Jaksel — Kabel Menjuntai Kembali Tumbalkan Korban Ojol
Bestie, nggak ada habisnya drama kabel semrawut di ibu kota. Kali ini giliran seorang penumpang ojek online yang jadi korban. Kejadiannya di sekitar Perum
Bestie, nggak ada habisnya drama kabel semrawut di ibu kota. Kali ini giliran seorang penumpang ojek online yang jadi korban. Kejadiannya di sekitar Perumahan Menteri Widya Chandra, Kebayoran Baru—literally di kawasan elite, lho. Vibe-nya tuh kayak plot twist nggak terduga: jalanan lebar, pohon rindang, tiba-tiba ada kabel liar melintang kayak jaring laba-laba Marvel yang siap nyerang siapa aja. Si penumpang ojol ini tersangkut kabel menjuntai dan jatuh dari motor. Nggak cuma bikin malu, jelas bikin nyawa melayang kalau kecepatan tinggi. Kejadian ini langsung rame di timeline karena netizen geram: “Kok bisa di depan rumah pejabat aja kabel masih semrawut?” Kayaknya tagar #CityOfKabel bakal trending lagi.
Labirin Kabel: Pola Kecelakaan yang Selalu Berulang
Ini bukan cerita sekali rame lalu lenyap. Insiden kabel menjuntai udah jadi plot musiman bak sinetron yang nggak tamat-tamat. Kalau dihitung-hitung, sepanjang 2024 tercatat 83 kecelakaan akibat kabel liar di Jakarta, dan 2025 baru berjalan empat bulan namun angkanya udah menyentuh 34 insiden. Bayangin, setiap minggu minimal ada satu korban yang tersangkut atau tersetrum kabel gondrong. Data ini bikin kita geleng-geleng sendiri—padahal setiap kejadian viral selalu langsung ada Dinas Bina Marga yang turun rapikan, tapi kok ya balik lagi kayak jamur musim hujan?
| Tahun | Insiden Kabel menjuntai | Korban Luka | Korban Jiwa |
|---|---|---|---|
| 2024 | 83 | 67 | 3 |
| 2025 (Jan–Apr) | 34 | 29 | 1 |
"Kita seperti hidup di hutan kabel, regulasi dan pengawasannya harus diperketat. Setiap provider harus bertanggung jawab atas kabelnya sendiri, bukan dilempar begitu saja," ujar Andi Rizky, pengamat tata kota dari Universitas Tarumanegara. Menurutnya, estafet saling lempar antara provider telekomunikasi dan pemerintah daerah udah sangat melelahkan warganya. Kalau udah ada korban luka atau jiwa, baru heboh sesaat lalu tenggelam lagi—pola klasik yang bikin kosan kita penuh meme Ayam Lepas vs Kabel Jakarta.
Thread yang Mesti Jadi Peringatan Kolektif
Netizen ngamuk bukan tanpa alasan. Akun Twitter @urbanbubar bikin utas berbumbu sarkas: “Guys, kita butuh peta heatmap kabel berbahaya di Jakarta biar ojol bisa hindarin rute. Harga nyawa cuma 12rb sekali trip tapi risikonya tarif setrum gratis dari kabel optik.” Cuitan ini dilempar dengan gambar kompilasi kabel bergelantungan di lampu merah Sudirman, Cipete, hingga Kalibata yang emang udah jadi spot andalan. Komunitas pesepeda juga ikut angkat bicara—mereka paling rentan karena posisi kepala pas di area kabel setinggi 1,5–2 meter. Momen ini jadi wake-up call bahwa kejadian di Widya Chandra bukan cuma nasib apes personal, tapi bencana struktural yang setiap hari siap mencelakai siapa saja, dari pejalan kaki, pengendara motor, hingga yang naik mobil atap terbuka.
Jadi, menurut lo pribadi, siapa sih yang paling bertanggung jawab buat beresin benang kusut ini? 🗳️ (A) Operator telekomunikasi yang masang kabel tanpa perencanaan (B) Pemerintah DKI yang kurang tegas dalam penertiban (C) Kita semua yang harus kompak lapor dan viralkan terus? Drop argumen lo di kolom komentar—siapa tahu ada yang baca dan akhirnya bergerak beneran.
Comments (0)