warkini.
Travel

Inggris Bayar Rp1,1 Miliar per Orang demi Pulangkan Imigran ke Prancis

Pemerintah Inggris tengah menjadi sorotan tajam setelah terungkap bahwa mereka harus merogoh kocek hingga £56.000 (sekitar Rp1,13 miliar) untuk setiap satu

Inggris Bayar Rp1,1 Miliar per Orang demi Pulangkan Imigran ke Prancis

Pemerintah Inggris tengah menjadi sorotan tajam setelah terungkap bahwa mereka harus merogoh kocek hingga £56.000 (sekitar Rp1,13 miliar) untuk setiap satu orang imigran yang dipulangkan ke Prancis. Biaya fantastis ini merupakan bagian dari kesepakatan skema pertukaran pencari suaka yang dikenal dengan sebutan "one in, one out".

Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, secara terbuka membeberkan angka tersebut saat dicecar pertanyaan oleh Komite Urusan Dalam Negeri Parlemen Inggris (Home Affairs Select Committee). Pemerintah saat ini tengah diuji efektivitas dan transparansi anggarannya terkait penanganan krisis migran lintas Selat Channel.

Kronologi Kebijakan dan Tekanan di Parlemen

Isu biaya pemulangan ini mencuat ke publik setelah serangkaian investigasi dan dengar pendapat intensif di parlemen. Berikut adalah garis waktu eskalasi isu tersebut:

  1. Implementasi Kesepakatan Bilateral: Inggris dan Prancis sepakat menguji coba skema "one in, one out" sebagai upaya memutus rantai penyelundupan manusia di perairan Selat Channel.
  2. Evaluasi Anggaran Kementerian: Parlemen Inggris mulai menyoroti lonjakan belanja penanganan suaka dan menuntut rincian biaya aktual per individu yang diproses.
  3. Sidang Komite Urusan Dalam Negeri: Shabana Mahmood hadir di hadapan komite parlemen dan mengonfirmasi estimasi biaya operasional pemulangan yang mencapai puluhan ribu poundsterling per kepala.

Dalih Pemerintah: Lebih Murah Dibanding Hotel Suaka

Menghadapi kritik pedas terkait pemborosan uang pembayar pajak, Mahmood justru membela kebijakan tersebut. Menurutnya, angka tersebut setara atau bahkan lebih hemat bila dibandingkan dengan biaya membiayai kebutuhan hidup seorang pencari suaka di hotel penampungan Inggris selama setahun penuh.

"Biaya ini kira-kira sama atau bahkan lebih murah daripada menempatkan seseorang di akomodasi hotel selama satu tahun penuh sementara proses permohonan suaka mereka berjalan," ujar Mahmood saat memberikan keterangan resmi di hadapan para anggota parlemen.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Inggris memang mengandalkan fasilitas hotel untuk menampung puluhan ribu migran yang baru tiba sembari menunggu berkas mereka diproses. Kebijakan hotel ini telah menelan biaya harian yang sangat masif, mencapai jutaan poundsterling per hari, yang kerap menjadi amunisi kritik politik bagi oposisi maupun publik.

Perdebatan Efektivitas Skema 'One In, One Out'

Skema "one in, one out" dirancang agar Inggris dapat mengembalikan migran yang menyeberang tanpa izin ke Prancis, dengan komitmen menerima imigran lain yang memenuhi kualifikasi suaka melalui jalur legal dan aman. Namun, para kritikus meragukan keberlanjutan skema ini karena:

  • Tingginya Biaya Operasional: Angka £56.000 per orang dinilai terlalu membebani anggaran publik tanpa jaminan penurunan angka penyeberangan ilegal secara drastis.
  • Kapasitas Pengembalian yang Terbatas: Jumlah individu yang berhasil dikembalikan ke Prancis dinilai belum sebanding dengan laju kedatangan perahu-perahu kecil di pesisir selatan Inggris.
  • Tuntutan Reformasi Sistem Suaka: Anggota komite mendesak agar pemerintah fokus pada percepatan pemrosesan berkas suaka ketimbang mengandalkan skema pertukaran berbiaya tinggi.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen mengevaluasi jalannya skema ini demi menciptakan sistem imigrasi yang lebih teratur, adil, dan tidak membebani kas negara dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User