warkini.
Viral

Gubernur Kalsel Iming-imingi Warga Hadiah Ungkap Pelaku Karhutla

Kalimantan Selatan kembali menjadi episentrum kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nasional memasuki puncak musim kemarau. Selain mengerahkan tim gabungan

Gubernur Kalsel Iming-imingi Warga Hadiah Ungkap Pelaku Karhutla

Kalimantan Selatan kembali menjadi episentrum kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nasional memasuki puncak musim kemarau. Selain mengerahkan tim gabungan untuk memadamkan api, Gubernur Kalimantan Selatan membuka sayembara bagi warga yang mampu mengungkap pelaku pembakaran lahan. Langkah ini diambil karena diduga kuat sebagian besar titik api berasal dari pembukaan lahan secara manual, bukan alamiah.

Situation di lapangan terbilang sulit. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga petugas kehutanan dilaporkan masih kesulitan memadamkan api di area gambut. Lapisan gambut yang tebal menyimpan bara di kedalaman tertentu, sehingga api mudah muncul kembali meski permukaan sempat dipadamkan.

Kronologi Karhutla di Kalimantan Selatan

  1. Musim kemarau panjang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, menurunkan kadar air tanah dan membuat vegetasi kering rentan terbakar.
  2. Puluhan titik panas terdeteksi oleh satelit cuaca di sejumlah kabupaten, memicu status siaga darurat karhutla di beberapa daerah.
  3. Operasi pemadaman gabungan dilakukan, termasuk bantuan dari TNI AU yang terlihat membantu operasi pemadaman di kawasan Banjar Baru.
  4. Upaya pembasahan gambut dilakukan dengan water bombing dan penyemprotan manual, namun bara di kedalaman gambut sulit dijinakkan.
  5. Pemerintah provinsi membuka sayembara berupa imbalan bagi warga yang dapat memberi informasi akurat soal pelaku karhutla.
AspekKondisi Saat Ini
Wilayah rawanArea gambut dan lahan pertanian
Tantangan utamaApi susah padam di lahan gambut
Tim di lapanganTNI, Polri, BPBD, relawan
Insentif wargaHadiah sayembara pengungkap pelaku

Detail Sayembara dan Imbalan untuk Warga

Sayembara tersebut menargetkan partisipasi masyarakat sebagai mata dan telinga aparat. Warga yang menyaksikan aktivitas pembakaran lahan, baik dilakukan perorangan maupun perusahaan, diminta melaporkan ke aparat setempat dengan bukti yang dapat diverifikasi. Pemerintah provinsi menegaskan informasi pelapor akan dijaga kerahasiaannya agar warga tidak ragu melapor.

Imbalan disiapkan sebagai motivasi agar masyarakat berani memberikan keterangan. Selain itu, langkah ini sekaligus menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan sering kali tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Karhutla di Kalimantan Selatan sebagian besar bersifat antropogenik, artinya dibuat manusia untuk membuka lahan. Tanpa partisipasi warga, sulit mengungkap siapa yang membakar," ujar pengamat lingkungan.

Tantangan Pemadaman di Lahan Gambut

Area gambut menjadi tantangan tersendiri. Gambut yang kering dapat terbakar hingga kedalaman satu meter dan menyala berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Petugas harus melakukan pembasahan sekaligus pemadaman, sementara pasokan air di lokasi terbatas. Kabut asap pun mulai mengganggu aktivitas warga dan penerbangan di beberapa titik.

Pemerintah provinsi meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena selain merugikan orang lain, pelaku juga terancam sanksi pidana. Sayembara diharapkan menjadi pengingat bahwa pengawasan komunitas jauh lebih efektif dibanding operasi pemadaman semata.

Dengan kombinasi penegakan hukum, insentif warga, dan operasi gabungan, pemerintah optimistis karhutla di Kalimantan Selatan dapat ditekan selama sisa musim kemarau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User