warkini.
Travel

IHSG Menguat ke Level 6.462 Usai Respons Kenaikan Bunga The Fed

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau hingga akhir perdagangan hari ini. Kendati pasar modal global sempa

IHSG Menguat ke Level 6.462 Usai Respons Kenaikan Bunga The Fed

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau hingga akhir perdagangan hari ini. Kendati pasar modal global sempat dibayangi sentimen pengetatan kebijakan moneter dari Amerika Serikat, bursa domestik membuktikan daya tahannya dengan ditutup menguat moderat pada Kamis, 17 September 2026.

IHSG tercatat parkir di level 6.462,43 atau naik sebesar 25,59 poin (0,40 persen). Pergerakan positif ini memperlihatkan bahwa pelaku pasar di dalam negeri mulai terbiasa mencerna arah kebijakan suku bunga global secara lebih rasional dan terukur.

Kronologi Pergerakan IHSG Sepanjang Sesi

Sejak bel pembukaan berdentang di Bursa Efek Indonesia (BEI), optimisme investor sudah terlihat cukup solid. Berikut adalah tahapan pergerakan IHSG sepanjang hari perdagangan:

  1. Sesi Pembukaan (09.00 WIB): IHSG langsung dibuka menguat di posisi 6.455,03, mencerminkan respons awal yang positif dari para pelaku pasar menyambut rilis data makroekonomi terbaru.
  2. Perdagangan Sesi I: Indeks terus bergerak konsisten di zona hijau dan sempat menyentuh kenaikan lebih dari 0,42 persen, ditopang oleh akumulasi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
  3. Perdagangan Sesi II hingga Penutupan (16.00 WIB): Meski terjadi aksi ambil untung (profit taking) tipis di beberapa sektor siklikal, IHSG sukses mengunci penguatan di level 6.462,43.

Sentimen The Fed dan Dinamika Bursa Asia

Kenaikan indeks domestik hari ini terjadi di tengah dinamika bursa saham kawasan Asia yang bergerak variatif (mixed). Pelaku pasar regional tengah menyesuaikan portofolio mereka menyusul pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

The Fed diketahui menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) ke rentang 3,75 - 4,00 persen. Langkah moneter tersebut sejatinya sudah diantisipasi secara luas oleh para analis dan investor global.

“Bursa regional Asia cenderung bergerak mixed yang dipengaruhi sejumlah sentimen. Ini menyusul kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat yang sebelumnya memang sudah diprediksi dan dihitung oleh pasar,” tulis Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajian hariannya.

Kondisi pasar yang sudah memperhitungkan (priced-in) kenaikan suku bunga tersebut membuat tekanan jual asing tidak terlalu masif, sehingga IHSG tetap mampu melaju stabil di jalur penguatan.

Rangkuman Aktivitas dan Data Statistik Pasar

Perdagangan saham hari ini terbilang cukup semarak dengan dominasi saham-saham yang menghijau di berbagai sektor industri. Statistik perdagangan BEI mencatat rincian transaksi sebagai berikut:

  • Pergerakan Saham: Sebanyak 384 saham menguat, 244 saham terkoreksi, dan 164 saham lainnya bergerak stagnan.
  • Nilai Transaksi: Total perputaran dana di pasar mencapai Rp13,69 triliun.
  • Volume Perdagangan: Jumlah saham yang diperjualbelikan tercatat menyentuh 27,4 miliar lembar saham.
  • Frekuensi Transaksi: Terjadi aktivitas sebanyak lebih dari 1,84 juta kali transaksi sepanjang jam perdagangan.

Dengan capaian ini, investor diharapkan tetap mencermati rilis data ekonomi domestik serta arah pergerakan nilai tukar rupiah menjelang penutupan perdagangan akhir pekan.

IHSG menguat 0,40% pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Poin Kunci: - Penutupan: 6.462,43 (+25,59 poin) - Nilai Transaksi: Rp13,69 Triliun - Saham Naik/Turun: 384 / 244 - Sentimen: Kenaikan suku bunga The Fed 25 bps (3,75-4,00%) telah diantisipasi pasar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User