama nama Andra Soni sekarang? Apalagi buat lo yang tinggal di Banten, pasti udah familiar banget sama sosok satu ini. Tapi, buat yang belum ngeh, gue kasih bocoran dikit. Andra Soni ini ibarat ‘dark horse’ di Pilgub Banten 2024 kemarin. Lahir di Jakarta, 14 Agustus 1976, doi sebetulnya bukan muka baru di dunia politik. Background-nya panjang dan solid. Dia lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana yang kemudian malang melintang di dunia parlemen nasional.
Yang bikin unik, di tengah panggung elit Senayan, Andra Soni ini justru kental banget sama identitas ‘orang sawah’. Jauh sebelum duduk di kursi empuk DPR, doi udah akrab sama lumpur dan cangkul. Dari muda, dia aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), bahkan sampe sekarang gue denger-denger dia masih jadi Ketua DPD HKTI Banten. Jadi, bayangin aja, lo punya gubernur yang paham betul gimana nelangsa-nya petani pas harga gabah anjlok, tapi juga jagonya adu argumen di sidang paripurna. “Gue tuh bukan tiba-tiba jadi, gue udah lewat proses panjang dari bawah,” begitu kira-kira cuplikan yang sering dia selipin di setiap pidato informalnya.
Karier dan Riwayat Jabatan
Perjalanan kariernya tuh inspiratif, gaes. Bukan tipe kutu loncat yang tiba-tiba nyaleg di daerah ngincar kursi empuk. Dia tuh ngembangin sayap dari pusat dulu. Coba deh cek CV-nya:
- Anggota DPR RI Tiga Periode (2009–2024): Ini bukan prestasi kaleng-kaleng. Tiga periode bertahan di Senayan (dapil Banten III: Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan) artinya kepercayaan konstituen ke dia tuh tinggi banget.
- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI (2019–2024): Nah, di sini lo bisa liat jam terbangnya di bidang keuangan dan perbankan. Dia jadi ‘anjing penjaga’ APBN, sering bikin rapat dengar pendapat yang panas soal kebijakan moneter.
- Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) 2024–2028: Ini sisi lain yang nggak banyak disorot. Dia ternyata penggemar berat olahraga pacuan kuda, dan ini nunjukin networking serta gaya kepemimpinannya di dunia olahraga.
Puncaknya, setelah ‘lulus’ dari Senayan, dia memutuskan untuk pulang dan ‘nyeker’ langsung ngurusin tanah kelahirannya. Di Pilgub Banten 2024, berpasangan dengan Dimyati Natakusumah, doi menang telak setelah mengantongi dukungan dari koalisi besar (Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PSI, dll). Dia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025. Transisi dari legislator yang ngomongin makro ekonomi nasional, jadi eksekutif di provinsi yang PR-nya numpuk, jelas bukan perkara gampang.
Kinerja dan Program Unggulan (Era 2025–2026)
Gue bukan mau nge-glorify tanpa data, ya. Setahun lebih menjabat, gue bisa rangkum beberapa gebrakan yang berasa banget di level warga. Gayanya nggak banyak pencitraan, lebih banyak ‘nge-gas’ di eksekusi.
“Kita nggak butuh seremoni muluk-muluk. Aspal mulus, pupuk murah, rakyat senang. Rumusnya sesederhana itu.”
Nah, beberapa program unggulan yang layak lo simak:
- Program Cetak Sawah dan Ketahanan Pangan: Ini kayak ‘anak emas’-nya dia. Banten yang notabene daerah urban dan industri, mulai dipaksa kembali melirik sektor pertanian. Di era 2025–2026, dia gencar banget cetak sawah baru di Pandeglang dan Lebak, plus ngasih bantuan pompa air massal. Targetnya biar Banten nggak melulu bergantung suplai pangan dari luar.
- Rumah DP Nol Rupiah dan Banpol Gratis: Nyadar banget housing backlog di Tangerang Raya udah gila-gilaan, dia mempermudah skema DP 0%, khususnya buat pekerja informal dan gen Z yang baru mulai kerja. Selain itu, biaya pembuatan spanduk atau baliho kampanye? Nol rupiah alias gratis buat dibikinin di percetakan Pemprov. Cerdas juga, mengurangi ‘polusi visual’ ilegal sekaligus bantu UMKM percetakan lokal.
- BLT Lansia dan Sekolah Gratis Swasta: Ini jarang banget disentuh kepala daerah lain. Dia mewajibkan sekolah swasta gratis untuk keluarga tidak mampu, dananya langsung dari APBD melalui skema hibah. Belum lagi bantuan langsung tunai khusus lansia yang pencairannya sekarang lebih rapi dan bebas potongan.
Dari sisi infrastruktur, fokusnya bukan bangun gedung mewah. Tahun ini, perbaikan jalan provinsi yang bolong-bolong di jalur selatan Banten jadi prioritas. Dia juga nge-push pembangunan Bendungan Cibanten biar banjir di Serang dan sekitarnya bisa dikendalikan, plus jadi sumber irigasi.
Tantangan dan Harapan
Nggak bisa dipungkiri, Andra Soni maju di momen yang tricky. Dia harus nyelesein PR warisan yang kadang memalukan: Banten adalah provinsi dengan skor Indeks Pembangunan Manusia yang terendah di Pulau Jawa, dan ketimpangan kaya-miskin antara Tangerang Raya dan Banten Selatan masih sedih banget buat dilihat.
Tantangan terbesarnya sekarang ada dua: Pertama, hubungan dengan Jakarta. Pasca Jakarta bukan Ibu Kota, Banten harus cerdik berebut kue investasi dan mengelola daerah penyangga. Kedua, birokrasi. Gaya blak-blakan dan kadang ‘keras’ khas mantan anggota dewan sering bentrok sama mentalitas PNS yang suka lelet. PR dia adalah ‘membunuh’ budaya kerja lambat tanpa bikin chaos internal.
Harapannya, gue lihat dia bisa jadi role model regional. Gubernur yang
Comments (0)