Ansar Ahmad: Profil dan Kinerja Gubernur Kepulauan Riau

Ansar Ahmad: Profil dan Kinerja Gubernur Kepulauan Riau

Jul 12, 2026 - 04:33
Updated: 2 hours ago
0 0
Ansar Ahmad: Profil dan Kinerja Gubernur Kepulauan Riau

Profil Singkat

Ngomongin Kepulauan Riau, lo nggak bisa skip satu nama: Ansar Ahmad. Pria kelahiran Tanjungpinang, 10 April 1964 ini udah malang melintang di dunia birokrasi dan politik sejak era 90-an. Sebelum jadi orang nomor satu di Kepri, Ansar adalah tipikal "anak daerah" yang merintis karier dari bawah banget. Jadi, bukan tipe kutu loncat politik yang tiba-tiba nongol gitu aja.

Pendidikannya solid. Setelah lulus dari STPDN (sekarang IPDN) tahun 1987, gue lihat rekam jejaknya linier banget di pemerintahan. Yang bikin dia standout adalah pengalaman panjangnya sebagai birokrat sebelum akhirnya terjun ke politik praktis. Jadi, paham banget seluk-beluk mesin pemerintahan, bukan cuma jago pidato doang.

Ciri khasnya? Gaya komunikasi kalem tapi tegas. Di usia yang udah kepala enam, Ansar tetap energik, sering banget turun langsung ke pulau-pulau terluar yang aksesnya susah. Buat ukuran pejabat publik, sikap "jemput bola" ini jadi nilai plus tersendiri di mata generasi milenial dan Gen Z yang doyan lihat pemimpin kerja nyata, bukan cuma formalitas seremonial.

Karier dan Riwayat Jabatan

Perjalanan kariernya panjang dan berliku, gengs. Awalnya jadi PNS biasa di Pemko Tanjungpinang, terus naik perlahan. Beberapa posisi strategis pernah dia pegang:

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang — di sini gue lihat dia mulai kelihatan kapasitasnya dalam mengelola daerah.
  • Kepala Bappeda Provinsi Kepri — jabatan teknokratis ini bikin dia paham banget cetak biru pembangunan Kepri.
  • Ketua DPD HIPMI Kepri — nah, ini yang menarik! Dia dekat banget sama dunia usaha dan pengusaha muda.
  • Ketua Kadin Kepri — makin solid koneksinya ke jaringan bisnis nasional dan internasional.

Dari Kadin, lompatan politiknya dimulai. Dia maju Pilkada Kepri 2020 dan menang bersama Marlin Agustina sebagai wakil. Ini jadi babak baru perjalanan kariernya. Lo harus catat, transisi dari birokrat ke politisi ini nggak gampang. Tapi pengalaman panjang di pemerintahan jadi modal utama buat memahami apa yang bener-bener dibutuhkan masyarakat Kepri—bukan sekadar janji kampanye kosong.

Kinerja dan Program Unggulan

Nah, sampai di bagian paling crucial: apa aja sih yang udah dia kerjain? Di periode kepemimpinannya (2021-2025), ada beberapa gebrakan yang layak lo simak.

Konektivitas Antar Pulau: Kepri kan wilayah kepulauan ya, jadi transportasi laut murah adalah napas kehidupan. Program "FeriLaju" (Ferry Cepat Antar Pulau) dan subsidi kapal perintis jadi terobosan kunci. Buat anak pulau di Natuna atau Anambas, dulu ongkos transportasi bisa bikin boncos, sekarang mulai berkurang meski belum sempurna.

"Kita terus dorong konektivitas sebagai urat nadi ekonomi. Tidak boleh ada lagi wilayah yang terisolasi secara ekonomi hanya karena ongkos logistik mahal." — Ansar Ahmad dalam Rakor Pembangunan, 2024

Ekonomi Biru dan Digitalisasi UMKM: Wilayah Kepri ini 96% laut! Ansar cukup visioner soal ini. Dia dorong nelayan beralih dari tangkap tradisional ke budidaya (marikultur), yang nilainya lebih sustainable. Buat UMKM, ada program UMKM Naik Kelas yang ngajarin onboarding ke marketplace, foto produk, sampai manajemen keuangan digital. Cocok buat lo yang lagi mulai bisnis kecil-kecilan di Batam atau Bintan.

Pendidikan dan Kesehatan: Satu yang gue notice: program Satu Desa Satu Sarjana. Jadi anak-anak dari keluarga kurang mampu dibiayain kuliah sampai tuntas. Sektornya diarahkan ke vokasi yang link-and-match sama industri di Batam (perkapalan, perhotelan, dll). Terus, ada juga ambulans laut untuk pulau-pulau tanpa fasilitas kesehatan memadai. Nggak cuma teori, gengs.

Data terbaru per 2025 menunjukkan IPM Kepri naik jadi 79,54—di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi post-COVID rebound di kisaran 5,2%, didorong oleh geliat kembali sektor pariwisata dan manufaktur. Tapi ya, PR-nya tetap banyak.

Tantangan dan Harapan

Jelas nggak semua berjalan mulus. Masalah klasik macam kemiskinan ekstrem di pulau-pulau terluar, kesenjangan Batam vs kabupaten lain, dan ketersediaan air bersih masih jadi keluhan nyata warga. Belum lagi isu ketenagakerjaan yang sensitif banget di Batam sebagai kawasan industri.

Yang bikin optimis adalah gaya kepemimpinannya yang terbuka. Ansar cukup aktif di media sosial—bahkan sesekali main TikTok buat update kegiatan. Ini mungkin strategi, tapi setidaknya ada usaha buat deketin kaum muda.

Harapan ke depan? Implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bintan dan Galang Batang harus benar-benar jadi game changer, bukan sekadar nama. Kebijakan satu pintu untuk investor juga harus dipercepat biar Batam makin kompetitif versus Singapura dan Johor. Kalau konektivitas digital (internet cepat) di seluruh pulau bisa tuntas, potensi ekonomi kreatif Kepri sebenarnya gila-gilaan.

Jadi, gue rasa Ansar Ahmad udah di jalur yang relatif pas. Bukan superhero, tapi dia paham pekerjaan rumahnya dan mau turun langsung. Buat lo anak Kepri, terutama yang lagi merantau, pemimpin yang intens urusan lapangan begini yang sebenarnya dibutuhkan—bukan sekadar retorika politik yang garing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User