warkini.
Travel

Kemenekraf Pulihkan Trauma Anak Aceh Tamiang Lewat Seni Melukis Lumpur

Halo Sobat Warkini! Bencana alam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu tak cuma merusak pemukiman dan fasilitas umum, te

Kemenekraf Pulihkan Trauma Anak Aceh Tamiang Lewat Seni Melukis Lumpur

Halo Sobat Warkini! Bencana alam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu tak cuma merusak pemukiman dan fasilitas umum, tetapi juga menyisakan luka trauma psikologis yang mendalam bagi anak-anak. Menjawab tantangan pemulihan pascabencana ini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menginisiasi sebuah program healing yang sangat unik dan inspiratif bertajuk Creative Recovery for Children.

Melalui kegiatan unjuk karya melukis bersama yang dihelat di Tribun Bupati Aceh Tamiang, Kemenekraf merangkul anak-anak terdampak untuk memulihkan kondisi psikososial mereka. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mengenalkan potensi ekonomi kreatif, khususnya subsektor seni rupa dan kriya, sejak usia dini kepada generasi muda di daerah.

Agenda berkesan ini menyasar **100 siswa** yang terdiri dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Tak sekadar menjadi ajang hiburan semata, kegiatan ini dirancang secara sistematis sebagai wadah ekspresi emosional yang konstruktif bagi para korban bencana.

Mengubah Lumpur Bencana Menjadi Karya Seni Bertema Harapan

Satu hal yang paling menyita perhatian dan membuat takjub dari workshop melukis ini adalah media lukis yang digunakan. Jika umumnya kegiatan melukis memanfaatkan cat air atau akrilik buatan pabrik, kali ini para peserta diajak menggunakan pigmen alami yang diolah dari lumpur dan debu sisa banjir bandang.

Inovasi ini mengandung makna simbolis yang sangat mendalam. Lumpur yang awalnya identik dengan kehancuran, kesedihan, dan trauma bencana, ditransformasikan secara estetik menjadi deretan lukisan indah bernilai seni tinggi. Dalam sesi melukis tersebut, para siswa menuangkan ide dan perasaan mereka melalui tema utama bertajuk 'Bangkit' dan 'Harapan Baru'.

Kolaborasi Multisektor untuk Pemulihan Psikososial

Proses trauma healing tentu memerlukan pendekatan yang tepat dan tidak bisa diselesaikan secara instan. Karena itu, Kemenekraf merancang pelatihan intensif selama **3 hari** berturut-turut. Sebanyak **50 murid SD** dan **50 pelajar SMP** tidak dibiarkan melukis sendirian, melainkan didampingi oleh tim ahli yang kompeten di bidangnya.

Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari gabungan seniman lokal, mentor profesional seni rupa, serta psikolog klinis. Pendampingan psikolog ini memastikan setiap goresan kuas anak-anak berfungsi efektif sebagai sarana katarsis atau pelepasan emosi negatif pascabencana.

“Kehadiran kami hari ini atas arahan Presiden dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana. Selain itu, Saya ingin menyampaikan rasa bahagia saya bisa hadir di Aceh Tamiang ini,” ungkap Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat membuka acara tersebut secara resmi.

Ringkasan Program Creative Recovery for Children

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai efektivitas dan cakupan program ini, berikut adalah rincian data pelaksanaan kegiatan pemulihan kreatif di Aceh Tamiang:

Indikator Program Rincian Pelaksanaan
Total Peserta 100 Pelajar (**50 SD** dan **50 SMP**)
Durasi Kegiatan 3 Hari Pelatihan Intensif
Media Lukis Utama Pigmen Alami Lumpur & Debu Sisa Banjir
Tema Karya Seni 'Bangkit' dan 'Harapan Baru'
Tim Pendamping Seniman Lokal, Mentor Profesional, Psikolog Klinis
Target Gerakan Induk **103 Kegiatan** (Gerakan Ekraf Peduli)

Komitmen Jangka Panjang Gerakan Ekraf Peduli

Aksi sosial di Aceh Tamiang ini sejatinya merupakan bagian dari gerakan besar Kemenekraf bertajuk Ekraf Peduli dengan slogan 'Pulih Bersama, Bangkit Berdaya'. Kementerian Ekonomi Kreatif tidak hanya fokus pada satu titik, melainkan telah menyiapkan rangkaian total **103 kegiatan** pemulihan kreatif yang menyasar berbagai wilayah terdampak bencana di tanah air.

Lewat sentuhan pendekatan ekonomi kreatif yang inklusif dan humanis, Kemenekraf berharap pemulihan pascabencana tidak sekadar membenahi infrastruktur fisik yang rusak. Lebih dari itu, program ini berupaya membangkitkan kembali daya cipta, mentalitas, serta optimisme generasi masa depan bangsa. Bagi anak-anak di Aceh Tamiang, sisa lumpur banjir kini bukan lagi sekadar kenangan kelam, melainkan kanvas tempat mereka mengukir harapan baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User