warkini.
Travel

IMA Banyumas Gelar Lomba Matematika, Peserta Melonjak Jadi 325 Siswa

Semangat anak-anak Sekolah Dasar di wilayah eks-Karesidenan Banyumas dan Pemalang kembali teruji. International Mental Arithmetic (IMA) sukses menggelar lo

IMA Banyumas Gelar Lomba Matematika, Peserta Melonjak Jadi 325 Siswa

Semangat anak-anak Sekolah Dasar di wilayah eks-Karesidenan Banyumas dan Pemalang kembali teruji. International Mental Arithmetic (IMA) sukses menggelar lomba matematika tahunan yang memperebutkan Piala Bupati Banyumas dan Kepala Dinas Pendidikan Banyumas. Bertempat di Pendopo Kecamatan Sokaraja, Banyumas, acara berlangsung meriah pada Minggu, 27 September 2026.

Yang menarik, antusiasme peserta tahun ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Jika pada tahun sebelumnya jumlah peserta tercatat 251 siswa, maka tahun ini angka tersebut melesat menjadi 325 peserta. Kenaikan hampir 30 persen ini menjadi bukti nyata bahwa minat terhadap pendidikan mental aritmetika di wilayah tersebut semakin tumbuh.

Peserta yang datang tidak hanya dari kalangan siswa kelas satu hingga kelas enam saja, tetapi juga datang bersama orang tua masing-masing. Sejak aba-aba dimulai, suasana pendopo langsung berubah menjadi medan tempur intelektual yang penuh konsentrasi. Menariknya, para peserta menyelesaikan soal melalui Google Form dengan cermat dan teliti, tanpa bantuan kalkulator maupun sempoa.

Lonjakan Peserta Tunjukkan Gairah Baru Pendidikan Berhitung

Peningkatan jumlah peserta dari 251 menjadi 325 siswa bukan sekadar angka statistik. Ini menandakan adanya pergeseran pola pikir orang tua dalam mendukung kemampuan berhitung anak-anak mereka. Lomba yang rutin diadakan setiap tahun di dua lokasi, yakni Purwokerto dan Yogyakarta, ini memang dirancang untuk menjadi ajang pengasahan intelegensi sejak dini.

International Mental Arithmetic (IMA) sendiri adalah lembaga pendidikan mental aritmetika yang berorientasi pada optimalisasi intelegensi dan emosi anak. IMA resmi berdiri di Indonesia pada tahun 1996, dan sejak itu konsisten mengembangkan metode berhitung cepat yang menyeimbangkan aspek kecerdasan berpikir dan pengendalian emosi.

"Lomba matematika IMA bertujuan menciptakan kegiatan positif yang merangsang kreativitas dan kecerdasan berpikir anak. Kami juga ingin menumbuhkan kesadaran pentingnya pembinaan pendidikan sejak dini," ujar Ketua Panitia Lomba, Oktalia Nurfita Sari.

Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan daya saing positif. Anak-anak yang terbiasa mengikuti lomba akan lebih tangguh menghadapi tekanan akademik di jenjang pendidikan berikutnya.

Format Lomba Dirancang untuk Ketelitian Tanpa Alat Bantu

Salah satu keunikan lomba IMA adalah larangan penggunaan alat bantu hitung. Peserta harus mengandalkan kemampuan mental aritmetika murni, sebuah metode yang memang menjadi ciri khas lembaga tersebut. Sistem pengerjaan soal berbasis Google Form juga memperkenalkan anak-anak pada teknologi sejak dini, sekaligus memastikan proses penilaian berlangsung cepat dan akurat.

Berikut perbandingan partisipasi peserta dalam dua tahun terakhir:

Tahun Jumlah Peserta Lokasi Utama
2025 251 siswa Purwokerto & Yogyakarta
2026 325 siswa Purwokerto & Yogyakarta

Dengan tujuan utama seperti merangsang aktivitas dan kreativitas anak, menumbuhkan kesadaran pentingnya pembinaan pendidikan, serta meningkatkan motivasi belajar, IMA tampaknya tak sekadar mencari juara. Lebih dari itu, mereka sedang membangun budaya berpikir kritis dan kompetitif yang sehat di kalangan generasi muda.

Bagi para orang tua yang hadir mendampingi, lomba ini menjadi momen berharga untuk melihat langsung kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Suasana haru dan bangga pun terlihat saat para peserta menyelesaikan soal dengan wajah penuh keyakinan.

"Kami berharap peserta tidak hanya menang atau kalah, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga untuk terus belajar," tambah Oktalia.

Dengan tren peningkatan peserta yang terus naik, bukan tidak mungkin tahun depan IMA Banyumas akan kembali mencatatkan rekor baru. Yang jelas, semangat anak-anak Banyumas dan Pemalang untuk berhitung cepat kini semakin membara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User