Irjen Pol. Pipit Rismanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Barat
Irjen Pol. Pipit Rismanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Barat
Siapa Sih Irjen Pipit Rismanto?
Coba lo lupain sejenak imej Jenderal polisi yang kaku, jutek, dan serem diajak ngobrol. Break the stereotype, guys! Sosok yang lagi gue omongin ini, Irjen Pol. Pipit Rismanto, adalah definisi pemimpin out of the box di republik ini. Lahir pada 17 Juni 1975, jenderal bintang dua kelahiran Sleman ini udah ngebuktiin kalau jadi "orang dalam" di kepolisian itu nggak harus pake hati yang beku. Di usianya yang baru menginjak 49 tahun, doi resmi dilantik jadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat pada Maret 2026 lalu.
Buat gue, kalimat yang bikin doi dikenal se-Indonesia adalah pas upacara Sertijab (Serah Terima Jabatan) Kapolda Kalimantan Tengah tahun 2025 kemarin. Bayangin, di hadapan ribuan anak buah dan tamu undangan, doi bilang gini ke pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk gubernur dan para bupati:
"Saya adalah camat-nya Bapak/Ibu semua. Kalau ada anggota saya yang nakal, lapor ke saya."
Buset, dah! Nggak nyangka banget seorang Kapolda levelnya Irjen mau merendah sampai nyebut dirinya "Camat". Padahal secara struktur doi itu pimpinan tertinggi kepolisian di level provinsi, tau! Tapi dari situ gue nangkep, bahwa character building ala Pipit Rismanto benar-benar beda. Doi nggak gengsi buat turun tangan langsung, bahkan urusan yang katanya level "bukan kelas jenderal".
Pendekatan "Camat" ini ternyata bukan gimmick politik setahun lalu doang. Pas pindah tugas ke Kalimantan Barat di 2026 ini, warganet langsung nyerbu timeline X dengan doa, "Semoga Pak Pipit mau jadi 'Camat' di Pontianak juga." Buat gue, ini sinyalemen kuat kalau masyarakat kita lagi haus banget sama pemimpin tinggi yang low profile dan eksekutor, bukan cuma jago wacana.
Naik Pangkat Nggak Kayak Naik Ojek: Jalur Karier Sang "Reserse Sejati"
Lo pikir doi tiba-tiba jadi bintang dua karena cawe-cawe politik? No way, dude! Karier Pipit Rismanto itu mulus tapi berdarah-darah di lapangan, terutama di dunia reserse. Lulusan Akpol 1997 ini memang terlihat cetar membahana di publik sejak menjabat Kapolda. Tapi, tau nggak sih, doi itu "anak bawang" banget di dunia pengungkapan kasus besar.
- Pengalaman "Ngecasus" yang Gak Basi: Sebelum jadi jenderal, doi malang melintang di berbagai Direktorat Reserse Kriminal. Puncaknya, doi pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Lo inget kasus-kasus kejahatan transnasional yang rumit? Nah, doi adalah salah satu dalang di balik layar yang ngebongkar itu.
- Jadi Penyelamat di Daerah Rawan: Sebelum jadi Kapolda, doi sudah jadi Karo Penmas Divhumas Polri. Lalu doi dipercaya pimpin Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) di tahun 2025. Saat itu, Kalteng baru aja panas karena polarisasi politik lokal dan kebakaran hutan. Di sinilah bakat "Camat" beliau diuji.
- Rotasi Cepat ke Kalbar: Hanya setahun di Kalteng, Mutasi Polri Maret 2026 membawanya ke Polda Kalbar menggantikan Irjen Pol. Pius. Ini adalah bukti kalau Kapolri percaya doi bisa mengelola wilayah yang secara geopolitik berbatasan langsung dengan Malaysia, guys! Bukan tugas yang enteng.
Kuncinya cuma satu, sih, berdasarkan track record-nya: "No viral, no justice." Buat Pipit, sebuah kasus nggak perlu viral dulu biar dikerjain serius. Ini yang bikin para pencari keadilan di daerah jadi kagum.
Tantangan di Tanah Khatulistiwa dan Doa Gue
Secara personal, gue ngelihat langkah Irjen Pipit di Kalbar ini seperti "jalan sunyi". Kenapa? Karena jadi Kapolda di Kalbar itu nggak bisa cuma ngurusin begal motor atau tawuran kampung. Wilayahnya gede banget dan jadi jalur tikus border crime. Isu soal penyelundupan barang ilegal, narkoba, sampai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di perbatasan Entikong itu nyata adanya.
Belum lagi soal isu lingkungan. Meskipun doi tentu bukan Menteri LHK, masyarakat sipil selalu naro harapan besar ke polisi soal penegakan hukum tambang emas ilegal (PETI) yang bikin sungai-sungai di Kalbar keruh. Apakah jurus "Camat" akan bisa dipake untuk menyelamatkan alam Kalbar dari mafia? Gue rasa ini PR besar yang seru buat dikawal.
"Pemimpin yang baik bukan yang punya pangkat paling tinggi, tapi yang punggungnya paling kuat buat jadi tameng anak buah, dan paling lebar buat nampung aduan warga."
Comments (0)