Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan keseriusannya menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pada Rabu (23/9), ia menggelar rapat terbatas membahas penanganan karhutla secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta. Rapat itu dihadiri sejumlah menteri kabinet dan kepala lembaga terkait, termasuk jajaran yang berada di lapangan di wilayah rawan api.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta seluruh pihak bekerja cepat dan terkoordinasi. Menurut dia, karhutla bukan sekadar masalah musiman, melainkan ancaman berulang yang selalu muncul setiap musim kemarau dan berdampak luas pada kesehatan masyarakat, penerbangan, hingga perekonomian daerah.
Kronologi Rapat dan Penanganan Lapangan
Berdasarkan ringkasan rapat, penanganan karhutla berjalan dalam beberapa tahap berurutan:
- Tiga hari sebelum rapat, tim di lapangan sudah melakukan pemetaan titik panas menggunakan satelit dan patroli udara.
- Satu hari sebelum rapat, operasi pemadaman diperluas ke kawasan yang dianggap paling kritis.
- Hari H rapat, data terbaru disampaikan ke Presiden: sebanyak 209,78 hektare lahan masih berada dalam proses pemadaman.
- Setelah rapat, instruksi ditekan agar pemadaman dituntaskan sebelum gelombang asap baru menyebar ke kota-kota sekitar.
Angka 209,78 hektare itulah yang menjadi fokus pembahasan. Jumlah tersebut masih tergolong signifikan mengingat luasnya bisa menyebar cepat bila angin berubah arah. Prabowo menekankan, setiap hektare yang berhasil dipadamkan berarti mengurangi potensi kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.
Data Titik Panas dan Luas Lahan Terdampak
| Indikator | Nilai | Status |
|---|---|---|
| Lahan masih dipadamkan | 209,78 ha | Proses aktif |
| Metode rapat | Hybrid / video | Istana Merdeka |
| Waktu rapat | Rabu, 23 September | Selesai |
Dalam diskusi itu, Prabowo juga meminta laporan soal kesiapan personel dan peralatan di lapangan. "Kalau alatnya kurang, tambah. Kalau orangnya kurang, gerakkan. Yang penting api tidak sempat membesar," ujar salah satu peserta rapat menirukan arahan Presiden.
Penanganan karhutla harus cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan — bukan hanya saat asap sudah tebal.
Dampak yang Sudah Dirasakan Warga
Kabut asap karhutla sempat menutupi sejumlah wilayah, termasuk Palangka Raya dan sekitarnya. Aktivitas sekolah sempat terganggu, penerbangan tertunda, dan warga diminta mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Pemerintah daerah juga sudah membuka posko kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Secara terpisah, satgas lapangan melaporkan bahwa sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan berkat kerja sama antara TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Namun, 209,78 hektare yang tersisa tetap menjadi perhatian utama karena rawan kembali menyala bila tidak dijaga.
Langkah Pemerintah ke Depan
Setelah rapat, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan. Di antaranya pengerahan tambahan personel, penambahan peralatan pemadaman, dan penerapan sistem peringatan dini berbasis satelit. Prabowo juga meminta agar pencegahan dilakukan lebih awal, seperti penyemaian awan dan pembukaan kanal-kanal air di kawasan rawan kebakaran.
Menurut catatan rapat, koordinasi antarinstansi akan diperkuat agar tidak ada wilayah yang terlewat. Selain itu, edukasi kepada masyarakat soal larangan membuka lahan dengan cara dibakar terus digalakkan.
Prabowo berharap, dengan pendekatan cepat dan terencana, jumlah lahan terbakar bisa ditekan drastis dalam beberapa hari ke depan. "Jangan tunggu asapnya sampai ke Jakarta, padamkan sejak dari sumbernya," tegasnya menutup rapat.
Hingga berita ini ditulis, operasi pemadaman masih berlangsung di sejumlah titik. Warga diimbau tetap tenang, mengikuti imbauan pemerintah daerah, dan membatasi aktivitas luar ruang selama kabut asap belum sepenuhnya berlalu.
Comments (0)