warkini.
Viral

IHSG Ditutup Anjlok 7,9 Persen, 672 Saham Terpuruk di Zona Merah

Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda kepanikan hebat pada perdagangan hari ini. Setelah dibuka langsung terperosok ke zona merah sejak lonceng pembuka

IHSG Ditutup Anjlok 7,9 Persen, 672 Saham Terpuruk di Zona Merah

Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda kepanikan hebat pada perdagangan hari ini. Setelah dibuka langsung terperosok ke zona merah sejak lonceng pembukaan berbunyi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu bangkit dan akhirnya resmi ditutup melemah signifikan hingga 7,9 persen di akhir sesi perdagangan.

Aksi jual masif yang dilakukan oleh para investor domestik maupun asing membuat pasar modal Indonesia mengalami salah satu hari terburuknya. Tekanan jual yang begitu merata hampir tidak menyisakan ruang bagi sektor mana pun untuk mencatatkan penguatan secara signifikan.

Kronologi Tekanan Pasar Sepanjang Hari

Kepanikan pasar sudah terbaca sejak awal sesi perdagangan dimulai. Berikut adalah catatan kronologis pergerakan IHSG yang mengalami tekanan bertubi-tubi hingga penutupan:

  1. Sesi Pembukaan (Pukul 09.00 WIB): IHSG dibuka langsung terjun bebas lebih dari 3 persen akibat sentimen negatif global yang memicu aksi jual panik (panic selling) dari para pelaku pasar.
  2. Pertengahan Sesi I (Pukul 10.30 - 11.30 WIB): Tekanan jual kian meningkat tajam, membuat penurunan indeks semakin dalam menembus level 5 persen hingga membayangi potensi pembekuan perdagangan sementara (trading halt).
  3. Sesi Siang (Pukul 13.30 WIB): Memasuki sesi kedua, aksi beli balik yang diharapkan terjadi justru nihil. Investor institusi tampak memilih mengamankan likuiditas dengan melepas portofolio berisiko tinggi.
  4. Sesi Penutupan (Pukul 16.00 WIB): IHSG mengakhiri perdagangan dengan kejatuhan telak mencapai 7,9 persen, menandai pelemahan harian terdalam dalam beberapa periode terakhir.

Rincian Statistik: Dominasi Mutlak Zona Merah

Berdasarkan data penutupan bursa, kejatuhan indeks terlihat sangat jelas dari distribusi performa saham emiten yang tercatat di papan perdagangan. Tekanan likuiditas benar-benar menghantam mayoritas saham unggulan maupun lapis kedua:

  • 672 saham melemah dan terpuruk di zona merah.
  • 30 saham menguat secara terbatas.
  • 95 saham stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Kondisi pasar yang timpang ini mencerminkan bahwa pelaku pasar sedang dalam mode penghindaran risiko (risk-off) yang cukup ekstrem.

"Tekanan jual masif ini dipicu oleh kombinasi sentimen makroekonomi global dan penyesuaian portofolio investor skala besar. Ketika aksi jual terjadi serempak pada saham-saham berkapitalisasi besar, efek dominonya langsung menyeret ratusan saham lainnya ke zona merah," ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.

Antisipasi dan Prospek Perdagangan Selanjutnya

Melihat dalamnya koreksi IHSG hari ini, para pelaku pasar kini bersikap sangat waspada menantikan langkah stabilisasi dari otoritas bursa dan regulator keuangan. Pelaku pasar ritel diimbau untuk tidak terburu-buru melakukan aksi tangkap pisau jatuh (catching falling knife) sebelum tren pelemahan menunjukkan tanda-tanda mereda atau terbentuknya level dasar baru yang solid.

Fokus investor dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan tertuju pada rilis data ekonomi lanjutan serta respons kebijakan moneter, baik dari tingkat domestik maupun bank sentral global, demi meredam gejolak yang tengah melanda pasar keuangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User