Keiko Fujimori Terpilih Jadi Presiden Ke-9 Peru dalam 10 Tahun Terakhir
Setelah melalui proses penghitungan suara yang berlangsung selama berminggu-minggu, kandidat dari Partai Konservatif, Keiko Fujimori, akhirnya ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden Peru. Kep
Setelah melalui proses penghitungan suara yang berlangsung selama berminggu-minggu, kandidat dari Partai Konservatif, Keiko Fujimori, akhirnya ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden Peru. Kepastian ini disampaikan oleh kantor pemilihan Peru pada Jumat (3/7), menandai keberhasilan putri sulung mantan Presiden Alberto Fujimori tersebut dalam merebut kursi kepresidenan pada upaya keempatnya.
Pemungutan suara putaran kedua yang digelar pada 7 Juni lalu berlangsung sangat ketat. Fujimori harus menunggu hasil akhir dengan selisih suara yang amat tipis dari rivalnya. Kemenangan ini menjadi penutup penantian panjang bagi politikus perempuan itu, setelah tiga kali gagal dalam kontestasi serupa pada tahun 2011, 2016, dan 2021. Kegigihannya untuk memimpin negeri berpenduduk sekitar 34 juta jiwa itu akhirnya membuahkan hasil.
“Kami mengonfirmasi bahwa Keiko Fujimori telah memenangkan pemilihan putaran kedua dengan perolehan suara sah yang cukup untuk ditetapkan sebagai presiden terpilih,” demikian pernyataan resmi kantor pemilihan Peru yang dirangkum Warkini.com.
Dengan kemenangan ini, Fujimori menjadi presiden kesembilan yang memimpin Peru dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Fakta ini menegaskan potret instabilitas politik yang telah lama membayangi negara Andes tersebut. Sejak era pemerintahan ayahnya, Alberto Fujimori, yang lengser pada tahun 2000, Peru kerap mengalami pergantian kepala negara secara cepat, baik melalui pemilihan umum maupun krisis politik yang berujung pada pemakzulan atau pengunduran diri.
Kubu Fujimori diprediksi akan menghadapi tantangan berat untuk menstabilkan pemerintahan dan memulihkan kepercayaan publik. Namun, dukungan dari basis pemilih konservatif serta janji kampanye untuk memperkuat penegakan hukum dan mendorong pertumbuhan ekonomi diharapkan menjadi modal awal masa jabatannya. Masyarakat Peru kini menaruh harapan agar presiden baru dapat membawa perubahan setelah bertahun-tahun diwarnai gejolak politik.
Comments (0)