warkini.
Viral

Kabut Asap Pekat Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara SMB II Palembang

Kondisi udara di Kota Palembang, Sumatra Selatan, kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena ini tidak hanya

Kabut Asap Pekat Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara SMB II Palembang

Kondisi udara di Kota Palembang, Sumatra Selatan, kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena ini tidak hanya menurunkan kualitas udara yang dihirup warga, tetapi juga mulai mengganggu kelancaran operasional transportasi udara di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Jarak pandang (visibility) yang menyusut drastis di landasan pacu sempat membuat sejumlah penerbangan komersial tertunda dan harus berputar-putar di udara sebelum diizinkan mendarat. Salah satu penerbangan yang merasakan dampaknya adalah pesawat komersial Airbus A320-216 milik maskapai Pelita Air yang berhasil mendarat secara hati-hati setelah menembus pekatnya kabut putih yang menyelimuti kawasan bandara.

Kronologi dan Dampak Gangguan Cuaca di Bandara SMB II

Sejak dini hari, ketebalan kabut asap mulai meningkat seiring minimnya hembusan angin. Berikut rincian rentetan peristiwa yang memengaruhi operasional penerbangan:

  1. Pukul 05.30 - 06.30 WIB: Jarak pandang mendatar di area runway dilaporkan berada di bawah ambang batas standar keselamatan operasional penerbangan, yakni sempat menyentuh angka di bawah 800 meter.
  2. Pukul 06.45 WIB: Otoritas pemandu lalu lintas udara (AirNav Indonesia) dan pengelola bandara memberlakukan status siaga cuaca buruk guna mengantisipasi potensi bahaya saat pesawat lepas landas maupun mendarat.
  3. Pukul 07.15 WIB: Pesawat Airbus A320-216 Pelita Air beserta beberapa maskapai rute domestik lainnya terpaksa melakukan prosedur holding di ruang udara sekitar Palembang sambil menunggu jarak pandang membaik.
  4. Pukul 08.00 WIB ke atas: Sinar matahari mulai memecah kepekatan kabut asap dan menaikkan jarak pandang ke batas aman di atas 1.000 meter, sehingga proses pendaratan bertahap dapat dilakukan dengan aman.
"Faktor keselamatan tetap menjadi prioritas mutlak. Ketika jarak pandang belum memenuhi batas minimum standar aviasi, pilot dan pihak ATC akan menunda pendaratan demi memastikan seluruh penumpang tiba tanpa risiko," ungkap salah seorang petugas operasional bandara.

Langkah Antisipasi Maskapai dan Otoritas Terkait

Melihat kondisi cuaca yang fluktuatif di musim kemarau, pihak pengelola bandara bersama BMKG dan instansi pemadam karhutla terus memperketat pengawasan. Beberapa langkah strategis yang dijalankan meliputi:

  • Pemantauan Berkala BMKG: Pembaruan informasi cuaca dan jarak pandang dilakukan secara real-time setiap 30 menit kepada seluruh maskapai yang melayani rute ke Palembang.
  • Kesiapan Alternatif Bandara (Diversion): Menyiapkan Bandara Radin Inten II Lampung atau Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng sebagai alternatif pendaratan darurat bila cuaca di Palembang kembali memburuk.
  • Operasi Pemadaman Darat dan Udara: Tim Satgas Karhutla terus menggencarkan water bombing dan penyiraman darat di titik-titik api sekitar Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Banyuasin yang menjadi penyumbang utama asap.

Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status jadwal penerbangan terbaru secara berkala melalui kanal resmi maskapai masing-masing guna mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal lebih lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User