warkini.
Viral

Jurnalis Batam Gelar Doa Bersama untuk Rekan Hilang di Selat Sunda

Rasa cemas bercampur duka mendalam menyelimuti komunitas pers di Tanah Air. Memasuki hari keenam hilangnya rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, pulu

Jurnalis Batam Gelar Doa Bersama untuk Rekan Hilang di Selat Sunda

Rasa cemas bercampur duka mendalam menyelimuti komunitas pers di Tanah Air. Memasuki hari keenam hilangnya rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, puluhan jurnalis dari berbagai organisasi media di Kota Batam, Kepulauan Riau, berkumpul menggelar aksi solidaritas dan doa bersama bertajuk "Mengetuk Pintu Langit dari Batam".

Aksi ini ditujukan untuk memohon keselamatan bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak sejak meliput peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Lewat nyala lilin dan doa lintas agama, para pewarta di perbatasan ini berharap adanya mukjizat agar seluruh rekan sejawat dapat ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim pencari gabungan.

Kronologi Insiden dan Jejak Operasi Pencarian

Insiden bermula ketika rombongan peliput bertolak menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk mendokumentasikan erupsi vulkanik. Berikut adalah garis waktu peristiwa hingga upaya pencarian saat ini:

  1. Hari Ke-1 (Keberangkatan): Tim jurnalis menyewa kapal motor nelayan lokal untuk mendekati zona aman pemantauan Gunung Anak Krakatau guna mengambil rekaman visual erupsi.
  2. Hari Ke-2 (Hilang Kontak): Cuaca buruk mendadak melanda kawasan perairan dengan gelombang tinggi dan abu vulkanik tebal. Komunikasi terakhir terputus di sekitar radius 5 mil laut dari pulau vulkanik tersebut.
  3. Hari Ke-3 hingga Ke-5 (Pengerahan Tim SAR): Basarnas bersama TNI AL dan Polairud mengerahkan armada kapal patroli dan helikopter untuk menyisir area seluas ratusan mil laut persegi, namun terhalang kendala jarak pandang dan turbulensi laut.
  4. Hari Ke-6 (Perluasan Wilayah dan Aksi Solidaritas): Radius pencarian diperluas ke arah pesisir Lampung dan Banten, sementara gelombang dukungan moral mengalir dari berbagai daerah, termasuk Batam.
"Kami yang berada di Batam merasakan kepedihan yang sama. Mengetuk pintu langit adalah ikhtiar spiritual kami ketika batas kemampuan fisik pencarian menghadapi tantangan alam yang luar biasa berat di Selat Sunda," ujar koordinator aksi doa bersama.

Solidaritas Profesi Melintasi Batas Wilayah

Suasana hening menyelimuti jalannya doa bersama saat nama-nama rekan jurnalis dan kru kapal dibacakan satu per satu. Para peserta menyadari bahwa risiko peliputan di medan bencana amat tinggi, namun ikatan persaudaraan sesama jurnalis melampaui sekat geografis kantor berita masing-masing.

Dalam kegiatan ini, komunitas jurnalis Batam juga menyampaikan beberapa poin seruan penting terkait penanganan musibah ini:

  • Dukungan Penuh Operasi SAR: Mendorong tim SAR gabungan untuk terus memaksimalkan penggunaan teknologi sonar dan pemantauan udara selama masa tanggap darurat pencarian.
  • Pendampingan Keluarga Korban: Meminta perusahaan media terkait dan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan psikologis serta logistik tanpa henti kepada keluarga korban yang menanti kepastian.
  • Evaluasi Keselamatan Peliputan Bencana: Mengingatkan kembali pentingnya protokol keamanan maritim standar dan penyediaan alat keselamatan modern bagi setiap jurnalis yang meliput wilayah rawan bahaya.

Hingga kini, doa dan asa terus dipanjatkan dari berbagai pelosok negeri. Para jurnalis di Batam berkomitmen untuk terus mengawal informasi pencarian hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dan kembali ke pelukan keluarga tercinta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User