warkini.
Viral

Kemenpora Tanggapi Aksi Galang Dana Atlet Tuli ke Malaysia

JAKARTA — Suasana haru menyelimuti perjuangan 24 atlet disabilitas tuli yang nekat menggalang dana secara mandiri demi bisa mewakili Indonesia di ajang int

Kemenpora Tanggapi Aksi Galang Dana Atlet Tuli ke Malaysia
JAKARTA — Suasana haru menyelimuti perjuangan 24 atlet disabilitas tuli yang nekat menggalang dana secara mandiri demi bisa mewakili Indonesia di ajang internasional Malaysia. Di tengah keterbatasan anggaran dan minimnya sorotan publik terhadap olahraga difabel, mereka bergerak sendiri, membuka donasi dari masyarakat luas. Kini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya buka suara.

Di media sosial, unggahan para atlet yang berlatih keras sambil memegang poster bertuliskan "Bantu Kami ke Malaysia" mengundang simpati ribuan warganet. Mereka adalah atlet tuli dari berbagai cabang olahraga, mulai dari atletik, bulu tangkis, hingga renang. Tanpa seragam resmi, tanpa pelatih khusus, mereka tetap berlatih di lapangan pinggiran kota. “Kami hanya ingin membuktikan bahwa tuli bukan halangan untuk berprestasi,” ujar salah satu atlet dalam video yang viral.

Viral Galang Dana, Atlet Tuli Berjuang ke Malaysia

Kisah ini bermula ketika 24 atlet dari komunitas disabilitas tuli mengumumkan penggalangan dana secara online. Mereka membutuhkan dana sekitar Rp 300 juta untuk biaya transportasi, akomodasi, dan perlengkapan lomba di Malaysia. Tanpa bantuan pemerintah, mereka memilih jalan swadaya. Aksi ini sontak menuai reaksi publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa atlet yang akan mengharumkan nama bangsa justru harus meminta-minta.

“Kami sudah mengajukan proposal ke Kemenpora sejak tiga bulan lalu, tapi belum ada kepastian. Waktu terus berjalan, kami tidak bisa diam,” kata Rudi, salah satu atlet tuli yang ikut galang dana, dalam wawancara dengan media lokal.

Dalam unggahan yang beredar, Rudi menjelaskan bahwa mereka telah berlatih selama setahun penuh. “Kami tidak ingin menyerah hanya karena masalah biaya. Telinga kami tidak bisa mendengar, tapi semangat kami bisa mendengar gemuruh dukungan,” katanya sambil menahan air mata. Unggahan itu telah ditonton lebih dari 2 juta kali dan mendapat ribuan komentar dukungan.

Kemenpora Buka Suara

Menanggapi viralnya aksi galang dana tersebut, Kemenpora RI akhirnya memberikan pernyataan resmi. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. “Kami akan segera berkoordinasi dengan Komite Nasional Paralimpiade Indonesia (NPCI) dan KONI untuk mencari solusi,” ujarnya dalam konferensi pers daring.

“Kemenpora mengapresiasi semangat para atlet tuli. Namun, penggalangan dana mandiri seharusnya tidak perlu terjadi jika sistem pendanaan berjalan baik. Kami akan evaluasi,” kata Isnanta.

Ia juga mengakui bahwa ada keterlambatan dalam respons administrasi. “Kami minta maaf kepada para atlet. Proses birokrasi memang kadang lambat, tapi kami berkomitmen untuk memperbaiki,” tambahnya. Pernyataan ini disambut beragam oleh publik. Sebagian lega, sebagian masih skeptis karena janji serupa sering tidak terealisasi.

Harapan dan Tindak Lanjut

Setelah pernyataan Kemenpora, NPCI menyatakan akan memfasilitasi kebutuhan atlet tuli untuk ajang di Malaysia. NPCI menjamin bahwa seluruh atlet yang lolos seleksi akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Namun, para atlet tetap waspada. Mereka khawatir bantuan datang setelah lomba selesai.

Di sisi lain, solidaritas masyarakat terus mengalir. Hingga saat ini, dana terkumpul sudah mencapai Rp 150 juta dari target Rp 300 juta. “Kami tidak akan berhenti berjuang. Jika pemerintah akhirnya membantu, kami akan gunakan dana donasi untuk pengembangan atlet tuli lainnya,” ujar Rudi penuh harap.

Kisah ini menjadi cermin bagi pengelolaan olahraga disabilitas di Indonesia. Atlet tuli—dan difabel pada umumnya—sering kali menjadi kelompok yang terpinggirkan dalam alokasi anggaran. Padahal, potensi mereka tak kalah dengan atlet normal. Dengan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin Indonesia bisa meraih medali di ajang internasional.

FAQ Esensial

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User