Kolombia — Gempa M 7,4 Guncang Pereira, 111 Tewas, 61 Bangunan Runtuh
PEREIRA, WARKINI.COM — Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kolombia pada Kamis (22/5/2025) dengan episenter yang berdampak sig
PEREIRA, WARKINI.COM — Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kolombia pada Kamis (22/5/2025) dengan episenter yang berdampak signifikan terhadap kota Pereira, ibu kota departemen Risaralda. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur vital, tetapi juga mencatatkan angka korban jiwa yang terus bertambah hingga mencapai 111 orang tewas, 87 orang luka-luka, serta 61 bangunan yang runtuh dan lebih dari 1.500 unit rumah mengalami kerusakan berbagai tingkatan.
Momen mencekam berhasil terekam kamera pengawas di Bandara Internasional Matecana yang terletak di jantung kota Pereira. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan bagaimana guncangan dahsyat membuat plafon terminal bandara terlepas dan berjatuhan di sekitar area tunggu penumpang. Suara dentuman keras disertai teriakan panik terdengar jelas saat puluhan orang yang tengah menunggu penerbangan bergegas mencari perlindungan di bawah kursi atau berlari menuju titik-titik evakuasi yang dianggap aman.
Detik-detik Gempa di Bandara Matecana
Rekaman dari Bandara Internasional Matecana menjadi salah satu dokumentasi paling menggambarkan keganasan gempa yang melanda wilayah tersebut. Dalam video berdurasi sekitar 30 detik, terlihat jelas bagaimana struktur plafon terminal yang sebelumnya tampak kokoh tiba-tiba retak dan ambruk dalam hitungan detik. Serpihan material bangunan bertebaran di lantai sementara lampu-lampu mulai bergoyang hebat sebelum akhirnya padam di beberapa sudut area terminal.
Petugas bandara yang berada di lokasi langsung berteriak memberikan instruksi evakuasi kepada para penumpang. Beberapa orang terlihat membungkuk sambil melindungi kepala dengan tangan, sementara yang lain berusaha menarik anak-anak dan lansia menjauh dari jendela kaca besar yang berpotensi pecah. Meski suasana diliputi kepanikan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa di dalam kompleks bandara tersebut. Namun, kerusakan material diperkirakan mencapai nilai yang signifikan mengingat kompleksitas sistem kelistrikan dan ventilasi terminal yang terdampak.
“Kami merasakan guncangan sangat kuat, lantai seperti diangkat. Plafon mulai berjatuhan dan semua orang berlari mencari tempat aman. Ini adalah pengalaman paling menakutkan dalam hidup saya,” ucap seorang penumpang yang berhasil dievakuasi dari terminal utama Bandara Matecana.
Dampak Luas di Tengah Kota dan Sekitarnya
Selain bandara, gempa berkekuatan besar ini juga meninggalkan jejak kehancuran di berbagai titik permukiman padat dan pusat-pusat aktivitas ekonomi di sekitar Pereira. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas setempat, polisi, TNI, serta relawan kemanusiaan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan di reruntuhan bangunan yang runtuh.
Dari data sementara yang dikumpulkan oleh Badan Manajemen Bencana Kolombia, kerusakan paling parah terjadi pada permukiman padat yang dibangun di lereng-lereng perbukitan dengan struktur bangunan yang rapuh. Guncangan kuat membuat tanah longsor terjadi di beberapa lokasi, menambah kesulitan tim penyelamat dalam menjangkau area-area terisolir. Lebih dari seribu lima ratus rumah dilaporkan rusak, mulai dari retak ringan hingga roboh total, memaksa ribuan warga mengungsi di posko-posko darurat yang didirikan oleh pemerintah daerah bersama Palang Merah.
Pemerintah Kolombia telah menetapkan status darurat bencana untuk wilayah Risaralda dan sejumlah daerah tetangga yang juga merasakan guncangan kuat. Presiden Kolombia dalam keterangan resminya menyatakan bahwa seluruh sumber daya nasional akan dikerahkan untuk proses evakuasi, perawatan korban luka, serta rehabilitasi infrastruktur kritis. Pasukan khusus rekayasa juga diterjunkan untuk menilai kelayakan struktur bangunan publik yang masih berdiri guna mencegah korban jiwa akibat aftershock yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Upaya Tanggap Darurat dan Tantangan di Lapangan
Proses evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan berlangsung intensif sepanjang malam. Tim medis darurat mendirikan posko kesehatan lapangan di dekat zona merah untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban luka sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, akses jalan yang terputus akibat longsor dan puing-puing bangunan menjadi tantangan utama bagi distribusi logistik dan peralatan berat yang dibutuhkan untuk mengangkat puing.
Berikut adalah poin-poin kunci terkait bencana gempa di Kolombia:
- Korban jiwa: 111 orang dilaporkan tewas, sementara 87 orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
- Kerusakan infrastruktur: 61 bangunan mengalami runtuh total dan lebih dari 1.500 rumah warga terdampak kerusakan.
- Rekaman viral: Momen gempa terekam kamera di Bandara Internasional Matecana, menunjukkan plafon terminal yang ambruk dan kepanikan penumpang.
- Tanggap darurat: Pemerintah mengerahkan tim SAR gabungan, medis, dan logistik dengan menetapkan status darurat bencana.
- Ancaman lanjutan: Potensi gempa susulan dan longsor masih mengancam, memicu peringatan dini bagi warga di zona rawan.
Warga setempat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari pihak berwenang. Pusat gempa yang berlokasi tidak jauh dari permukiman padat membuat potensi korban jiwa bisa terus bertambah seiring dengan proses pencarian yang masih berlangsung. Jaringan komunikasi di beberapa wilayah terpencil masih terganggu, menyulitkan upaya verifikasi data korban di daerah-daerah pedalaman.
Tragedi gempa M 7,4 ini menjadi peringatan keras tentang urgensi peningkatan standar konstruksi bangunan tahan gempa, terutama di wilayah-wilayah yang berada di jalur seismik aktif seperti Pereira dan sekitarnya. Para ahli geologi menekankan bahwa Kolombia terletak pada pertemuan lempak tektonik yang membuat negara ini rentan terhadap aktivitas seismik berkekuatan besar kapan saja.
Kategori
Popular Posts
Related Posts
Popular Posts