warkini.
Viral

Khofifah Paparkan Potensi Jawa Timur Topang Kedaulatan Pangan Nasional

Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ketahanan dan kedaulatan pangan Republik Indonesia. Dalam forum strategis nasional, Gubernu

Khofifah Paparkan Potensi Jawa Timur Topang Kedaulatan Pangan Nasional

Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ketahanan dan kedaulatan pangan Republik Indonesia. Dalam forum strategis nasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan secara komprehensif kapasitas produksi sektor agribisnis daerahnya yang secara konsisten menjadi penopang kebutuhan logistik pangan di berbagai provinsi, khususnya kawasan Indonesia Timur.

Khofifah menekankan bahwa peran strategis ini bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan fondasi vital untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim global.

"Jawa Timur berkomitmen penuh untuk terus memperkuat produktivitas sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan demi menyuplai kebutuhan pangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," tegas Khofifah.

Lumbung Pangan Utama dengan Kontribusi Produksi Signifikan

Dalam paparannya, Khofifah membeberkan deretan data konkret yang menempatkan Jawa Timur di peringkat teratas produksi berbagai komoditas pangan pokok. Keberhasilan ini didorong oleh integrasi hulu-hilir pertanian serta dedikasi jutaan petani lokal.

  • Padi dan Beras: Jawa Timur mempertahankan status sebagai produsen padi terbesar di Indonesia dengan capaian produksi gabah kering giling (GKG) yang surplus hingga jutaan ton setiap tahunnya untuk didistribusikan ke belasan provinsi lain.
  • Jagung dan Kedelai: Menjadi penyangga utama kebutuhan pakan ternak nasional dengan kontribusi produksi jagung lebih dari 30 persen kebutuhan domestik.
  • Sektor Peternakan: Populasi sapi potong di Jawa Timur tetap menjadi yang tertinggi secara nasional, memasok kebutuhan daging segar untuk kota-kota besar di Pulau Jawa hingga luar pulau.
  • Perikanan dan Hortikultura: Komoditas cabai, bawang merah, pisang, mangga, hingga hasil tangkapan laut Jatim mendominasi pasar antar-daerah dan ekspor.

Kronologi dan Strategi Penguatan Rantai Pasok Pangan

Untuk memastikan pasokan pangan tidak terpusat di satu wilayah saja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjalankan serangkaian tahapan taktis dalam memperluas jangkauan logistik pangan ke seluruh nusantara:

  1. Tahap Pertama — Peningkatan Produktivitas Lahan: Menerapkan mekanisasi pertanian modern, optimalisasi jaringan irigasi, serta percepatan penyaluran bibit unggul tahan cuaca ekstrem.
  2. Tahap Kedua — Penguatan Jalur Distribusi Antar-Pulau: Menggalakkan program Misi Dagang Antar-Provinsi yang mempertemukan langsung petani dan pelaku usaha Jatim dengan pembeli di 34 provinsi lain.
  3. Tahap Ketiga — Hilirisasi dan Pengendalian Pasca-Panen: Membangun fasilitas pengeringan (dryer) gabah skala modern dan gudang pendingin (cold storage) untuk menjaga kualitas produk pangan tetap prima saat didistribusikan.

Menjawab Tantangan Iklim Melalui Pertanian Presisi

Khofifah menambahkan, tantangan kedaulatan pangan ke depan semakin dinamis akibat anomali cuaca dan El Nino. Oleh karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong adopsi teknologi pertanian cerdas (smart agriculture), pompanisasi sungai, dan perluasan asuransi usaha tani guna melindungi petani dari risiko gagal panen.

Langkah kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan kelompok tani menjadi kunci agar Jawa Timur tidak hanya menjadi lumbung pangan lokal, tetapi juga motor utama kedaulatan pangan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User