Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mematangkan langkah nyata dalam mempercepat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Melalui strategi terpadu, Pemkab kini mengoperasikan sebanyak 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan tepat sasaran ke seluruh pelosok daerah.
Fokus utama intervensi ini diarahkan langsung kepada sasaran 3B, yaitu kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah usia dua tahun (baduta). Langkah strategis ini menjadi bagian krusial dalam memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan menekan potensi risiko stunting sejak dini.
Tahapan Kesiapan dan Pemetaan Distribusi MBG
Kesiapan infrastruktur pelayanan gizi ini dipaparkan secara langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, saat mewakili Bupati Indramayu dalam agenda temu akbar bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK).
"Saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Indramayu mencapai 252 SPPG. Satuan ini memegang tugas pokok mendistribusikan MBG secara berkala bagi sasaran 3B: ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta," ujar Aan Hendrajana di hadapan ribuan kader di Indramayu.
Untuk memastikan bantuan makanan bergizi ini tersalurkan dengan higienis, aman, dan tepat waktu, Pemkab Indramayu menyusun alur pendistribusian terstruktur sebagai berikut:
- Pendataan Terpadu Sasaran: Kader lapangan memperbarui data riil ibu hamil, ibu menyusui, dan anak baduta di setiap rukun tetangga.
- Penyiapan Menu di SPPG: Sebanyak 252 SPPG menyiapkan paket asupan gizi seimbang sesuai standar kecukupan nutrisi harian sasaran 3B.
- Distribusi Langsung Door-to-Door: Paket makanan bergizi diantarkan secara langsung ke rumah penerima manfaat guna memastikan asupan langsung dikonsumsi.
- Monitoring dan Evaluasi Tumbuh Kembang: Tim pendamping mencatat perkembangan berat dan tinggi badan balita serta status kesehatan ibu secara berkelanjutan.
Mobilisasi Ribuan Kader TPK di 31 Kecamatan
Keberhasilan program pemenuhan nutrisi ini tidak lepas dari kerja keras para kader di garda terdepan. Aan menegaskan bahwa ujung tombak keberhasilan program pembangunan keluarga dan pencegahan stunting terletak pada keaktifan kader pendamping di tingkat akar rumput.
Kekuatan personel yang dikerahkan mencakup rincian berikut:
- 4.239 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) aktif.
- Jangkauan wilayah mencakup 317 desa dan kelurahan.
- Tersebar merata di seluruh 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.
"Salah satu ujung tombak program Bangga Kencana adalah keberadaan 4.239 orang kader TPK di Indramayu. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendamping yang tanpa lelah menyisir 317 desa dan kelurahan demi memastikan generasi penerus kita tumbuh sehat," lanjut Aan.
Komitmen Pengentasan Masalah Gizi Jangka Panjang
Selain mengantarkan makanan, kader TPK memegang tanggung jawab edukatif. Mereka rutin memberikan bimbingan pola asuh, sanitasi lingkungan, hingga anjuran pemberian ASI eksklusif bagi para ibu muda. Pendekatan humanis dari pintu ke pintu dinilai jauh lebih efektif mengubah kebiasaan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.
Melalui kolaborasi masif antara 252 SPPG dan ribuan kader TPK, Pemkab Indramayu optimistis pemenuhan hak gizi anak dan ibu dapat terpenuhi maksimal, sekaligus mewujudkan target zero new stunting di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi menyiagakan 252 SPPG dan 4.239 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk menyalurkan asupan gizi sehat ke 317 desa di 31 kecamatan. Sasaran utama difokuskan pada: - Ibu hamil - Ibu menyusui - Bayi di bawah usia 2 tahun (baduta) Baca laporan selengkapnya di Warkini.com!
Comments (0)