warkini.
Viral

Ali/Devin Ungkap Alasan Mundurnya Ganda Malaysia di China Masters

SHENZHEN, CHINA — Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, akhirnya angkat bicara terkait mundurnya pasangan andalan Malaysia, Go

Ali/Devin Ungkap Alasan Mundurnya Ganda Malaysia di China Masters

SHENZHEN, CHINA — Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, akhirnya angkat bicara terkait mundurnya pasangan andalan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dari ajang China Masters 2026. Dalam sesi wawancara eksklusif setelah kemenangan mereka di babak pertama, Ali dan Devin membeberkan masalah yang membuat lawan mereka mundur sekaligus mengungkapkan target ambisius di turnamen ini.

Pertandingan yang dijadwalkan pada Rabu (1/9/2026) seharusnya menjadi laga sengit antara dua pasangan muda berbakat. Namun, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin memutuskan mundur beberapa jam sebelum laga dimulai, membuat Ali/Devin langsung melaju ke babak kedua. Keputusan mendadak itu memicu spekulasi di kalangan penggemar bulu tangkis. “Kami juga kaget saat mendapat kabar itu,” ujar Ali Faathir Rayhan dengan raut wajah serius.

Masalah Non-Teknis yang Jadi Alasan Mundur

Ali dan Devin mengonfirmasi bahwa mundurnya Goh Sze Fei/Nur Izzuddin bukan disebabkan oleh cedera fisik, melainkan masalah administratif terkait dokumen perjalanan. “Kami sempat berbincang dengan mereka di ruang ganti. Mereka bilang ada kendala dengan visa dan izin tinggal di China, jadi tidak bisa melanjutkan turnamen,” jelas Devin Artha Wahyudi. Informasi ini diperkuat oleh sumber internal tim Malaysia yang menyebutkan bahwa kedua pemain harus kembali ke Kuala Lumpur untuk mengurus dokumen darurat.

“Kami turut prihatin. Sebagai atlet, pastinya kami ingin bertanding dengan lawan terbaik. Tapi kami juga harus fokus pada target sendiri di China Masters ini,” kata Devin dengan nada tegas.

Target Ambisius Ali/Devin di China Masters

Setelah lolos tanpa bertanding di babak pertama, Ali/Devin langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Mereka mengaku memiliki target tinggi di turnamen BWF Super 750 ini. “Kami ingin minimal tembus semifinal,” ujar Ali. Target itu bukan tanpa alasan. Pasangan peringkat 24 dunia ini baru saja menjuarai turnamen BWF International Challenge di Australia bulan lalu, dan performa mereka terus meningkat.

Devin menambahkan, “Kami sudah menganalisis calon lawan di babak kedua, yaitu pasangan Denmark, Rasmus Kjær/Frederik Søgaard. Mereka adalah unggulan ke-8, tapi kami punya strategi khusus.” Dalam sesi latihan terakhir, Ali/Devin fokus memperbaiki kelemahan di sektor net dan pola servis. “Kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini,” tegas Devin.

Perbandingan Rekor Ali/Devin vs Goh/Izzuddin

Meski tidak jadi bertemu, perbandingan rekor kedua pasangan cukup menarik:

Pasangan Peringkat Dunia Gelar 2026 Head-to-Head
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi 24 1 (Australia International Challenge) 1-0 (menang di Thailand Masters)
Goh Sze Fei/Nur Izzuddin 12 2 (Malaysia Open, India Open) 0-1

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun peringkat Ali/Devin lebih rendah, mereka pernah mengalahkan Goh/Izzuddin di Thailand Masters awal tahun ini. “Kemenangan itu memberi kami kepercayaan diri,” ujar Ali.

Reaksi Pelatih dan Penggemar

Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, menyebut mundurnya Goh/Izzuddin sebagai “kesempatan emas” bagi Ali/Devin. “Mereka harus memanfaatkan momen ini untuk naik level. Lawan-lawan di atas kertas mungkin berat, tapi mental mereka sudah teruji,” kata Aryono dalam keterangan terpisah. Sementara itu, penggemar bulu tangkis Indonesia di media sosial ramai memberikan dukungan. Tagar #AliDevinJuara sempat trending di Twitter setelah berita mundurnya Goh/Izzuddin menyebar.

Di sisi lain, pihak Malaysia belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) mengonfirmasi bahwa Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin sudah kembali ke Kuala Lumpur dan akan menjalani pemeriksaan visa lebih lanjut. “Kami berharap masalah ini cepat selesai agar mereka bisa bertanding di turnamen berikutnya,” ujar juru bicara BAM.

Jadwal Selanjutnya untuk Ali/Devin

Ali/Devin akan menghadapi Rasmus Kjær/Frederik Søgaard pada Kamis (2/9/2026) pukul 16.00 WIB. Pertandingan akan disiarkan langsung di stasiun televisi nasional dan platform streaming. Jika menang, mereka berpotensi bertemu unggulan pertama, Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, di perempat final. “Kami tidak mau muluk-muluk. Satu langkah demi satu langkah,” pungkas Devin.