warkini.
Travel

IHSG Terperosok 1,7 Persen ke Level 6.429 pada Jeda Siang

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan cukup dalam mengawali perdagangan awal pekan. Kendati bursa global menunjukkan sinyal penguatan, I

IHSG Terperosok 1,7 Persen ke Level 6.429 pada Jeda Siang

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan cukup dalam mengawali perdagangan awal pekan. Kendati bursa global menunjukkan sinyal penguatan, IHSG justru terjun bebas dan belum mampu keluar dari zona merah hingga waktu istirahat perdagangan sesi pertama.

Pada penutupan sesi I, IHSG melemah signifikan sebesar 111,49 poin atau turun 1,7 persen ke posisi 6.429,88. Pelemahan ini mematahkan ekspektasi sejumlah pelaku pasar yang sebelumnya memprediksi indeks komposit berpeluang berbalik arah menguat (technical rebound).

Kronologi Pergerakan IHSG Sepanjang Sesi I

Tekanan jual sudah terasa sejak lonceng pembukaan perdagangan dibunyikan. Berikut urutan pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan sesi siang:

  1. Pembukaan Perdagangan: IHSG dibuka langsung terkoreksi sebesar 7,52 poin ke level 6.533,86 dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
  2. Pertengahan Sesi Pagi: Aksi jual kian deras melanda saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), membuat indeks terus tergelincir melewati batas bawah proyeksi analis.
  3. Jeda Siang (Penutupan Sesi I): Indeks terkunci di level 6.429,88 setelah kehilangan lebih dari 111 poin di tengah aksi lepas portofolio oleh investor.

Aksi Jual Asing Berlanjut, Saham Unggulan Dilepas

Tekanan terhadap IHSG sejatinya merupakan kelanjutan dari tren pelemahan akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat sebelumnya, indeks terpangkas 0,73 persen ke posisi 6.541,38. Tren keluarnya dana investor asing (capital outflow) masih menjadi pemberat utama laju indeks domestik.

Tercatat, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp733 miliar pada akhir pekan lalu. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual pemodal asing, di antaranya:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

Divergensi dengan Wall Street dan Analisis Pasar

Koreksi tajam pasar saham domestik ini berbanding terbalik dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) yang justru menutup pekan dengan kinerja positif. Tiga indeks utama AS kompak menghijau: S&P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones Industrial Average terapresiasi 0,98 persen.

“Kenaikan indeks saham di AS mengikuti turunnya harga minyak dunia serta data harga konsumen yang solid. IHSG sebenarnya memiliki peluang rebound mengikuti sentimen positif global,” jelas Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.

Fanny memaparkan bahwa sebelum anjlok lebih dalam, area support teknikal IHSG diperkirakan berada di rentang 6.450 hingga 6.525, dengan batas resistensi (resistance) di kisaran 6.600 sampai 6.640. Namun, jebolnya level support 6.450 di jeda sesi siang menandakan tekanan jual masih sangat dominan dan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati di tengah antisipasi arah kebijakan suku bunga bank sentral global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User