Inter Milan Vs Atalanta: Mkhitaryan dan Asllani Sukses Redam Ederson

Laga panas tersaji di King Saud University Stadium, Riyadh, saat Inter Milan berhadapan dengan Atalanta dalam babak semifinal Piala Super Italia 2024/2025. Pertandingan yang digelar pada Kamis (2/1/20...

Jul 12, 2026 - 12:33
0 0
Inter Milan Vs Atalanta: Mkhitaryan dan Asllani Sukses Redam Ederson

Laga panas tersaji di King Saud University Stadium, Riyadh, saat Inter Milan berhadapan dengan Atalanta dalam babak semifinal Piala Super Italia 2024/2025. Pertandingan yang digelar pada Kamis (2/1/2025) malam waktu setempat itu menyuguhkan duel taktik kelas tinggi. Inter yang tampil dengan skuad terbaiknya berhasil meredam agresivitas La Dea berkat strategi khusus yang diterapkan pelatih Simone Inzaghi.

Salah satu kunci keberhasilan Inter adalah kemampuan mereka mematikan gelandang andalan Atalanta, Ederson. Pemain asal Brasil itu dikenal sebagai motor serangan timnya dengan kemampuan dribel dan visi bermain yang tajam. Namun, sepanjang 90 menit, Ederson seperti kehilangan taringnya. Hal itu tak lepas dari penjagaan ketat yang dilakukan dua gelandang Inter, Henrikh Mkhitaryan dan Kristjan Asllani.

Strategi Ganda Inzaghi: Pagar Betis untuk Ederson

Inzaghi tampaknya sudah membaca betul bahaya yang bisa ditimbulkan Ederson. Alih-alih menugaskan satu pemain untuk mengawalnya, sang allenatore justru memerintahkan Mkhitaryan dan Asllani untuk bekerja sama. Mkhitaryan yang punya pengalaman dan kecerdasan membaca permainan ditempatkan lebih maju untuk memutus aliran bola ke Ederson, sementara Asllani yang lebih muda dan enerjik bertugas menempel ketat begitu Ederson menguasai bola.

Hasilnya, Ederson nyaris tak bisa mengembangkan permainan. Setiap kali ia menerima bola di sepertiga tengah lapangan, bayangan Asllani langsung menghantuinya. Jika ia mencoba mundur untuk mencari ruang, Mkhitaryan sudah siap memotong passing lane. The Brazilian midfielder tercatat hanya melepaskan dua umpan kunci sepanjang laga, sangat minim untuk ukurannya.

Mkhitaryan-Asllani, Duet Tak Terduga yang Efektif

Kombinasi Mkhitaryan dan Asllani di lini tengah sebenarnya bukan duet reguler. Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu biasanya menjadi pilihan utama, namun kali ini Inzaghi merotasi untuk menyimpan energi sekaligus memberikan kejutan taktis. Keputusan itu terbukti jitu. Asllani yang kerap dianggap sebagai pelapis mampu menunjukkan disiplin tinggi dalam bertahan, sementara Mkhitaryan tetap memberikan kontribusi ofensif dengan beberapa tusukan ke kotak penalti Atalanta.

Skema ini membuat transisi Atalanta dari bertahan ke menyerang menjadi tersendat. Tanpa kreativitas Ederson, La Dea lebih banyak mengandalkan umpan silang dan bola-bola panjang yang relatif mudah diantisipasi bek-bek tinggi Inter. Statistik mencatat Atalanta hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, sebuah angka yang menunjukkan betapa efektifnya pressing Inter di lini tengah.

Ederson Frustrasi, Momen Penentu di Babak Kedua

Puncak frustrasi Ederson terlihat pada menit ke-67. Setelah menerima bola dari Marten de Roon, ia langsung dikepung Mkhitaryan dan Asllani. Kehilangan opsi, Ederson coba melewati Asllani dengan skill individu, namun bola berhasil direbut. Insiden itu nyaris berbuah gol bagi Inter andai tendangan Marcus Thuram tidak membentur mistar gawang.

Kejadian tersebut seolah menjadi simbol betapa Inter sukses menutup ruang gerak pemain kunci lawan. Ederson yang biasanya menjadi otak serangan, kali ini lebih banyak terisolasi. Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, sampai harus menariknya keluar pada menit ke-78 untuk digantikan Mario Pasalic dalam upaya mengubah pendekatan serangan, namun tetap tak membuahkan hasil.

Jalan ke Final Terbuka, Inter Menanti Lawan

Kemenangan ini memastikan Inter Milan melangkah ke partai puncak Piala Super Italia. Mereka tinggal menunggu pemenang antara Juventus dan AC Milan yang bertanding keesokan harinya. Sementara bagi Atalanta, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah untuk menemukan plan B saat pemain andalan dimatikan lawan.

Sorotan tentu tertuju pada duet Mkhitaryan-Asllani yang tampil gemilang. Penampilan keduanya menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Inter bisa diandalkan dalam laga-laga krusial. Lalu, apakah strategi serupa akan kembali diterapkan Inzaghi di final? Layak dinantikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User