Jakarta — Aroma besi terbakar dari ujung stang las pernah menjadi dunia sehari-hari bagi Aldo Riski Saputra. Di usiany

Di balik keterampilan teknik yang mumpuni, Aldo menyimpan kisah masa lalu yang kelam. Dua tahun silam, saat masih tercatat sebagai siswa di SMPN 2 Sampung, Ponorogo, langkahnya sebagai pelajar nyaris

Jul 08, 2026 - 05:55
0 0
Jakarta — Aroma besi terbakar dari ujung stang las pernah menjadi dunia sehari-hari bagi Aldo Riski Saputra. Di usiany

Di balik keterampilan teknik yang mumpuni, Aldo menyimpan kisah masa lalu yang kelam. Dua tahun silam, saat masih tercatat sebagai siswa di SMPN 2 Sampung, Ponorogo, langkahnya sebagai pelajar nyaris terhenti. Salah memilih lingkungan pergaulan membuatnya kerap membolos dan melanggar berbagai aturan sekolah. Akumulasi poin pelanggaran yang terus menumpuk akhirnya memaksanya harus keluar dari jalur pendidikan formal.

Bangkit dari Titik Terendah

Masa-masa itu menjadi titik balik bagi Aldo. Setelah sempat merasakan kerasnya dunia tanpa ijazah dan harus banting tulang sebagai tukang las, ia mulai menyadari pentingnya pendidikan. Sekolah Rakyat membuka pintu lebar baginya untuk kembali percaya pada arti mimpi. Di lingkungan belajar yang lebih suportif, Aldo tak hanya fokus mengejar ketertinggalan akademik, tetapi juga terus mengasah bakat vokasionalnya.

"Dulu saya pikir sekolah tidak penting, tetapi setelah bekerja saya sadar bahwa masa depan butuh bekal," ujar Aldo saat ditemui media kami di sela-sela aktivitasnya di SRT 5 Ponorogo.

Kombinasi unik antara keahlian teknis dan semangat baru dalam belajar membuat sosok Aldo menonjol. Laporan menunjukkan bahwa kegigihannya meraih perubahan telah membuahkan hasil manis. Meski berasal dari latar belakang yang keras, Aldo kini berhasil mengantongi tiket untuk mengikuti program pendidikan vokasi di Negeri Sakura, Jepang. Program ini menjadi bukti nyata bahwa Sekolah Rakyat berhasil menjembatani potensi anak-anak yang sempat terpinggirkan untuk bersaing di level internasional.

Impian Aldo ke Jepang bukan sekadar mengejar kepentingan pribadi. Di sana, ia bertekad untuk menyerap teknik pengelasan modern sekaligus mempersiapkan diri menjadi wirausahawan muda yang mampu membuka lapangan kerja di kampung halamannya. Kisah Aldo kini menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa tidak ada masa lalu yang terlalu kelam untuk diubah, dan tidak ada impian yang terlalu jauh untuk dikejar, termasuk melesat sampai ke Negeri Sakura.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User