warkini.
Travel

Kelompok Privat Luncurkan Misi Termurah ke Alpha Centauri

Sebuah organisasi nirlaba bernama The Fermi Explorer Mission baru saja mengumumkan rencana ambisius untuk mengirim wahana antarbintang tak berawak menuju s

Kelompok Privat Luncurkan Misi Termurah ke Alpha Centauri

Sebuah organisasi nirlaba bernama The Fermi Explorer Mission baru saja mengumumkan rencana ambisius untuk mengirim wahana antarbintang tak berawak menuju sistem bintang Alpha Centauri. Misi ini dikenal sebagai misi "termurah yang mungkin" untuk menembus batas tata surya menuju bintang terdekat dengan Bumi.

Kelompok ini dibentuk oleh para pendiri Starcloud, perusahaan rintisan pusat data orbital yang kini bernilai $2,3 miliar. Mereka membidik peluncuran wahana berukuran sebesar kulkas itu pada akhir 2029, dengan perjalanan diperkirakan memakan waktu hampir 80.000 tahun untuk tiba di tujuan.

Mengapa Alpha Centauri?

Alpha Centauri merupakan sistem bintang terdekat dengan Tata Surya kita, berjarak sekitar 4,37 tahun cahaya. Sistem ini terdiri dari tiga bintang: Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri. Jarak yang relatif dekat ini menjadikannya target utama dalam pencarian kehidupan extraterestrial.

Philip Johnston, matematikawan dan fisikawan asal Inggris yang menjadi salah satu pendiri Starcloud, menjelaskan motivasi di balik proyek ini. Ia selama ini dikenal sebagai pendukung utama konsep pusat data orbital.

"Kita benar-benar bisa menghadapi filter besar (great filter)," ujar Johnston, merujuk pada Paradox Fermi yang menyatakan bahwa jika kehidupan cukup umum di Alam Semesta, seharusnya manusia sudah mengumpulkan bukti kredibel tentang peradaban extraterestrial pada saat ini.

Teknologi dan Pendekatan Misi

Misi Fermi Explorer menggunakan pendekatan yang sangat berbeda dari konsep misi antarbintang konvensional. Alih-alih mengandalkan teknologi futuristik yang mahal, kelompok ini memilih untuk memanfaatkan perangkat keras yang sudah ada.

  • Propulsi listrik surya yang sudah terbukti digunakan dalam misi luar angkasa
  • Manuver pendekatan berulang ke Matahari untuk membangun kecepatan
  • Penurunan perihelion hingga 0,42 satuan astronomi berdasarkan studi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan
  • Pengapalan thruster di titik terdekat dengan Matahari

Pendekatan ini bertujuan untuk menekan biaya misi antarbintang secara drastis. Berdasarkan analisis R&D benchmark tahun 2026 dan pengungkapan terbaru dari Breakthrough Starshot, studi kelayakan komprehensif untuk misi layar laser ke Alpha Centauri diperkirakan membutuhkan biaya antara $10 juta hingga $20 juta.

Rekam Emas dari Bumi

Salah satu elemen paling menarik dari misi ini adalah rencana untuk membawa salinan Rekam Emas (Golden Record) yang sama seperti yang dibawa oleh wahana Voyager milik NASA. Rekam emas tersebut berisi pesan dari Bumi, termasuk suara, gambar, dan informasi tentang kehidupan di planet kita.

Fermi Explorer juga mengundang kontribusi seni dan ilmiah lainnya untuk disertakan dalam wahana tersebut, menjadikannya semacam "surat dalam botol" kosmik yang dikirim menuju bintang terdekat.

Paradox Fermi dan "Filter Besar"

Misi ini tidak hanya sekadar proyek teknik antarbintang, tetapi juga menjawab pertanyaan filosofis mendalam yang dikenal sebagai Paradox Fermi.

Menurut berbagai perkiraan, ada sekitar triliunan planet dalam kelompok galaksi lokal termasuk Bima Sakti. Banyak di antaranya berada di zona layak huni bintang masing-masing. Namun, jika kehidupan menemukan caranya, di manakah peradaban alien itu?

Para pemikir yang mempelajari paradox ini percaya ada semacam "filter" yang membatasi atau bahkan mencegah peradaban maju mengirimkan wahana atau bahkan pesawat pembawa kehidupan ke bintang-bintang terdekat.

"Paradox Fermi menantang kita untuk memahami mengapa kita belum menemukan tanda-tanda kehidupan lain di alam semesta, meskipun kemungkinannya secara statistik sangat tinggi," jelas para peneliti yang terlibat dalam proyek ini.

Tantangan dan Harapan

Meskipun perjalanan 80.000 tahun terdengar mustahil bagi generasi manusia saat ini, proyek ini memiliki nilai simbolis dan ilmiah yang besar. Wahana tak berawak ini akan menjadi artefak buatan manusia pertama yang meninggalkan Tata Surya menuju bintang lain.

Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia dan pendekatan biaya rendah, Fermi Explorer berharap dapat membuka jalan bagi eksplorasi antarbintang di masa depan. Misi ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun manusia mungkin tidak sempat melihat hasilnya, jejak kehidupan Bumi bisa saja menjangkau bintang terdekat.

Ketika ilmuwan terus memperdebatkan apakah umat manusia akan menghadapi "filter besar" yang mencegah peradaban mencapai tahap antarbintang, langkah kecil bernilai $15 juta ini mungkin menjadi kunci untuk memahami tempat kita di Alam Semesta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User