warkini.
Travel

Kelok 23 Resmi Dibuka, Sultan Targetkan Lama Kunjungan Wisatawan Naik

Kabar gembira datang bagi para pelancong dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akses jalan baru yang ikonik, Kelok 23, yang menghubungkan wilayah per

Kelok 23 Resmi Dibuka, Sultan Targetkan Lama Kunjungan Wisatawan Naik

Kabar gembira datang bagi para pelancong dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akses jalan baru yang ikonik, Kelok 23, yang menghubungkan wilayah perbatasan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul kini resmi dibuka untuk umum. Jalur berkelok indah yang menyuguhkan pemandangan pesisir selatan dan perbukitan karst ini digadang-gadang menjadi magnet wisata baru sekaligus tulang punggung konektivitas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur megah ini memikul misi strategis. Sultan menaruh harapan besar agar ruas jalan anyar tersebut tidak sekadar difungsikan sebagai jalur alternatif pengurai kemacetan, melainkan mampu mengerek durasi kunjungan atau length of stay wisatawan domestik maupun mancanegara yang bertandang ke Yogyakarta.

"Harapan kita, Kelok 23 bukan hanya jalur mobilitas biasa. Keindahannya harus bisa memikat orang untuk singgah lebih lama, mengeksplorasi destinasi sekitar, dan memperpanjang masa tinggal mereka di Jogja," ujar Sri Sultan saat meninjau kesiapan infrastruktur tersebut.

Kronologi Pembangunan dan Pembukaan Jalur

Perjalanan panjang menghadirkan jalur penghubung yang representatif antara Bantul dan Gunungkidul akhirnya terealisasi melalui serangkaian tahapan pembangunan terukur:

  1. Tahap Perencanaan dan Pembebasan Lahan: Pemerintah daerah bersama kementerian terkait mematangkan desain geometrik jalan berbukit terjal di kawasan Kretek hingga Girijati demi menjamin keamanan pengendara.
  2. Proses Konstruksi Fisik: Pengerjaan konstruksi tebing penahan, pengaspalan jalan mulus, serta penataan lansekap tebing berlangsung intensif guna menciptakan kelokan berseni tinggi tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
  3. Uji Coba Fungsional dan Kelayakan: Jalur dinyatakan lolos uji kelaikan jalan setelah pemeriksaan rambu-rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), dan penguatan struktur lereng bukit.
  4. Pembukaan Resmi untuk Publik: Kelok 23 mulai dioperasikan penuh dan dapat dilintasi kendaraan masyarakat umum serta bus pariwisata.

Dongkrak Ekonomi Lokal dan Pemerataan Wisata

Selama ini, konsentrasi wisatawan di DIY kerap bertumpuk di area perkotaan seperti kawasan Malioboro, Keraton, dan Tugu. Dengan beroperasinya Kelok 23, arus distribusi ekonomi diproyeksikan bakal bergeser lebih merata ke kawasan selatan Bantul dan pantai-pantai eksotis Gunungkidul.

Pemerintah Daerah DIY mencatat beberapa potensi dampak positif yang langsung dirasakan sektor pariwisata:

  • Efisiensi Waktu Tempuh: Memangkas durasi perjalanan antarkabupaten sehingga wisatawan memiliki lebih banyak waktu santai di lokasi wisata.
  • Peluang Bisnis UMKM: Membuka sentra-sentra kuliner baru, rest area dengan panorama laut lepas, serta toko oleh-oleh khas warga lokal.
  • Diversifikasi Objek Wisata: Menghubungkan paket wisata pantai selatan, paralayang Bukit Gupit, hingga kawasan pedesaan asri di sekitarnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat tetap mengimbau para pengendara untuk selalu waspada, menjaga batas kecepatan, dan memastikan kondisi pengereman kendaraan dalam kondisi prima saat melintasi turunan dan tanjakan tajam di Kelok 23.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User