Iming-iming Cuma Absen Digaji: Warkini.com Ungkap Modus Penipuan Catut Program Magang Nasional
Jakarta — Media kami kembali menerima laporan terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan Program Magang Nasional. Menjelang pembukaan pendaftaran gelombang pertama pada 15 Juli 2026 mend
Jakarta — Media kami kembali menerima laporan terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan Program Magang Nasional. Menjelang pembukaan pendaftaran gelombang pertama pada 15 Juli 2026 mendatang, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran-tawaran magang yang mencurigakan.
Berdasarkan penelusuran tim redaksi Warkini.com, modus yang kini beredar di masyarakat menawarkan peserta magang kemudahan yang tidak masuk akal. Para pelaku penipuan menjanjikan peserta cukup melakukan pengisian daftar hadir atau absen secara daring tanpa perlu menjalankan kewajiban magang seperti seharusnya, namun tetap berhak menerima uang saku penuh. Tawaran semacam ini jelas bertentangan dengan esensi dari Program Magang Nasional yang sesungguhnya dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja para peserta.
Sebagai informasi yang dihimpun redaksi, Program Magang Nasional secara resmi memberikan uang saku kepada para pesertanya dengan besaran yang setara dengan Upah Minimum Provinsi atau Kabupaten/Kota (UMP/UMK) sesuai domisili tempat magang berlangsung. Artinya, nominal yang diterima peserta tidaklah sedikit, sehingga sangat wajar jika program ini menjadi sasaran empuk bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi.
"Tawaran magang yang terlalu mudah? Justru harus dicurigai! Jangan percaya jika ada yang mengatasnamakan Program Pemagangan Nasional dan mengklaim peserta cukup absen tanpa menjalankan kegiatan magang," tegas Kemnaker dalam unggahan di akun Instagram resminya @Kemnaker, Selasa (7/7/2026).
Program Magang Nasional sendiri memang tengah menjadi perbincangan hangat seiring dibukanya kuota hingga 50 ribu orang pada batch pertama. Antusiasme masyarakat yang tinggi ini celakanya justru kerap dimanfaatkan oleh para penipu untuk menjerat korban. Tidak sedikit warga yang tergiur dengan kemudahan bekerja dan gaji besar tanpa perlu mengeluarkan tenaga lebih, sehingga akhirnya terjebak dalam jerat penipuan berkedok program pemerintah.
Warkini.com mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pencari kerja dan lulusan baru, agar selalu memverifikasi kebenaran setiap informasi lowongan magang yang diterima. Seluruh proses pendaftaran dan pelaksanaan magang resmi hanya dapat diakses melalui kanal informasi resmi pemerintah, bukan melalui pesan berantai atau akun-akun media sosial tidak jelas yang menawarkan jalan pintas.
Jika menemukan tawaran magang dengan syarat yang tidak wajar atau mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau hubungi kanal pengaduan resmi Kemnaker. Jangan sampai niat baik mencari pengalaman kerja justru berakhir dengan kerugian materiil akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Comments (0)