warkini.
Viral

JAKARTA — Barantin Dorong Industri Florikultura Jadi Motor Utama Ekonomi Hijau

Siapa sangka, deretan tanaman hias cantik yang sering kita lihat menyejukkan pekarangan rumah ternyata menyimpan potensi bisnis yang sangat menggiurkan? In

JAKARTA — Barantin Dorong Industri Florikultura Jadi Motor Utama Ekonomi Hijau

Siapa sangka, deretan tanaman hias cantik yang sering kita lihat menyejukkan pekarangan rumah ternyata menyimpan potensi bisnis yang sangat menggiurkan? Industri florikultura—yang mencakup budidaya bunga potong, tanaman hias daun, hingga anggrek eksotis—kini resmi diproyeksikan sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi ekonomi hijau di Tanah Air.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menyoroti potensi raksasa ini saat memberikan pandangannya terkait masa depan sektor pertanian non-pangan. Menurutnya, keanekaragaman hayati Indonesia adalah modal sosial dan ekonomi yang luar biasa, namun belum terserap secara maksimal di pasar internasional.

Potensi Raksasa di Balik Pesona Tanaman Hias

Konsep ekonomi hijau bukan lagi sekadar tren atau slogan ramah lingkungan, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan ekonomi nasional. Industri florikultura menawarkan solusi nyata karena memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi, namun tetap meminimalkan jejak karbon. Luas lahan yang relatif terbatas mampu menghasilkan nilai ekonomi berlipat ganda jika dibandingkan dengan pertanian tanaman pangan konvensional.

Pasar internasional di kawasan Eropa, Amerika Serikat, hingga Asia Timur terus menunjukkan kenaikan tren permintaan terhadap produk florikultura asal Indonesia. Tanaman hias tropis seperti jenis Monstera, Phalaenopsis (anggrek), Alocasia, hingga berbagai varietas tanaman sukulen menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi yang kian diminati pembeli mancanegara.

Indikator Komparasi Pertanian Pangan Konvensional Industri Florikultura
Kebutuhan Lahan Sangat Luas (Hektar) Efisien & Fleksibel
Nilai Tambah Ekspor Moderat Sangat Tinggi per Unit
Dampak Lingkungan Tinggi (Penggunaan Pestisida Massal) Rendah (Berbasis Ekonomi Hijau)

Akselerasi Ekspor Lewat Layanan Karantina Modern

Guna mendorong para petani dan pengusaha lokal menembus pasar global, Barantin berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati (*biosecurity*). Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa efisiensi birokrasi dan jaminan bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) adalah kunci utama agar produk Indonesia memiliki daya saing tinggi.

"Industri florikultura nasional memiliki daya tawar yang sangat tinggi di tingkat internasional. Tugas kami di Barantin adalah memastikan seluruh produk tanaman hias yang keluar dari Indonesia memenuhi standar sanitari dan fitosanitari global secara cepat, efisien, dan terjamin kesehatannya," tegas Abdul Kadir Karding.

Selain mempercepat durasi pemeriksaan fisik dan laboratorium, Barantin juga terus menggalakkan digitalisasi sistem perizinan. Pendampingan khusus diberikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) florikultura agar mereka paham betul regulasi negara tujuan ekspor.

Tantangan Logistik dan Standarisasi Mutu

Meskipun potensinya terbilang fantastis, perjalanan menuju ekosistem florikultura yang matang tentu tak bebas dari tantangan. Salah satu kendala utama yang kerap dihadapi para pelaku usaha adalah pengelolaan rantai dingin (*cold chain*) dan konsistensi mutu produk. Sebagai komoditas hidup, tanaman hias membutuhkan penanganan ekstra presisi agar tiba di tangan pembeli luar negeri dalam kondisi tetap segar dan prima.

Oleh karena itu, sinergi lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Barantin, penyedia jasa logistik, serta komunitas pembudidaya sangat krusial. Edukasi budidaya yang ramah lingkungan dan penyiapan infrastruktur pengiriman yang memadai harus berjalan beriringan. Langkah konkret ini diyakini akan memuluskan jalan menjadikan industri florikultura sebagai motor penggerak utama ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User